Books Review,  First Pregnancy,  God is Good,  Si Mungil Baca

Si Mungil Baca Buku #5 (bersyukur atas keberuntungan yang Tuhan beri)

Bacaan ke #5 untuk si Mungil di usia kandungan #31weeks ini dari buku Beatrix Potter dengan judul The Tale of Mr. Jeremy Fisher (kisah Jeremy Pengail). Bacaan kali ini tidak terlalu padat dan santai aja mama bacanya sambil ngelus-ngelus perut dan si Mungil sambil nendang-nendang manja seperti biasanya. Papanya? Lagi asik nonton TV sambil dengerin juga pastinya.

Yuk simak ceritanya dan juga makna apa yang bisa mama dan si Mungil ambil dari cerita kali ini ya.

Tentang Cerita

Jadi ceritanya dimulai dari pengenalan tokoh utama di cerita ini yaitu Jeremy Pengail, kita sebut saja Jeremy ya. Dia ini seekor katak yang hidup di rumah kecilnya yang lembab. Jeremy suka memancing dan kolam dengan menggunakan pancingnya yang terbuat dari batang rumput yang keras dan talinya dari rambut putih-panjang kuda. Perahunya berwarna hijau bundar, yaitu daun teratai.

Suatu hari ini akan pergi memancing, namun hujan turun. Hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk tetap pergi memancing, dia pun harus menggunakan mantel dan sepatu karet agar tidak basah kehujanan ketika memancing. Niatnya jika ikan yang di dapat banyak, ia akan mengundang kedua temannya untuk makan malam.

Singkat cerita setelah agak lama ia duduk di daun teratainya, ia pun mendapatkan ikan, namun bukannya ikan Minnow gemuk, tapi malah ikan Jack Sharp yang punggungnya berduri. Ikan itu menggelepar kemudian kembali melompat ke air. Ikan-ikan kecil yang lainnya sepakat menyoraki dan menertawai Jeremy.

Namun kemudian, saat Jeremy duduk putus asa di tepi perahunya dan mengisap jari-jarinya yang tertusuk duri, hal yang jauh lebih buruk terjadi. Seekor ikan Forel yang luar biasa besarnya muncul dan menyambar Jeremy, hingga ia masuk ke dalam mulut ikan itu kemudian si ikan kembali meluncur ke air.

Jeremy berontak ke takutan, ikan Forel akan memakannya. Namun, yang membuat ia sangat beruntung adalah saat itu ia sedang memakai jas hujan dan sepatu karet. Dan ternyata ikan Forel sangat sebal dengan rasa jas hujan yang tidak enak itu. Sehingga belum 1 menit, ikan Forel sudah memuntahkannya. Kemudian Jeremy segera melompat ke tepi kolam dan berlari ke rumahnya.

untung bukan buaya!” begitu kata Jeremy kemudian mengingat kembali kail dan keranjangnya ketinggalan. Tapi ia tidak mempermasalahkan itu karena dia tidak berniat untuk memancing kembali.

Makna Cerita

Sejujurnya, mama kebingungan di awal mencari makna dari cerita ini. Walau mama tahu tidak semua cerita harus bermakna, atau bahkan bermakna sangat dalam, namun mama tetap ingin membagi satu hal penting, walau sangat sederhana kepadamu nak.

Sebagai manusia, apalagi kita yang tinggal di dalam adat ketimuran, kita akan sering mendengar kata-kata ini :

“untung masih hidup ya walau kehilangan satu rumah,”

“untung lho cuman tangan aja yang sakit, kaki dan organ lain baik-baik saja,”

hah, bersyukur sekali waktu itu aku kepikiran pakai jas hujan, jadi aku ga jadi dimakan ikan Forel,”

“untung hanya ikan Forel, bukan buaya,

Kalimat-kalimat itu akan sering juga kamu dengar nantinya nak, dan mungkin kamu juga akan mengatakannya sesekali.

Bagi mama, apapun yang terjadi di dalam hidup kita, semua itu pasti atas ijin Tuhan. Bahkan keberuntunganpun seperti itu. Tuhan yang menyediakan, Tuhan yang memberikan. Ketika saat ini kita masih bisa bangun di pagi hari dengan baik dan semangat, masih bisa makan 3 kali sehari, bahkan masih bisa menggunakan semua indera kita dengan baik, saat itulah kita juga harus selalu memanjatkan rasa syukur kita, dan keberuntungan kita kepada Tuhan. Hanya Ia yang mampu memberi segala itu kepada kita nak.

Bagi mama, kata ”untung saja ….” adalah bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan. Walau mungkin nanti akan ada sesuatu yang hilang dari kita, tapi juga pasti ada sesuatu yang masih ada, atau akan tergantikan -dengan yang lebih baik-.

Segala sesuatu ada waktunya nak, ada masanya. Apalagi benda-benda yang nanti kamu miliki. Mungkin nanti sepatu, buku, tas atau bahkan gadgetmu akan hilang, mungkin memang hanya selama itu waktunya kamu memilikinya. Ketika semua itu hilang, jangan bersedih dan marah berlarut, tetap katakan, ”untung ya cuman buku atau tas yang hilang bukan yang lainnya,” itupun jadi bentuk rasa syukurmu kepada Tuhan atas pemberianNya. Karena Ia adalah sang pemberi, maka Iapun akan memberimu kembali (baik hal-hal yang kamu inginkan atau butuhkan), kalau kamu juga mengusahakannya dengan sebaik-baiknya. 

Dan karena segala sesuatu ada waktunya atau masanya, maka Tuhan juga akan mempersiapkan dirimu untuk terlepas atau berpisah dengannya. Jangan khawatir karena saat waktu kehilangan atau berpisahan akan sesuatu tiba untukmu, pasti kamu juga sudah telah siap menghadapinya. Sehingga rasa syukurmu pun tetap ada, dan kamu bisa tetap merasa menjadi manusia yang beruntung.

Sama seperti Jeremy, dia memang menginginkan ikan untuk jamuan makan malam bersama temannya, namun Tuhan mengatakan lain, ”kamu tidak harus memberi ikan kepada teman-temanmu,” dan begitulah dia jadi tidak mendapatkan ikan. Namun, ia dan teman-temannya bisa tetap makan enak dengan persediaan makanan yang masih ada di gudang.

Mungkin Jeremy pun akan mengatakan ini, ”untung aku masih hidup, walau aku kehilangan alat pancingku dan tidak mendapatkan ikan,” dan saat makan malam itu, dia mungkin juga berkata begini dalam hatinya, ”walaupun tidak makan ikan, tapi aku bisa makan enak dengan teman-temanku tanpa sedikitpun terluka karena ikan Forel itu,”

Begitulah hidup nak, pasti akan banyak sekali kejadian-kejadian tak terduga, bisa menguntungkan, bisa juga merugikan kita. Tapi satu hal yang pasti, apapun yang terjadi dalam hidup kita, dalam perjalanan hidupmu nanti, tetaplah bersyukur kepada Tuhan. Dan tetaplah menganggap bahwa kita selalu beruntung, karena Tuhan selalu di pihak kita untuk membantu kita, untuk memberi pelajaran berharga kepada kita. Karena itulah sepatutnya kita juga merasa bersyukur atas itu.

______

Begitulah makna cerita yang mama dapatkan dan mudah-mudahan kamu juga memahaminya dengan baik ya nak. Tenang, semua ini juga akan mama tetap ingatkan dan ajarkan kepadamu nanti, saat kamu sudah lebih memahami nilai-nilai kehidupan ini. Kita harus selalu bergandengan tangan untuk belajar bersama-sama ya.

#31weeks of Joy and Happiness

-aa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *