Books Review,  First Pregnancy,  Si Mungil Baca

Si Mungil Baca Buku #2 (perbedaan bukanlah penghalang)

Buku kedua masih dari Beatrix Potter, karena mama beli bukunya ini ada 12 buku. Hah, senangnya, dapatnya dengan harga terjangkau pula karena preloved dari salah satu penjual buku anak-anak favorite mama. Nanti akan di tag di IG aja yah.

Dari 12 buku itu sebenarnya mama sukanya ngacak aja, dan kali yang kedua ini maunya yang judulnya ”Kisah Johnny si Tikus Kota”, bagaimana ceritanya dan makna apa yang di dapatkan si Mungil (dan mamanya juga tentunya), check this out ya 😉

Tentang Cerita:

Cerita ini mengenai si Timmy (tikus desa) dan si Johnny (tikus kota). Suatu ketika, Timmy tanpa sengaja terbawa sampai ke kota karena terperangkap di keranjang sayur para pedagang yang menjual dagangannya ke kota. Setelah sampai di kota, Timmy merasa sangat-sangat ketakutan, ia juga kebingungan apa yang harus dilakukannya. Tempat itu sangat asing untuknya, banyak sekali bangunan tinggi dan besar, banyak sekali manusia-manusia asing yang dilihatnya, belum lagi mereka yang sepertinya menganggapnya musuh dan ingin menangkapnya dengan dibantu oleh si kucing yang sangat menyeramkan.

Timmy berusaha berlari kesana-kemari untuk melarikan diri dari kejaran kucing dan penglihatan si manusia. Hingga akhirnya, beruntung sekali ia akhirnya diselamatkan oleh Johnny. Johnny lalu membawa Timmy ke rumahnya, yang kebetulan pada saat itu Johnny dan teman-temannya sedang menyantap makanan malam mereka yang lezat.

Timmy mengikuti Johnny, dan ia menyadari bahwa ia dan johnny beserta teman-temannya yang lain sangatlah berbeda. Timmu dari desa, memiliki ekor panjang dan tubuh yang berbeda, serta saat itu ia berpakaian sangat lusuh. Sedangkan Johnny dan teman-temannya, mereka sangat tampan dengan setelan yang mewah, makanan yang terlihat lezat, ekor yang panjang dan tubuh yang bersih.

Walaupun banyaknya perbedaan di antara mereka, namun Johnny dan teman-temannya sangat menerima kehadiran Timmy, ia memperlakukan Timmy dengan sangat baik, memberikannya makanan, pakaian dan tempat tidur yang nyaman untuk beristirahat.

Sehari dua hari hingga 1 minggu kemudian, Timmy semakin tidak kerasan, dia bosan walaupun di kota ia tidak kekurangan makanan, memiliki teman-teman yang baik, dan berpakaian serta tempat tinggal yang juga nyaman. Namun, ia tetap ingin kembali ke desa. Ia lebih suka tinggal di desa.

Karena itulah Johnny membantu Timmy masuk ke keranjang kosong yang akan membawanya ke desa. Johnny berjanji akan menjenguk sahabatnya itu suatu saat ke desa.

Dan benar saja, suatu ketika Johnny tiba-tiba berada di desa, Timmy sangat senang dan mengajak Johnny berkeliling, memperkenalkan desa yang sangat dibanggakannya, memperlihatkan rumahnya di bawah tanah dengan jerami sebagai selimutnya di malam hari. Merekapun melakukan banyak hal-hal menyenangkan di desa. Namun ternyata, Johnnypun tidak kerasan, dia bosan berada di desa, dia selalu kaget dengan suara traktor, dan iapun tidak nyaman jika hanya tidur dengan beralaskan jerami. Akhirnya dia kembali ke kota. Ke tempat asalnya.

Namun, sampai saat ini mereka tetap berteman baik, dan saling mengunjungi sesekali. Mereka tetap menjadi sahabat walau terpisahkan oleh jarak dan tempat yang berbeda, kesukaan yang tidak sama, serta bentuk ekor dan tubuh yang berbeda.

Makna Cerita:

Si mama, dan mudah-mudahan si Mungil juga sangat suka sekali cerita ini. Dari cerita yang sederhana ini kami bisa mendapatkan makna dan pesan yang mendalam. Pesan dan makna yang sebenarnya ada dalam kehidupan sehari-hari namun jarang disadari juga oleh orang-orang. Dan melalui cerita sederhana ini kami kembali diingatkan akan beberapa hal:

  1. Perbedaan yang dimiliki setiap manusia bukanlah alasan untuk mengotak-ngotakkan kita. Tidak perlu membeda-bedakan dari bentuk badan, warna rambut hingga tempat tinggal dll.
  2. Sesama kita sebagai manusia, seharusnya sudah pasti harus saling menerima, membantu dan berteman. Apapun dan bagaimanapun perbedaan kita, kita adalah sama, yaitu sama-sama manusia yang memiliki hak yang sama.
  3. Jarak yang jauh, perbedaan-perbedaan yang sebanyak apapun tidak dapat menghalangi kita untuk berteman dengan siapapun. Tak ada halangan untuk si kaya berteman dengan si kurang mampu, tidak ada salahnya si yang berkedudukan tinggi, bersahabat dengan yang memiliki kedudukan lebih rendah. Perbedaan itu bukanlah sebagai alasan untuk mengotak-ngotakkan seseorang.

Namun, ingat juga ini ya nak,

  1. Jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang, namun kita juga harus menghargai perbedaan yang ada di antara kita sesama manusia dalam hal-hal tertentu.
  2. Setiap orang memiliki kesukaan, dan standar masing-masing, kita tidak bisa memaksakan apa yang kita sukai dan standar kita kepada orang lain.
  3. Bebaskan orang lain menentukan pilihan-pilihan mereka. Dimana mereka ingin tinggal, dan melakukan pilihan-pilihan yang lainnya.

Nak, saat kamu dewasa nanti, akan ada banyak sekali jenis manusia yang akan kamu temui. Sebagai individu yang terpisah, kita pasti memiliki perbedaan, namun jangan jadikan perbedaan itu sebagai penghambat dan penghalangmu untuk berteman, membantu bahkan menerima siapa saja di dalam hidupmu. Selagi mereka orang yang baik, tidak menjerumuskanmu ke hal-hal tidak baik, terima mereka dan berteman dengan siapa saja. Kehadiran mereka, walau sesingkat apapun, pasti membawa warna dan cerita untuk hidupmu, yang bisa kamu ambil maknanya untuk perjalanan kehidupanmu juga.

Nak, perbedaan itu pasti selalu ada, dengan kamu bisa menerimanya, kamu juga akan bisa menghargainya. Jangan memaksakan kehendak kita kepada orang lain, termasuk orang-orang terdekatmu. Mereka memiliki pilihan, kesukaan, standar hidup mereka masing-masing, begitupun kamu. Kamu memiliki kesukaan, pilihan dan standar hidupmu sendiri dan jangan biarkan yang lain tidak menghargai itu.

Ingat selalu pesan atau makna ini ya nak..

#26weeks of joy and love, Papa dan Mama sayang kamu, si Mungil 😉

-aa-

2 Comments

  • Hairstyles

    Good article. It is rather unfortunate that over the last 10 years, the travel industry has had to handle terrorism, SARS, tsunamis, bird flu, swine flu, along with the first ever real global tough economy. Through everthing the industry has really proven to be sturdy, resilient plus dynamic, discovering new strategies to deal with adversity. There are often fresh difficulties and the possiblility to which the marketplace must just as before adapt and react.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *