Books Review,  Parenting,  Si Mungil Baca,  Titik Terang

Si Mungil Baca Buku #11 (aku bisa keluar dari cemas yang mengganggu)

#14weeksofpregnancy Gading, di tanggal 14 September 2023, yang baru ke update di tanggal ini, dimana Gading sudah lahir. Tidak apa-apa ya pastinya. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Hehehe. Ingat dulu waktu Nai usia 17 minggu di perut mama dan sudah berasa tendangan-tendangan mungilnya mama sudah mulai ajak baca buku cerita.

Sekarang saat hamil Gading, yang dimana usia Nai saat ini baru 15 bulan, jadi bertanya-tanya apa bisa ya bacain adik Made buku juga sama seperti Nai dulu. Heh, eng ing eng, here we are… bisa ternyata! caranya? Ya, ajak Nai baca buku juga!

Sebenarnya banyak banget buku yang kami baca (bertiga), dari awal-awal hamil, karena Nai kebetulan juga suka buku. Tapi saat-saat inilah yang benar-benar diniatkan saat menemani Nai baca, mama juga sambil elus-elus perut supaya adik Gading juga ikut berpartisipasi mendengarkan. Senengnya mama waktu itu, kadang si calon adiknya Nai ini pasti merespon dengan tendangan-tendangan yang mama artikan si kakak dan si calon adik ini sama-sama happy dengan kegiatan membaca cerita ini.

Hah, pembukaannya lumayan panjang ya guys, here we go. Buku apa sih yang kami baca kali ini? Ini dia:

Judul : Aku Bisa!
Penulis : Adam Ciccio
Ilustrator : Myriam Berenschot
Penerbit : Clavis Indonesia
Bahasa / Jenis buku : Indonesia / Hardback 

Cerita dari buku “Aku Bisa!” ini menceritakan seorang anak laki-laki bernama Andy, ia seorang anak laki-laki pemalu yang takut untuk mencoba melakukan hal-hal menyenangkan yang biasanya disukai oleh anak-anak lain pada umumnya, seperti memanjat, melompat, berlarian, main sepak bola dll. Andy hanya bisa memandang mereka ketika bermain. Ia tidak berani ikut bermain karena rasa cemasnya yang berlebihan yang selalu menghalangi.

Namun, bagusnya, Andy adalah anak yang cukup aware dan sadar dengan perasaan cemasnya itu dan ia ingin menghilangkan rasa cemasnya itu.

Ia bertanya pada Cindy si burung, Charlie si anjing, dan Clark si ular cara menghilangkan cemasnya itu. Ia sampai bersiul cuit-cuit seperti burung, menggonggong seperti anjing, dan berdesis seperti ular, mengikuti saran ketika hewan itu untuk menghilangkan cemasnya. Tapi, cemasnya tak kunjung hilang. Hingga akhirnya ia sampai di rumah dan bertemu ibu. Ibulah yang kemudian bisa membangkitkan keberanian dalam diri Andy dengan cara yang tepat dan benar. Bagaimana caranya? Check this out ya

Begini percakapan ibu dan Andy:
Ibu : Andy sayang kamu harus tahu bahwa rasa cemas itu adalah sebuah perasaan. Semua orang juga akan pernah merasa cemas, pada saat tertentu. Kamu hanya perlu menerimanya pada saat kamu merasakannya. Dan semuanya akan baik-baik saja.

Andy kemudian menangis terisak : Akan tetapi sangat sulit bu. Aku takut gagal dan takut kalau rasa takutku itu akan menjadi nyata. 

Ibu dengan sabar menjelaskan : Andy sayang, kamu juga bisa memilih untuk berpikir dan merasa berani. Satu-satunya orang yang percaya bahwa kamu akan gagal adalah dirimu sendiri. 

Andy : Ibu benar! Daripada merasa cemas dan takut gagal, aku juga bisa berpikir dan memilih untuk berani. Aku harus menghadapinya dan bukan menghindarinya. Meskipun aku terjatuh, aku akan mengusap air mataku, bangkit, dan mencobanya lagi. Terjatuh atau gagal merupakan tanda aku sudah mencoba hingga aku berhasil nanti. 

Ibu : betul! Jika kamu sudah berusaha semaksimal mungkin, kamu sebenarnya sudah menang! Kamu tidak perlu tinggal di rumah, pergi dan bermainlah di luar bersama teman-temanmu. Buat harimu menyenangkan! 

Setelah percakapannya dengan ibu, Andy kemudian bisa menemukan senangatnya kemudian berlari ke lapangan ikut bermain dengan teman sebayanya. Dia terus berpikir semua akan baik-baik saja dan terus mempercayai pikirannya.

Sekarang Andy sudah tidak memikirkan lagi cemasnya, ia MEMILIH untuk selalu berpikir positif dan berani untuk mencoba. Dan sejak saat itu, Andy bukan lagi Andy si pencemas, tetapi,

ANDY SI PEMBERANI!

Sebenarnya sudah tidak perlu lagi menurut pandangan mama ya, karena sudah sangat jelas tentang cerita dan maknanya. Tapi, mama akan sedikit sharing mengenai hal ini, saat mama baca buku ini bersama Nai, mama lebih banyak menonjolkan gambar-gambar yang ada, karena untuk anak usia 15 bulan seperti Nai, kurang tertarik dengan banyak tulisan. Tapi akan lebih fokus pada identifikasi benda, warna dll. Dari buku ini Nai bisa tahu identifikasi anjing, burung, ular beserta suara-suaranya. Nai juga jadi tahu bola, pohon, sapu dll. Selain itu mama juga mengajak Nai untuk identifikasi warna (baju, rumput, pohon) dll karena buku ini juga kaya dengan warna yang cerah dan menarik perhatian.

Nai cukup excited dengan ceritanya, tentu yang mama lakukan bukan dengan membaca tulisan yang banyak itu, tapi merangkumnya dengan bahasa yang lebih ringan, mudah dipahami Nai dan juga lebih pendek.

Misalnya, 
- Nai ini namanya Andy, hallo kakak Andy. 
- Ihh, dia takut naik ini, Nai berani ga?
- Ini namanya bola, ini prosotan, nai mau main ini? 
Kalau Nai nunjuk-nunjuk, mama akan langsung stimulasi dengan bilang, 
- oh itu apa Nai? Wah, bagus ya warnanya.
Biasanya Nai akan angguk-angguk, bukti paham dan bilang iya. 

Mama bersyukur sekali nemu buku ini dan baca sama-sama dengan Nai juga Gading yang saat itu masih ada di dalam perut mama. Oke, lets see ya Nai, nanti kita berproses bersama-sama untuk menghandle rasa cemas ini. Karena sejujurnya mama juga jadi tercerahkan dengan cerita ini karena juga masih berjuang banget-banget untuk mengatasi si cemas jahat ini.

Kita taklukkan sama-sama ya Nai, Gading. Kita pasti bisa! Memenangkan ini dan menjadi mama, Nai, Gading si pemberani dalam menghadapi dunia ini. Mama dan juga papa, selalu ada untuk kalian Nak. Nikmati apa yang dunia suguhkan dan berikan, atasi cemasmu dan jadilah berani. Ada banyak hal baik dan menyenangkan yang bisa kalian nikmati dalam perjalanan hidup kalian nanti. Papa mama selalu ada menjadi orang tua, sahabat dan pendukung tersetia untuk kalian.

Semoga cerita dari buku ini juga bisa menginspirasi papamama, dan kakak-adik di luar sana ya.
Salam,

Mama, Nai, Gading 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *