Note to Self,  Titik Terang

Silent is Gold (Diam untuk Hidup Lebih Baik)

Dulu, saat masih muda, ego masih berbalapan dengan tingginya langit, keinginan untuk menunjukkan diripun berjalan beriringan. Ingin rasanya selalu menunjukkan hal-hal ini kepada orang lain, tentang:

  • ini dia kelebihanku, itu dia kekuranganmu
  • ini kebenaranku, itu kesalahanmu
  • ini kebaikanku, itu kejahatanmu. 

Rasanya tak tenang kalau tidak bersuara lantang dengan dalih membela diri sendiri. Kadang malah hanya untuk menunjukkan bahwa “aku melebihi kamu dalam hal ini atau itu,”. Agak tipis memang, dan lebih sering menjadi sangat miris, antara membela diri atau untuk mengagungkan dan menyombongkan yang kita miliki. Kesan dari membela hak pun, menjadi seperti kewajiban untuk menyombongkan manusia yang jauh dari sempurna ini. 

Tapi sekarang, ketika telah semakin bertambahnya usia, ketika tubuh dan jiwa telah lebih banyak diisi dengan kedewasaan berpikir dan merasa, kesadaran bahwa tak seharusnya berperang dengan hal-hal tak perlu, membuat diri semakin memahami arti sesungguhnya dari “silent is gold.”

Bukan karena tubuh dan jiwa ini semakin tua dan renta jadi diam lebih baik daripada melelahkan hati dan pikiran, atau lebih baik tak mempersalahkan apapun karena tubuh telah lemah dan lelah untuk saling beradu atau bahkan berteriak menuangkan isi kepala. 

Tapi karena sebaliknya, pikiran dan perasaan serta tubuh dan jiwa yang sudah semakin kuat dan kokoh dewasa sehingga tau bahwa,

  • Ada orang-orang yang tak perlu diberikan penjelasan mengenai dirimu, karena mereka yang tidak akan serta merta langsung menerimanya kemudian mengganti pandangannya terhadapmu setelah itu. Lalu buat apa berusah-susah untuk itu?
  • Ada orang-orang yang tidak sejalan dengan cara pikir dan cara kita merasa, tidak serentang dengan attitudemu, dan tidak seprofesional kamu dalam menyikapi sesuatu. Mereka mungkin tidak akan mengerti maksudmu, atau memandang sebaliknya dari niat baikmu, jadi buat apa melelahkan diri?
  • Ada orang-orang yang tidak akan mudah menerima maksud baikmu, atau menerima dengan lapang dada tujuanmu memberikan masukan-masukan dari sudut pandangmu. Mungkin mereka akan mencurigaimu dan jadi semakin memusuhimu, lalu buat apa membuang waktumu?

Semakin dewasanya kita, semakin kita paham bahwa ada orang-orang yang tidak perlu diajak bicara, ada orang-orang yang tak perlu diberi perhatian lebih dan ada orang yang tak pantas membuang waktu kita yang berharga untuk menerima penjelasan. 

Dan yang paling penting, semua orang pasti memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Tak seharusnya kita dengan sombongnya selalu ingin menunjukkan kemampuan, kebenaran bahkan kebaikan kita apalagi dengan tujuan merendahkan orang lain. 

Diam bukan berarti kalah, bukan juga bermakna salah. Ada waktu-waktu tertentu diam adalah pilihan terbaik. Ada masanya dalam situasi tertentu bicara hanya akan memperburuk keadaan. 

Silent is gold,
 
Diam untuk menenangkan jiwa, 
Diam untuk menyamankan fisik, 
Diam supaya pikiran lebih jernih, 
Diam supaya hati jadi lebih dingin. 

Diam menjadi pilihan utama, ketika kita berhadapan dengan orang-orang yang seperti ini, 

  1. Egois, kepentingannya harus di atas kepentingan orang lain,
  2. Tidak mau mendengarkan dan tertutup dengan pendapat orang lain, 
  3. Kaku dengan sudut pandangnya sendiri,
  4. Etika yang tak sepadan dengan kita,
  5. Hanya ingin di hormati tanpa bersedia menghormati, selalu ingin menjadi pusat perhatian,
  6. Tidak mau kalah dari orang lain,
  7. Merasa dirinya selalu benar, orang lain selalu salah, 

Ada hal-hal dan pada waktu-waktu tertentu, bicara hanya akan mengundang beling-beling yang menusuk, sedangkan diam bisa mendatangkan emas, sebagai bentuk kekayaan jiwa dan tubuh. Cukup berikan senyuman, dan serahkan kepada Tuhan, untuk segala perbuatan baik ataupun buruk orang lain terhadap kita. Ia yang lebih kuasa memberikan ukuran baik atau buruk yang dilakukan hambaNya.

Ada kalanya diam membuat kita lebih kaya, maksud yang ingin kusampaikan adalah, dengan diam membuat kita menerima kenyamanan dan ketenangan jiwa yang semua orang inginkan di hidupnya. Dengan diam dan tidak selalu hanya ingin berperang menunjukkan kelebihan dan kebisaan, membuat kita lebih senang dalam hidup. Dengan kenyamanan, ketenangan dan hidup yang senang kita akan bisa melakukan banyak hal lain yang lebih berharga, lebih bermanfaat dan lebih positif untuk kita nantinya.

Diam untuk hal-hal yang tidak penting, diam untuk hal-hal yang tidak harus dipusingkan, dan diam untuk orang-orang yang tak pernah menjadi manfaat dalam hidup kita adalah sumber kekayaan karena kita tahu kepada siapa saja kita harus memberikan waktu berharga kita, kepada apa saja kita harus memberikan sepenuhnya tenaga dan usaha kita.

Silent is gold, dan aku sangat sangat sangat setuju akan itu!

-aa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *