First Pregnancy,  Si Mungil Baca,  Titik Terang

Si Mungil Baca Buku #6 (tentang ’sikap sombong & terlalu meremehkan’)

#32weeks yeey, dan semakin happy bersama si mungil yang semakin aktif bergerak di dalam perut, kadang nendangnya sekali tapi kenceng banget, kadang nendang tapi kemudian terdiam, kayak berasa nanggung banget, trus pernah lagi nendang tiada henti, perut mama seperti bergemuruh. Duh, mungil, anak mama, bisa aja selalu bikin mamanya kaget, ketawa dan terus amaze sama perkembanganmu.

Sehat-sehat terus ya anak mama, tumbuh dengan normal dan lengkap. Mama papa akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Sampai jumpa di waktu kita yang tepat.

Nah, salah satu usaha mama papa memberikan yang terbaik adalah membaca buku ini, ga kerasa udah 6 buku aja nak, walau jarang-jarang banget mama bacaiinnya, tapi semoga dengan mendengar suara mama sehari-hari aja juga sudah bikin kamu happy ya.

Oke, buku ke enam ini dari buku Kumpulan Dongeng Binatang 1 yang diceritakan oleh Anne-Marie Dalmais. Jadi buku ini juga adalah buku preloved yang mama beli karena berbahasa Indonesia. Mama sudah bertekad akan memberikan stimulasi bahasa Indonesia dulu nak, nanti kalau kamu sudah paham baru kita belajar bahasa Inggris ya. Kita sama-sama belajar maksudnya 🙂

Tentang Cerita

Cerita yang mama bacakan untuk si Mungil kali ini judulnya ”Kuda Zebra dan Kereta Api”. Mama suka membaca cerita yang satu ini, dan maknanya juga tidak sulit untuk ditemukan. Hah, mama happy. Mudah-mudahan kamu juga ya nak.

Jadi ceritanya ada seekor kuda zebra yang selalu mengatakan, ”hah, aku kan masih punya banyak waktu”. Setiap mengikuti pertandingan, ia selalu datang paling akhir, tapi selalu menjadi juara satu dan memenangkan lomba itu. Setiap ia berenang di laut bersama teman-temannya ia selalu membiarkan ombak membawanya sampai jauh ke dalam, namun ia selalu menjadi yang pertama tiba kembali di daratan.

Begitulah si Kuda Zebra, dia sangat cepat dalam berlari, dengan kekuatan kakinya yang panjang ia bisa mengalahkan hewan-hewan lainnya dan selalu menjadi juara dan selalu menjadi yang tercepat di antara teman-temannya yang lain.

Suatu ketika, Kuda Zebra akan bepergian ke kota dengan menaiki kereta api. Saat itu teman-temannya ikut mengantarnya. Kereta api sebentar lagi akan meninggalkan stasiun, teman-temannya sudah mengingatkan Kuda Zebra untuk segera naik, namun ia tetap diam dan mengatakan, ”aku kan masih punya banyak waktu,”.

Jess, jess, jess tuitt tuitt… laju kereta pelan, mulai meninggalkan stasiun, teman-temannya kembali mengingatkan, namun Kuda Zebra tetap tidak menghiraukan dan mengatakan bahwa waktunya masih banyak. Laju kereta api semakin lama semakin cepat, lalu lebih cepat lagi, teman-temannya mulai panik dan berteriak kepadanya untuk segera naik, karena kalau tidak kereta akan meninggalkannya dan dia tidak bisa pergi ke kota.

Melihat kereta semakin melaju, Kuda Zebra baru kemudian mulai berlari hendak naik ke atas kereta. Namun sayangnya, semakin ia berlari lebih kencang, kereta api juga melaju lebih kencang darinya. Saat ia memaksakan diri akan melompat dan naik, kereta api kemudian menyeburkan asap hitam yang tepat mengenai wajahnya. Hal itu membuat mata dan hidungnya sakit, penuh dengan asap hitam, kemudian memaksanya berhenti dan keretapun meninggalkannya.

Si Kuda Zebra pun terlihat kesal dan sedih karena tidak jadi pergi ke kota, ia berjalan gontai pulang ke rumahnya karena kereta meninggalkannya.

Makna Cerita

Nak, ada dua hal yang bisa dijadikan pelajaran dari cerita si Kuda Zebra di atas. Dari pengalaman-pengalamannya dan apa yang dilakukannya sehari-hari bersama teman-temannya yang sama di tempat yang sama, hal itu menumbuhkan sikap sombong dan juga terlalu meremehkan orang lain dan keadaan.

Sikap sombongnya itu tercermin dari ia yang selalu menang walau tiba paling akhir di perlombaan, iapun selalu bisa lebih cepat dari teman-temannya yang lain dalam berenang di laut, walau ia sudah memberikan waktu untuk teman-temannya untuk berenang lebih dulu. Karena selalu menang, dan selalu menjadi yang tercepat, juara satu itulah yang membuat sikap sombong si Kuda Zebra menjadi tumbuh. Padahal, ia lupa, dan mungkin ia tidak menyadari bahwa kemenangan itu selalu didapatkannya karena melawan teman-temannya yang sama, atau bertanding di tempat dan kondisi yang sama.

Kemudian pelajaran ke dua, sikap meremehkan. Hal ini tercermin dari kata-katanya yang selalu mengatakan ”aku masih punya banyak waktu,”. Karena tahu dan merasa bahwa ia yang paling cepat dan pasti akan selalu menjadi yang nomor satu, ia kemudian meremehkan semua hal, termasuk kecepatan kereta api. Dia mengira kecepatan kereta api sama saja dengan kemampuan teman-temannya yang tidak bisa berlari lebih cepat darinya.

Dari dua sikap dan sifat Kuda Zebra itu, kita kembali diingatkan akan hal-hal ini, ingat selalu ya nak!

Tetap rendah hati dengan talenta dan kemampuan kita

Nak, kita tidak akan pernah mendapatkan manfaat dari kesombongan yang kita miliki apalagi yang kita perlihatkan kepada orang lain.

Sebaliknya, kita akan memiliki banyak manfaat baik yang kembali kepada kita, kalau kita menggunakan talenta dan kemampuan yang kita miliki itu untuk membantu meringankan beban orang lain dan melegakan kesesakan mereka. Tuhan memberikan suatu kecakapan atau kemampuan atau menitipkan sebuah talenta untuk kita, untukmu, karena ada maksud dan tujuannya. Yang pasti itu bukanlah untuk membuatmu menjadi pribadi yang sombong, yang sudah pasti akan merugikan dirimu sendiri nantinya. 

Percaya diri itu bagus, tapi jangan terlalu berlebihan

Nak, belajar dari si Kuda Zebra, ia terlalu meremehkan orang lain dan kondisi, keadaan bahkan meremehkan laju kereta api, karena dia sangat merasa yakin dengan kecepatannya, bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan kecepatannya itu. Oleh siapapun, dan dimanapun. Sikap meremehkannya itu sudah pasti timbul karena ia yang memiliki kepercayaan diri yang terlalu berlebihan. Dan seperti yang sudah-sudah, seperti pengalaman yang mama alami sebelumnya, kepercayaan diri yang berlebihan sudah pasti akan menjerumuskanmu ke jurang yang sama sekali tak indah apalagi memberi manfaat.

Kepercayaan diri yang berlebihan, membuatmu tidak mendengarkan apalagi memikirkan apalagi mencoba untuk mempertimbangkan pendapat itu. Padahal bisa jadi pendapat atau nasehat dari orang lain lebih baik untukmu. Bisa jadi pendapat-pendapat dari orang lain akan lebih membuat perjalanan hidupmu menjadi lebih mudah, hingga kamupun bisa lebih mudah mencapai tujuan baikmu. 

Di atas langit masih ada langit

Mama salah satu orang yang menyukai pepatah itu. Kata-kata itu membuat kita menjadi lebih mawas diri, sehingga sikap sombong sudah pasti tidak harus kita miliki, apalagi sudah sampai memiliki sikap yang terlalu meremehkan orang lain dan keadaan. Seperti yang dialami si Kuda Zebra, ternyata ia bukanlah satu-satunya di dunia ini yang paling cepat, yang selalu mendapatkan tempat yang pertama dalam perlombaan. Ternyata kereta api jauh lebih cepat darinya, dan iapun tidak bisa mengejar kereta itu walau sudah berlari sekuat tenaga.

Nak, ingat ini ya, di atas langit masih ada langit. Jadi tugas kita bukanlah menjadi sombong dan tinggi hati apalagi meremehkan orang lain. Tugas kita adalah mengambil setiap pelajaran berharga dari mereka yang memiliki kelebihan dari kita, yang mungkin talenta dan kemampuannya melebihi diri kita. Ambil nilai-nilai baik dari mereka, tiru hal-hal baik dari mereka, untuk kemajuan hidupmu sendiri ke depannya. 

Jangan menjadi ‘katak dalam tempurung’

Nak, dunia ini sangat sangat sangat luas. Sangat banyak macam-macam manusia di luaran sana. Seperti yang mama katakan, akan ada juga orang-orang yang memiliki talenta dan kemampuan yang sama dengan kita, bahkan mungkin lebih banyak yang memiliki lebih dari yang kamu miliki. Jadi jangan seperti katak dalam tempurung ya, picik. Karena hanya sebatas luas tempurung kelapalah yang ia kira besarnya dunia ini.

Seperti si Kuda Zebra yang selalu menang, mengalahkan teman-temannya yang sama, di tempat yang sama. Namun saat ia harus melawan yang lain (kereta api) dia baru tahu bahwa dunia ini luas dan pasti ada hal-hal yang berbeda dari yang biasa dilakukan dan dialaminya.

Terbanglah tinggi nak, pergilah sejauh yang kamu bisa, jelajahi dunia ini, dunia yang luas ini, maka akan kamu temukan banyak sekali hal-hal lain, bermacam-macam manusia, situasi dan keadaannya. Dan jika kamu tetap rendah hati dan mau selalu belajar dari mereka semua itu, maka mama jamin kehidupanmu juga akan menjadi lebih baik, sesuai yang kamu harapkan. 

(apalagi ya nak makna cerita yang kita dapatkan dari cerita ini? Nanti kalau kamu sudah bisa baca dan memahaminya, kita temukan sama-sama ya makna yang lainnya :))

🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Hah, mama selalu happy setelah membacakanmu buku, karena selain bisa menceritakan hal-hal baik untukmu, mama juga jadi belajar hal-hal baru dari cerita-cerita sederhana yang mama baca. Semoga kamu juga sama happynya seperti mama ya nak.

#32weeks dan tetap selalu happy dan merasa terberkati karena ada kamu di dalam perut mama. I love you, Mungil 💕

-aa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *