Books Review,  First Pregnancy,  Si Mungil Baca

Si Mungil Baca Buku #4 (seringkali, pikiranlah sumber penghambat terbesarmu)

Bacaan keempat si Mungil di baca oleh mama dari buku yang berbeda. Ini buku yang mama baru beli, buku preloved juga, ceritanya banyak, kumpulan cerita-cerita binatang gitu, ada dua buku. Mama senang karena banyak gambar berwarnanya dan juga ceritanya ga monoton dengan banyak tulisan. Ada pantun dan puisinya juga.

Bacaan atau judul yang mama pilih saat ini adalah “suara apa itu?” kisah tentang dua ekor landak yang ingin makan buah pir. Ceritanya sebenarnya sangat pendek, tapi maknanya sangat bagus dan buat mama juga punya kesadaran baru mengenai hal ini.

TENTANG CERITA

Saking pendeknya cerita kali ini, jadi bisa dibaca langsung di bukunya ya, ini foto-fotonya;

Halaman Pertama
Halaman Kedua

Singkat, padat dan sangat jelas kan. Tapi yang perlu digaris bawahi dari cerita di atas adalah, kalimat terakhir pada paragraf terakhir, yang mana menurut mama sangat sarat akan maknanya. Mama highlight ya:

“..tetapi jika mereka tidak begitu ketakutan, mereka akan tahu bahwa yang bersuara tadi hanyalah seekor Tikus tanah tua. Dan tentu mereka akan bisa menikmati buah-buah pir yang berjatuhan itu.”

Mama akan bagikan makna yang mama dapatkan dari pandangan mama membaca cerita ini ya, check this out;

Makna Cerita

si Mungil nendang happy banget waktu dibacain buku 🙂

Nak, suatu saat nanti kamu bisa saja menghadapi kondisi seperti cerita di atas. Akan ada skenario seperti itu di sela-sela perjalanan hidupmu. Di depan sana sudah sangat jelas terlihat tujuanmu, sudah sangat terasa besarnya peluangmu meraih harapmu. Tapi perlu kamu ketahui juga, saat seperti itu kadang juga akan ada godaan-godaan yang kalau kamu tidak bijak menghadapinya, kamu akan menyerah, berbalik arah dan meninggalkan peluang itu, sama seperti si Landak dan Egel.

Nak, di dunia sebenarnya banyak tersedia peluang-peluang baik, sebagai bala bantuanmu mencapai tujuan baik yang kamu harapkan. Namun, di balik peluang-peluang itu ada pula menyertai keraguan, ketakutan, belum lagi bisa jadi ada pengaruh-pengaruh dari yang lain yang membuatmu semakin ngeri mencoba kemudian cepat-cepat berbalik arah, meninggalkan tujuan baikmu yang sebenarnya sudah di depan mata. 

Seperti si Landak yang melewatkan peluang yang ada di depan matanya, ia lebih memilih untuk kabur dan meninggalkan peluang-peluang itu, karena mengira ada serigala. Padahal itu hanyalah ’kiraan’ saja. Ia tidak benar-benar memastikan bahwa itu adalah benar-benar suara serigala atau bukan. Di tambah lagi ia langsung percaya begitu saja dengan landak lainnya yang dengan sangat yakin bahwa itu serigala. Andai saja ia mencari tahu dulu dengan seksama dan menelaah kiraan landak lain dengan bijak, maka iapun akan dapat memakan buah pir yang lezat itu.

Nak, ketika itu terjadi padamu carilah kami, ceritakan segala keraguan dan ketakutanmu. Kami akan membantumu mengurainya agar terlihat lebih sederhana olehmu.

Nak, akan banyak sekali tantangan yang harus kamu hadapi nanti. Bisa berat bisa juga ringan. Ada yang bisa cepat teratasi, ada yang juga butuh waktu untuk menaklukkannya. Kami tidak bisa janjikan bahwa perjalanan yang kita lewati nanti akan selalu mudah, tapi kami janji selalu akan ada untukmu dalam kondisi apapun.

(membaca cerita ini membuat mama, yang mama juga sampaikan ke papa untuk tidak menjadi orang tua seperti itu. kami tentu akan berusaha nak, untuk sebisa mungkin tidak akan menyesatkanmu dalam perjalanan hidupmu).

Nak, saat menghadapi kondisi dan situasi seperti cerita di atas, ini pesan mama untukmu :

  1. Jangan tergesa-gesa dalam memutuskan sesuatu. Diam sebentar, amati dirimu, perasaanmu, pikiranmu, amati juga orang lain hingga keadaan disekitarmu. Itu akan bisa mengurai ketakutan atau ketidakpercayaan dirimu. Lama-lama mereka bisa mengabur dan hilang.
  2. Pilihlah untuk tetap maju untuk mencoba dari pada memilih untuk menyerah, lari membelakangi dan melupakan tujuanmu. Sekecil apapun peluangmu, ketika kamu berani mencoba, jawabannya pasti ada dua. Iya atau tidak. Bisa berhasil atau gagal. Tapi, jika kamu menyerah begitu saja dna meninggalkannya sebelum langkah pertamamu, jawabannya hanya ada satu. Sudah pasti, tidak. Kamu tidak berhasil sama sekali. Yang kedua ini akan bisa mendatangkan penyesalan yang mungkin bisa menetap seumur hidupmu. Penyesalan seperti ini rasanya sudah pasti akan membebanimu nak. Apalagi kalau ternyata tidak ada kesempatan kedua.
  3. Mendengarkan kata-kata orang lain yang berpendapat boleh-boleh saja. Tapi bukan berarti kamu harus mempercayainya 100% apalagi langsung menggunakannya mentah-mentah. Isi dirimu dengan banyak nilai-nilai dan wawasan. Tentu, mama dan papa akan sekuat tenaga membantumu mengisi tangki-tangki kosongmu itu naik. Dan kemudian pakai itu untuk menelaah apapun pendapat orang lain dan yang dunia suguhkan untukmu ya.
  4. Jika sudah sampai pada tujuanmu, ingat selalu bersyukur kepada Tuhan yang menyediakan dan memberi segalanya. Ingat juga berterima kasih kepada dirimu sendiri, karena sudah mau diajak bekerja sama, untuk mau berusaha keras, untuk bersedia mengayunkan tangan dan melangkahkan kaki dengan bijak dan juga penuh percaya diri.
  5. Hati-hati di jalan ya nak, dalam meraih apapun tujuan dan harapan baikmu di depan sana. Mama dan papa akan selalu bersorak menyemangati di pinggir lintasan kehidupanmu. Kami adalah suporter pertama dan yang akan selamanya mendukungmu. Ingat, ketika kamu jatuh, kamu masih bisa bangkit kembali, kamipun akan segera membantu tanganmu untuk kembali tegak.

Pikiran penghambat terbesar langkah kaki

Nak, tidak dipungkiri pikiranmu sendiri juga bisa melemahkan keyakinanmu untuk melakukan sesuatu. Sepanjang yang mama pahami, pikiranlah yang dapat menghambat segala potensi, peluang, kesuksesan bahkan bahagiamu. Ada rasa bimbang, ragu dan juga tidak percaya pada dirimu sendiri, semua itu berasal dari pikiranmu yang kadang malah menjadi penghambat terbesarmu. Banyak bayangan-bayangan masa depan yang jadi melemahkanmu lalu membuatmu bertanya-tanya mengenai banyak hal, termasuk kesanggupanmu sendiri.

Nanti dulu, emang bener begitu?

Kalau salah gimana?

Yakin?

Dan bla bla bla blaa,

begitu kata pikiran. Dan ia sudah pasti menghambat kaki dan tanganmu untuk bergerak, untuk maju mengambil langkah pertamamu, untuk mengerjakan apapun yang seharusnya lebih dulu kamu kerjakan.

Tapi nak, ada yang dapat mengalahkan si pikiran jahat ini, ia adalah KEMAUAN.

“... kalau kamu mau selalu mencoba,
Kalau kamu mau lebih lelah sedikit lagi untuk belajar,
Kalau kamu mau lebih lama sedikit lagi untuk mengadu dan mengeluh kepada Tuhanmu,
Maka pikiranmu akan menjadi lebih tenang dan membiarkan dengan ikhlas kaki dan tanganmu bergerak sesuka hatimu..”

Sekarang, apa masih ada kegelapan pikiran yang dapat menutup dan menghambat dirimu meraih harapanmu nak?

#30weeks of joy and blessed, karena punya kamu di dalam hidup mama nak. Sehat-sehat dan selalu nyaman, tenang happy di dalam perut mama ya nak. Sampai nanti kita ketemu di waktu yang tepat ya.

-aa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *