First Pregnancy,  Si Mungil Baca,  Titik Terang

Si Mungil Baca Buku #7 (tentang ’bijak’ menjalani hidup)

#33weeks, dan kali ini si Mungil dan mama sedang membaca cerita yang judulnya, ”Wili dan Balonnya.” yang bisa dibaca di foto di bawah ini ya. Karena ceritanya pendek, jadi mama sertakan langsung dari bukunya.

Tentang Cerita

Intinya tentang cerita si Wili tikus ini, ia hobi mengumpulkan balon sampai banyak. Suatu hari Elang tua sudah memperingatinya, bahwa jika semakin banyak balonnya, maka balon-balon itu akan membawanya terbang. Namun WIli tidak menghiraukannya.

Dan suatu ketika, saat ulang tahunnya dan Kelinci memberinya satu lagi balon berbentuk ikan, lalu…

Balon-balon itu benar-benar membawa Wili tikus TERBANG !

Bersyukur saat itu ada si Elang tua yang juga sedang terbang dan melihat Wili. Kemudian ia menolong Tikus dengan mengempeskan satu balon agar tikus bisa kembali ke daratan. Saat itu Wili terlihat takut dan tidak senang saat terbang. Sejak saat itu Wili bertekat untuk tidak lagi mengumpulkan balon. Ia merasa balon-balon itu sudah cukup banyak untuknya, ia tidak mau terbang lagi, karena ternyata ia sama sekali tidak menyukai terbang.

Elang tua pun memujinya dan mengatakan bahwa Wili sudah berubah ’bijak!’ dan mengusulkan untuk memiliki hobi yang lain saja.

Makna Cerita

Nak, ini makna yang mama dapat dari cerita sederhana itu yang juga akan mama sampaikan kepadamu,

Menjadi pribadi yang bijak sangat diperlukan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Saat kita menghadapi suatu masalah, saat kita berinteraksi dengan orang lain, bahkan saat kita berusaha untuk mengisi diri kita sendiri dengan apapun. Semua hal itu memerlukan kebjiaksanaan kita agar kehidupan menjadi lebih baik dan berjalan apa adanya. 

Memiliki sikap bijak perlu di latih sejak dini, dan itu juga menjadi salah satu tekad mama dalam mengasuh dan membesarkanmu. Di mana, mama akan memulainya lebih dulu untuk semakin mengasah sikap bijak mama sendiri. Sehingga sikap bijak ini bisa mama wariskan untukmu kelak.

Dulu Appamu selalu mengajarkan mama banyak hal, dan mama baru sadari, salah satunya tentang menjadi pribadi yang bijak. Khususnya mama merasa bahwa telah diisi oleh nilai-nilai ‘tahu kapan segala sesuatu cukup untuk kita’ dan ’bersikaplah bijak dalam memutuskan apapun dalam hidup ini,”

Memiliki sikap bijak ini penting dan memiliki manfaat untuk menghadapi masalah dalam hidup, entah itu masalah yang kecil sampai masalah yang kata orang cukup pelik untuk diatasi. Dengan kebijaksanaan ini kita bisa lebih tenang dalam menyikapi sesuatu yang terjadi, yang kita alami, sehingga kita bisa memiliki pandangan yang jauh lebih luas dan dalam saat mencari jalan keluar yang lebih tepat dan benar untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. 

Kunci: akal sehat, logis dan masalah terpecahkan tanpa ada yang dirugikan.

Kalau menurut papa, bijak atau kebijaksanaan ini berati adil dan mama juga menyetujuinya. Sebagai tambahan, menurut mama bijak atau sikap bijaksana itu adalah sikap yang tepat dalam menyikapi suatu keadaan yang kita hadapi atau alami, yang nantinya akan memberi dampak yang baik dan menguntungkan bagi siapa saja. Satu hal yang mama syukuri adalah ternyata mama dan papa punya pandangan yang sama mengenai sikap bijak ini.

Nak, dari cerita Wili dan Balonnya ini, kita bisa dapatkan kesimpulan dari makna kata yang diucapkan oleh Elang tua, ”sekarang kamu jadi bijak Wili,” yaitu:

  • Wili tahu kapan mengatakan ’cukup’ untuk mengumpulkan balon. Ia tidak mau menambah balon-balonnya lagi, agar balon-balon itu tidak membawanya terbang
  • Menghadapi kejadian itu, ia lalu jadi mawas diri dan akan mengubah hobinya saja, menjadi mengoleksi kerang-kerang. Menjadi bijak juga bisa didapatkan setelah mengalami suatu kejadian, dari suatu kejadian kita bisa belajar untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Termasuk Wili yang akhirnya mendengarkan pandangan dari Elang tua mengenai hobinya mengumpulkan balon.
  • Dari sudut pandang Elang: dia tahu balon-balon Wili sudah sangat banyak, dan dia tahu kalau semakin banyak lagi, balon-balon itu akan membawanya terbang. Namun, saat kejadian itu benar-benar terjadi, Elang mampu berpikir tenang dan mencari cara dengan mengempeskan satu balon agar Wili bisa kembali turun.

Mama mau tambahkan tiga hal lagi di dalam tulisan ini. Memiliki sikap bijak itu bagus, dan memiliki banyak manfaatnya, apa saja ya?!

  1. Hidup menjadi lebih tenang dan damai. Dengan sikap bijak ini kita bisa menyelesaikan masalah yang ada dengan tepat. Tidak ada yang dirugikan atas keputussan-keputusan atau solusi yang kita ambil kemudian yang kita pakai. Tidak ada yang akan datang mengancam kita karena kita merugikannya atas solusi kita, dan terlebih dari itu, kita jadi jauh lebih tenang, karena masalah kita sendiripun selesai dengan tepat dan benar.
  2. Dihormati oleh semua orang. Nak, nanti kalau kamu sudah besar, mama papa tidak muluk-muluk berharap kamu menjadi orang besar yang dapat dihormati semua orang. Tapi kalau hal itu terjadi tentu papa mama akan sangat bangga padamu. Tapi terlebih dari itu nak, jadilah pribadi yang menghormati dirinya sendiri di atas segalanya. Dan kamu bisa sangat menghormati dirimu sendiri dengan menjadi bijak untuk dirimu sendiri. Mulailah dari sana ya.
  3. Masalah yang dihadapi pasti dapat terselesaikan dengan tepat dan dengan solusi terbaik. Ini akan memberikan keuntungan bagimu sendiri karena tidak merasa seperti memiliki hutang dalam menyelesaikan masalah. Masalahmu selesai 100% dan itu pasti sangat melegakan perasaanmu dan meringankan langkahmu untuk kembali maju ke depan menyongsong hal-hal baik lainnya.
  4. Meningkatkan rasa tanggung jawab menyelesaikan permasalahan hingga tuntas/selesai. Mungkin, bisa jadi, kamu butuh waktu yang jauh lebih lama dalam menyelesaikan satu masalah dari yang lain, namun itu tidak mengapa, karena masalahmu pasti terselesaikan sampai tuntas. Hal-hal yang bisa kamu lakukan adalah, dengan mencari tahu letak akar masalahnya, menggali informasi-informasi lebih banyak, terbuka dengan pandangan dan pendapat siapa saja, dan menelaah setiap detail dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Tambahan ke dua adalah apa yang harus dilakukan untuk menjadi orang yang bijak?!

  • Berpikir cepat namun juga hati-hati, berpikir lebih luas dan dalam, dan berpikir ke depan
  • Tidak overthinking, apalagi memikirkan hal-hal yang tidak berkaitann atau tidak diperlukan dalam satu masalah yang dihadapi.
  • Selalu bersikap jujur
  • Terbuka menerima pendapat dan sudut pandang dari berbagai sisi, termasuk sudut pandang dari orang lain.
  • Memiliki tujuan yang baik dan tidak berusaha mencari keuntungan sendiri apalagi sampai merugikan orang lain
  • Fokus pada prosesnya bukan hasilnya. Hal ini yang mungkin membuatmu butuh waktu lama dalam menyelesaikannya, tapi tidak mengapa, karena dari proses yang kita jalani kita juga bisa mendapatkan banyak pelajaran berharga
  • Menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran. Dengan begitu, kita tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, dan memakai cara menyelesaikan masalah sebelumnya yang efektif jika kita menemukan masalah yang sama kelak.

Terakhir, tambahan ketiga adalah, bagaimana cara mengajarkan anak menjadi bijak?! Hal ini akan coba mama terapkan kepadamu, Nak. Dan suatu saat nanti kamu juga bisa wariskan ke anak-anak dan cucu-cucumu nanti ya:

  1. Mulai dengan memberikan pengertian dan contoh yang jelas kepada anak. Misalnya, kita mencontohkan dan mengajarkan kepada anak untuk selalu berkata jujur. Tidak berbohong dalam keadaan apapun. Dan juga bisa diajarkan dengan senantiasa meminta maaf jika melakukan kesalahan dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga barang miliknya.
  2. Ajak anak berkomunikasi. Misalnya ajak anak untuk berdialog dengan suasana yang nyaman, supaya anak juga tidak takut untuk menceritakan apapun yang ingin dikatakannya. Dengan kondisi yang nyaman dan tidak menghakimi, anak juga akan jadi berkata jujur atas apapun.
  3. Ajarkan moral atau nilai-nilai yang baik. Mama atau papa bisa membacakan dongeng atau cerita-cerita pendek yang memberikan makna mengenai kebaikan seperti meningkatkan sikap tolong menolong, toleransi dll
  4. Ajarkan anak menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan ini anak juga akan lebih menghormati orang lain, lingkungan dan juga dirinya sendiri. Bisa dimulai dengan cuci tangan, gosok gigi, mandi, merapikan mainan sampai membuang sampah pada tempatnya.
  5. Mengajarkan anak meningkatkan sikap empati. Dengan sikap empati ini, anak menjadi mampu mempertimbangkan perbuatannya sebelum dilakukan agar tidak menyakiti orang lain dan juga tidak merugikan dirinya sendiri.
  6. Jangan menyimpan dendam. Memiliki dendam apalagi menyimpannya dalam waktu yang lama tentu akan merusak diri juga menghilangkan serta melewatkan kesempatan-kesempatan baik yang kita perlukan untuk mencapai masa depan yang baik. Dendam ini seperti bom atom yang sudah pasti akan merugikan semua orang, lingkungan, masa depan bahkan diri sendiri juga sudah meledak nantinya.
  7. Ajarkan anak untuk berteman dengan siapa saja, tidak memilih-milih, apalagi sampai tidak menghargai orang lain hanya karena tidak memiliki ras, agama, keyakinan, pengetahuan ataupun tingkat ekonomi yang sama dengan kita.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Ternyata banyak juga ya nak makna yang kita dapatkan dari cerita pendek si Wili dan Balonnya. Semoga makna cerita ini juga bisa memberi dampak yang baik untukmu dan masa depanmu kelak ya. Dan makna ini juga semakin mengajarkan mama untuk menjadi pribadi yang bijak juga dalam menjalani hidup mama ke depannya, khususnya dalam membesarkan, merawat dan juga mendidikmu nantinya.

Mari sama-sama belajar ya nak, dan ayo pandang dunia ini dengan lebih positif kemudian jalani dengan lebih baik, dengan bekal ’makna bijak’ yang sudah kita pelajari dari cerita di atas.

Semoga juga tulisan ini bermanfaat untuk papa dan mama di luar sana ya..

with love,

Mama dan si Mungil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *