Note to Self,  Titik Terang

Tak Hanya Ekspresikan, tapi Jelaskan juga (mengenai emosimu)

Sebagian besar orang pasti mengekspresikan emosi-emosi yang dimiliki. Baik itu senang, sedih, kecewa, marah atau jijik bahkan. Disaat kita dilanda emosi senang, mengekspresikan jadi sangat mudah, kita jadi selalu tersenyum, dan tertawa, sudah pasti orang lain tahu kita sedang senang, apalagi ditambah dengan kata-kata,

“aku bahagia sekali punya kamu dalam hidupku,”

atau,

“terima kasih ya karena menjadi temanku,”

Pada saat senang, terasa mudah mengekspresikan kemudian menjelaskan tentang emosi senang yang kita alami kepada orang lain. Dan sangat besar pengaruhnya kepada kesehatan jiwa dan fisik kita, ketika emosi positif kita alami. 

Lalu, bagaimana dengan ….. EMOSI NEGATIF? (marah, kecewa, sedih, atau bahkan jijik).

Kita juga sering mengekspresikan emosi negatif, dengan menangis, cemberut, menatap tajam meremehkan, atau malah berekspresi datar. Tapi sayangnya, sebagian besar orang hanya menyelesaikannya sampai di sana, sampai pada mengekspresikannya saja. Tidak ada penjelasan selanjutnya mengenai emosi yang dialaminya. tidak sama dengan ketika ia mengalami emosi positif. Dan ada lagi sebagian orang, sudah ditambah dengan menjelaskan, tapi sayangnya dengan kata-kata yang berkebalikan dengan ekspresinya. Misal,

sedang menangis tapi katanya baik-baik saja,

sedang marah tapi bilangnya tidak,

atau lagi tersenyum tapi bilangnya “ya kamu saja yang benar, aku salah terus,”

SEKALI LAGI,

  1. MEREKA HANYA MENGEKSPRESIKAN
  2. MENJELASKAN TAPI BUKAN YANG SEBENARNYA.

Mengekspresikan emosi negatif TENTU BOLEH, dan dalam situasi tertentu harus dilakukan, agar orang lain lebih memahami apa yang sedang kita rasakan. Tapi, akan lebih baik,  tidak hanya sampai di ekspresikan, tapi juga harus dijelaskan.

apa yang sedang kita alami,

bagaimana perasaan kita,

seberapa dalam hal itu mempengaruhi kita,

dan

apa yang kita mau, agar emosi itu tidak diam begitu lama dan lebih merusak diri.

Lantas, bagaimana cara menaklukkannya?

  1. KENALI emosi yang kita alami, “aku sedang sedih,” atau “aku marah,”
  2. TERIMA adanya emosi itu, sadar penuh bahwa kita sedang sedih, marah, dsb
  3. KENDALIKAN, dengan menarik nafas panjang hembuskan, diam sejenak, tenangkan diri, cari tahu alasannya, dan ceritakan kepada orang lain dengan menjelaskan sebenar-benarnya. 

Alih-alih mengucap “iya” sedangkan ekspresi wajah menunjukkan “tidak”, lebih baik menyadari dengan sepenuh hati, bahwa kita sedang marah, sedih atau muak terhadap sesuatu atau seseorang, dengan begitu kita bisa mengenali perasaan kita, kemudian menjelaskan bagaimana kita merasa hal itu dengan baik, agar orang lain mampu memahami isi hati kita. Misal, “ya, aku sedang marah, aku merasa apa yang kamu lakukan tidak cocok dengan cara pikirku, aku berpikir bla bla bla..”

bisa yuk bisa, bicara apa adanya, dengan hati terbuka, kepala dingin, kurang-kurangin drama, hentikan memberi isyarat atau kode,

“...tidak semua orang bisa memahami dengan sangat mudah tanpa kamu mengatakannya dengan semestinya..”

GOD is GOOD all the time.. selalu bersyukur untuk tiap hari yang Tuhan beri, kalau diberinya kita kesempatan merasa emosi positif, maka ada juga waktu-waktu diberinya kita kesempatan belajar dari hal-hal yang menyebabkan kita mengalami emosi negatif.

kesedihan karena kehilangan,

marah karena tak sesuai harapan,

kecewa karena berlainan jalan,

atau merasa jijik dengan diri sendiri karena selalu merasa tak mampu,

semua itu tidak mudah, sulit.

tapi bukan mustahil ditaklukkan.

KAMU SELALU BISA !

Tetap semangat ya kita semua.

-aa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *