Books Review,  Si Mungil Baca,  Titik Terang

Si Mungil Baca Buku #12 (dari mana asalnya bayi?)

#18weeks waktu itu, adik Gading lagi aktif-aktifnya dan tendangannya kenceng banget. Beda sama si kakak Nai dulu yang tendangannya mungil sekali malah hampir ga berasa. Tapi walaupun begitu, dua-duanya bikin mama semakin HAPPY tentunya.

Halloo Gading, mama dan kakak Nai happy sekali rasain tendangan dari adik, semoga adik juga happy dan senang ya di dalam perut mama.

Buku kedua yang kami baca bertiga ini masih dari Clavis Indonesia. Karena waktu-waktu itu buku-buku clavis ini baru mendarat di rumah dan Nai lagi suka-sukanya buka buku-buku dari pembungkusnya ini.

Judul : Dari Mana Asalnya Bayi?
Penulis & Ilustrator : Pauline Oud
Penerbit : Clavis Indonesia
Bahasa / Jenis buku : Indonesia / Hardback 

Buku ini sebenarnya cukup berat karena ada catatan ‘pendidikan seksual untuk usia remaja’. Dan tentu mama tidak akan membahas sedetail buku ini saat membacanya bersama Nai. Karena, satu, Nai belum tertarik dengan bacaan yang panjang. Dua, Nai belum waktunya tahu sedetail itu cara bayi bisa berada di perut mama sampai bagaimana cara ia dilahirkan.

Sebenarnya pula buku dengan tema ini mama bayangkan akan membacanya dengan Nai minimal saat usia Nai 3 tahun hehehehe, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. No regret, mama selalu bersyukur karena Tahu waktu Tuhan adalah waktu yang terbaik.

Awal-awalnya saat mama buka buku ini, langsung amazed dan bilang ‘buku ini lengkap banget’. Buku ini bagus banget untuk dibaca usia remaja agar tahu pendidikan seksual sejak dini, karena dari buku ini kita jadi tahu dan paham mengenai asal bayi. Mulai dari proses terjadinya pembuahan, kemudian terbentuklah janin, bagaimana bayi makan dan minum di dalam rahim, bagaimana bayi dilahirkan, sampai pada cara membesarkan bayi setelah dilahirkan.

Aaduh, masak harus baca buku ini sih Nai? Tapi karena Nai bersikeras buka buku ini, jadi yaa hayuklah. Mama harus putar otak, dan akhirnya nemu ide.

Dari buku ini, mama ajak Nai untuk melakukan identifikasi, ini mama, ini papa, kakak, adik, opa-oma. Selain itu juga ada banyak sekali benda-benda yang bisa menambah kosakata Nai juga, seperti kue, jus, hewan peliharaan, susu, meja kursi dll. Kemudian mama kaitkan dengan realitanya, seperti Nai juga punya papa dan mama, dan juga akan segera punya adik yang masih diperut mama. Bersyukurnya, dengan usia Nai ini, Nai cukup paham apa yang mama katakan.

Namun, tujuan utama mama membaca buku ini adalah ‘memperkenalkan adanya bayi atau calon adiknya pada Nai”. Memang sedari awal juga saat tahu hamil, kami selalu bilang sama Nai, bahwa di dalam perut mama ada adik Gading. Bahwa nanti ia akan menjadi seorang kakak dengan ada adiknya. Hal itu kami selalu selipkan agar Nai tidak kaget, bingung apalagi merasa tersisihkan karena ada bayi lain yang juga akan menjadi fokus kami nantinya. Yang kami hindari adalah nantinya Nai akan merasa kurang diperhatikan, jadinya memperkenalkan calon adiknya sedini mungkin menjadi keharusan. Hah, sebenarnya nulis inipun mama mewek karena membayangkan nanti Nai dan Gading akan bertemu.

Nai, di perut mama ada adik Gading, cium dulu dong adiknya. Sayang-sayang yuk, elus-elus adik Gading ya”, begitu kami memperkenalkan sedari dini keberadaan calon adik Nai. Syukurnya Nai cepat sekali paham dan selalu excited untuk cium, peluk dan elus-elus perut mama.

——

Terlepas dari baca buku ini bersama Nai dan adiknya, mama ingin merekomendasikan buku ini untuk papa mama yang memiliki anak masuk usia remaja, buku ini jadi pilihan yang pas untuk mengenalkan pendidikan sex. Bahasanya yang ringan dan juga sederhana juga memudahkan anak untuk memahami konteksnya.

Akhir kata, rukun-rukun dan saling sayang ya nanti kalian, anak-anak mama papa. We love both of you so much 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *