First Pregnancy,  Note to Self,  Si Mungil Baca

Si Mungil Baca Buku #8 (menaklukkan rasa takut)

#34weeks, dan masih semangat mengisi si Mungil dan juga mamanya makna-makna kehidupan yang didapatkan dari cerita-cerita yang kami baca berdua (papa dengerin aja sambil main HP). lagi dan lagi selalu gembira ya kita nak setelah membaca cerita. Apalagi cerita kali ini. Ah, mama senang sekali, mudah-mudahan kamu juga ya. Mama anggap tendangan-tendangan mungilmu sembari mama baca ceritanya adalah tanda kamu happy dengar suara mama dan juga ceritanya.

Kali ini mama dan si Mungil baca cerita yang berjudul “Badak dan Labah-labah”, yang maknanya, bagus banget. check this out ya!

Tentang Cerita

Cerita ini mengisahkan tentang Badak yang sangat takut dengan Labah-labah. Ketakutannya ini benar-benar mengganggunya, karena ia tidak pernah bisa tidur nyenyak karena selalu waspada dengan kehadiran Laba-laba di kamarnya. Sebelum tidur dia harus melakukan banyak hal untuk memastikan tidak ada satupun Laba-laba di kamarnya. Mulai dari merangkak ke kolong tempat tidur, memakai kaca pembesar untuk melihat di dinding-dinding kamar dan juga menggunakan terompong untuk mengamati langit-langit. Tapi walaupun semua itu sudah dilakukannya, ia tetap saja ketakutan dan tetap saja tidak bisa tidur nyenyak.

Suatu malam, ia melihat Laba-laba di atap kamarnya, iapun sangat ketakutan lalu cepat-cepat naik ke tempat tidur dan bersembunyi di balik selimut. Tapi walaupun begitu Laba-laba itu tetap saja ada di sana. ”aku harus membinasakan monster itu!” kata si Badak, lalu mengambil kursi dan meletakkannya di atas kasur. Ia berusaha mengusir Laba-laba itu tapi kemudian ”brak!” ia terjatuh. Kaki kiri belakang dan kaki kanan depannya terkilir. Dan iapun sangat merasa kesakitan.

Hal itu membuat Badak tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa berbaring di tempat tidur, melihat Laba-laba lalu lalang di dinding dan langit-langit kamarnya. Badak sangat ketakutan melihat Laba-laba itu, apalagi saat si Laba-laba jatuh kemudian bergelantungan di jaringnya yang hanya berjarak 1 meter saja dari wajahnya. Walaupun ia ketakutan tetap saja ia tidak bisa berbuat apa-apa karena sakit kakinya, yang bisa dilakukannya hanyalah membiarkan Laba-laba itu disana dan mengamatinya.

Namun kemudian, si Badak jadi terbiasa. Di hari ke 11 ia malah sudah tidak takut lagi dengan kehadiran Laba-laba itu. Ia jadi terbiasa kemudian menyadari sesuatu : Laba-laba itu hanya mondar-mandir saja, namun sama sekali tidak membahayakannya. Saat Laba-laba membuat jaring di dekatnya, di tempat tidurnyapun ia juga sudah biasa saja. Ketakutannya jadi benar-benar hilang.

Makna Cerita

Anakku sayang, setelah mama baca cerita ini, mama hanya bisa bersyukur, karena Tuhan kasi mama kesempatan untuk beli buku ini, dan beri mama ide untuk membacakan cerita-cerita di dalam buku ini saat mengandungmu. Nanti setelah kami lahir, kita pasti akan ulang lagi ya baca semua cerita-cerita ini. Makna cerita dari cerita Badak dan Laba-laba ini juga memberi ingatan dan kesadaran baru lagi untuk kita ya, mengenai ’menaklukkan atau mengalahkan rasa takut’.

Nak, rasa takut itu sangat wajar kita miliki atau rasakan. Nanti saat kamu sudah lahir kemudian beranjak remaja, dewasa, hingga tua nantipun pasti akan pernah saja merasa takut. Begitupun mama dan papa, kami pun pernah merasa takut, dan itu wajar timbul kapan dan dimanapun. Semua orangpun pernah mengalami dan merasakannya.

Secara psikologi rasa takut adalah emosi alami, kuat dan memicu reaksi fight or flight dari tubuh. Ketika merasa ngeri, seorang menjadi lebih waspada akan kemungkinan adanya ancaman atau bahaya. Ancaman yang bersifat fisik maupun psikologis sama-sama bisa memicu rasa takut. Rasa takut ini adalah salah satu dari emosi dasar, selain kebahagiaan, kesedihan dan kemarahan. 

Ini contoh-contoh ketakutan atau kecemasan yang mungkin saja nanti kamu alami : takut bicara di depan orang banyak, takut menghadapi ujian di sekolah atau di kampus, bahkan mungkin kamu akan merasa takut dengan badut atau yang lainnya.

Nak, selalu ingat ini ya, nanti saat kamu merasa takut, jangan hanya memendam dan merasakannya sendiri, pun jangan memaksakan diri untuk mengatasi ketakutan itu sendiri. Kamu tidak perlu sungkan untuk mencari papa dan amma, untuk menceritakan segala ketakutan-ketakutanmu kepada kami. Kami selalu ada di tempat yang sama, membuka tangan dan hati dan pikiran kami untuk mendengar apapun ketakutan-ketakutanmu. Bahkan dari ketakutanmu yang paling terasa remeh sekalipun sampai pada yang paling berat, kami akan selalu ada untuk membantumu mengurainya dan mendukungmu memilih cara mengatasinya.

Nak, jangan takut untuk merasa takut. Pun jangan takut memilih salah satu penyelesaian atau solusi yang paling tepat dari bejibunnya pilihan-pilihan yang ada. Mama yakin kamu mampu mengatasi ketakutanmu itu, dan papa mama juga cukup percaya diri untuk menuntunmu melepaskan diri darinya. 

Nak, seperti yang mama bilang, rasa takut itu sangat wajar, karena ketakutan ini adalah bagian dari naluri alami manusia untuk bertahan hidup. Tapi ingat ya, jangan sampai memiliki ketakutan yang berlebihan. Hal ini tentu akan berdampak negatif untukmu nantinya.

Seperti mama dan papa yang juga pasti memiliki rasa takut, kamupun juga nantinya tidak menutup kemungkinan akan mengalaminya juga. Jika itu terjadi, ini pesan mama untukmu nak : ada cara-cara untuk menaklukkan rasa takut itu, seperti yang dialami atau yang dilakukan oleh Badak, papa dan mama juga melakukan hal ini saat merasa takut :

Hadapi rasa takut itu !

Ada dua reaksi tubuh saat ketakutan ini ada, fight (hadapi) atau flight (hindari). Dari dua pilihan itu, mama lebih memilih untuk hadapi! Nak, ketahuilah apapun ketakutanmu akan bisa teratasi hanya dengan kamu berani menghadapinya. Kedengarannya memang sulit, tapi belum tentu kita tidak bisa melakukannya kan?

Ini dari pengalaman mama, dan mama yakin papa juga begitu, ketika kita menghindari ketakutan itu, ia bukannya akan serta merta hilang. Walaupun kamu pergi menjauh darinya, misalnya pindah ke benua lainpun, ketakutan itu akan tetap ada di tempat yang sama, akan selalu mengikutimu kemanapun kamu pergi. 

Saat kita memilih untuk menghindari, saat itulah juga tertutup segala kemungkinan-kemungkinan atau peluang atau potensi dirimu dalam meraih hal lain yang jauh lebih baik untukmu. Karena kamu yang lebih fokus untuk lari menjauh sehingga membuatmu tidak mampu melihat hal-hal lain dalam mengisi dan membentuk dirimu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Hadapi takutmu ya nak!

Mungkin akan terasa berat, proses dalam melakukannya juga tidaklah ringan, tapi kamu bisa menggunakan potensi-potensi yang ada dari dalam dirimu dan juga yang kamu dapatkan atau punyai dari lingkungan. Saat kamu berani menghadapinya, kamupun tidak akan menyadari ternyata sudah bisa menaklukkannya.

Tenangkan diri dan jangan panik !

Nak, ini quote yang sedang mama sukai,

“segala pikiran dan perasaan negatif dan buruk, hanya dapat diatasi dengan ketenangan. Segala masalah yang datang dan menghampiri hanya dapat di atasi dengan kesabaran.” - Mamanya si Mungil 

Tenang secara fisik dan mental, tarik nafas-hembuskan, diam sejenak, minum air dan rileks. Dengan ketenangan yang kita miliki, akan memudahkan kita untuk memiliki hati dan pikiran yang terbuka untuk mencari cara menaklukkan rasa takut itu. Dengan ketenangan juga kecemasan kita juga akan jadi berkurang, sehingga otomatis kita jadi semakin lega.

Begitu juga jangan panik ya! Kepanikan hanya akan membuat reaksi tubuh kita menjadi tidak nyaman dan mendorong kita untuk segera menyelesaikan atau mencari cara untuk menaklukkan ketakutan itu.

Dan sudah sering terjadi, ketika panik, kita tidak akan bisa mencari cara yang tepat dan efektif. Cara-cara yang kita pakai akan terasa memaksa dan terburu-buru, dan sudah pasti bukan cara yang tepat untuk mengalahkan ketakutan itu. Hasilnya ketakutanmu masih tetap ada, tidak terselesaikan, dan kamupun kelelahan karena melakukan banyak hal dengan sia-sia. Seperti yang dilakukan oleh Badak sebelum tidur. 

Berpikir positif

Selain ketenangan, hal lain yang dibutuhkan untuk menaklukan ketakutan yang dimiliki adalah dengan berpikir positif. Pesan mama, dan ini juga hal yang sedang mama usahakan untuk terus lakukan (ini tips dari papamu).

Hindari membayangkan hal-hal buruk akan terjadi di ujung sana. Karena hal-hal itu belum tentu terjadi. Sebaliknya, selalu berpikir positif dan bayangkan hal-hal indah dan menyenangkan dan baik akan kamu dapatkan,” - Papanya si Mungil 

Misalnya kamu sedang menghadapi ujian dan itu membuatmu takut. Jangan bayangkan kamu akan mendapatkan nilai jelek, atau bahkan tidak lulus atau tidak naik kelas. Tapi bayangkanlah bahwa kamu akan mendapatkan nilai yang memuaskan dan ujianmu berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. Ketika kamu sudah mempersiapkan diri dengan belajar sebelum ujian, maka mama dan papa percaya, kamupun bisa melewati ujianmu dengan sangat baik.

Kenali dan terima pemicu atau penyebab rasa takut

Hal ini kita bisa lihat dari pengalaman yang dialami oleh Badak. Walaupun karena terpaksa akibat jatuh dan kakinya terkilir, ia harus terdiam saja di ranjang. Tapi dengan begitu dia lebih bisa mengenali sumber takutnya yaitu Laba-laba, kemudian secara tidak langsung bisa menerima kehadiran Laba-laba itu di kamarnya.

Dengan mengenali dan menerima, kita jadi tahu bahwa sumber takut kita itu, ternyata tidak semenakutkan yang kita kira. Ternyata potensi dan kekuatan kitapun bisa melebihi dari sumber ketakutan itu sendiri. Dengan begitu kita jadi tidak takut lagi, atau jadi memiliki pemikiran atau perasaan yang terbalik dari sebelumnya. 

Bisa jadi yang awalnya hal itu menjadi sumber atau pemicu takut kita, jadi sekarang membuat kita suka dan bahagia karena adanya ia di tengah-tengah hidup kita ini. Menjadi teman dalam menjalani perjalanan hidup kita kedepannya.

Ini juga menjadi pesan untukmu nak, pesan ini juga mama dapatkan dari Appamu. Ingat ini ya !

“ketakutan yang kamu rasakan sekarang akan berlipat-lipat kali ganda terasa mengganggunya kalau kamu tidak bersedia menerima kehadirannya. Semakin kamu menolak akan hadirnya takut itu maka ia akan jadi 7x lipat menyusahkannya untukmu.”

🌻🌻🌻🌻🌻🌻

“rasa takut dan khawatirmu itu belum tentu akan terjadi sama seperti yang kamu bayangkan. Ia hanya berpotensi terjadi sebanyak 90%. Namun, jika akhirnya ketakutanmu itu benar-benar terjadi (karena ada kemungkinan 10%nya), percaya dan yakinlah kamu memiliki kemampuan dan potensi yang melebihi itu untuk menaklukannya!”

Begini kata Tuhan naik,

Segala perkara dalam hidup ini dapat kita tanggung karena ada Dia yang selalu menopang dan memberikan berkatNya kepada kita. Dan ketahuilah janji Tuhan ini, bahwa pencobaan, kesulitan, tantangan dan masalah yang kita alami, tidak akan pernah melebihi dari kekuatan yang kita miliki. 

Setelah semua pesan itu mama sampaikan kepadamu, apakah masih ada keraguan di hatimu untuk bisa menaklukkan ketakutan yang nantinya bisa jadi kamu alami?

______

Papa dan mama selalu yakin nak, kita pasti akan bisa mengatasi segala hal yang terjadi dalam hidup kita bersama-sama, dengan selalu mendukung, bergandengan tangan dan selalu ada satu sama lain sebagai penopang yang setia.

with love, papa mama dan si mungil 💕

-aa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *