First Pregnancy,  Si Mungil Baca,  Titik Terang

Si Mungil Baca Buku #10 (sikap yang baik dalam melihat perbedaan)

Hai, anak mama, si Mungil, kita sudah baca 10 cerita lebih lho nak, ada yang hanya cerita ceria saja, pantun, atau puisi, ada juga cerita-cerita bermakna yang kemudian mama tuliskan di seri ini, semua nanti kamu bisa kembali membacanya dan menemukan maknanya di tulisan ini. Nanti kita baca sama-sama lagi ya nak.

Tentang Cerita

Cerita kali ini berjudul “Kaki Gajah” yang menceritakan bagaimana si Monyet yang bernama Mot, sangat penasaran mengenai kaki yang dimiliki oleh si gajah yang bernama Bona. Mereka duduk bersama di dalam satu kelas. Saat itu si Mot sangat penasaran bagaimana cara Bona bisa menulis, karena yang dia tahu dan yang dia lihat saat itu (dengan sembunyi-sembunyi) kaki Bona sangat besar dan terlihat sangat berat, Bona juga tidak memilih jari-jari.

Mot membandingkan kakinya dengan kaki Bona, sangat berbeda. Kaki Mot kurus ramping dan jarinya panjang-panjang.

Karena terus penasaran, Mot terus saja melihat ke arah kaki Bona dengan diam-diam, yang akhirnya diketahui juga oleh si Bona. Setelah takut-takut akhirnya Mot mengutarakan rasa penasarannya dan bertanya bagaimana cara Bona menulis dengan jari-jari kakinya.

Bukannya marah, Bona malah tertawa dan meminta Mot untuk melihatnya sendiri nanti setelah pak guru datang. Penasaran Mot terjawab saat pak guru datang dan meminta semua siswa menulis nama mereka di buku tulis.

Bona ternyata menulis dengan belalainya bukan dengan jari-jarinya. Mot melihat tulisan Bona, kecil-kecil dan bagus. Setelah tulisan itu dinilai oleh guru, ternyata Bona mendapatkan nilai yang paling bagus. 

Dan sejak saat itu, Mot tidak lagi mengejek kaki Bona yang besar.

Makna Cerita

Nak, ini juga salah satu pelajaran berharga yang mama dapatkan dari Appa dan juga Ammamu, dan mama juga ingin membaginya denganmu agar kelak kamu juga memiliki nilai-nilai baik ini dihidupmu yang bisa kamu pakai untuk bekal dalam perjalanan hidupmu.

Nak, jangan sekali-sekali (dan ini memang hal yang tidak perlu dilakukan) memandang, mengomentari, meremehkan apalagi sampai mengejek keadaan fisik orang lain, yang kamu rasa ternyata sangat berbeda dengan yang kamu miliki. Kamu harus tahu nak, itu hanya akan menyakiti hati orang lain, dan juga memiliki kemungkinan akan mempermalukan dirimu sendiri.

Sudah jelas, yang seperti biasa mama tahu, saat kita hanya berkomentar, itu hanyalah karena kepo atau penasaran atau malah hanya basa basi saja. Nak, walaupun kamu hanya bertujuan untuk basa-basi, pilihlah basa basi yang tidak menyakitkan, yang tidak terdengar arogan apalagi sampai merendahkan orang lain dan dirimu sendiri tentunya.

“jadilah orang yang memiliki pikiran positif dan baik untuk dirinya dan orang lain, kemudian mengutarakannya dalam bentuk lisan, untuk membantu melegakan, membuat tersenyum bahkan menghilangkan sedih dan amarah orang lain. Jika tidak ada hal positif yang dapat terkatakan oleh mulutmu, maka nak, pilihlah untuk diam.” - mamanya si Mungil 

Nak, yang namanya sekedar berkomentar, sudah pasti tidak melewati pemikiran yang matang, apakah baik dikatakan? Apakah tidak menyakiti? atau apakah kata-kata itu penting untuk meningkatkan sukacita diri sendiri dan orang lain? Nak, karena tak melewati hal-hal itu, biasanya juga tidak akan memberi manfaat apapun untuk kita apalagi untuk orang lain. Apalagi komentar yang berhubungan dengan keadaan fisik orang lain.

Nak, Tuhan menciptakan kita manusia sudah pasti berbeda-beda, baik dari fisik, keadaan mental, spriritual, bahkan sosial ekonomi. Tidak ada yang sama percis setiap manusianya, baik antara orang tua-anak, antar saudara, bahkan sesama saudara kembarpun pasti Tuhan ciptakan ada saja perbedaannya.

Mama meyakini tujuan dari itu semua agar kita belajar saling menghargai setiap perbedaan yang ada yang kita temui dalam perjalanan hidup kita. 

Sudah jelas ya nak, agar kita bisa saling menghargai, bukannya saling meremehkan, apalagi saling mengejek dan menunjukkan bahwa kita melebihi yang lain. Jangan sampai nak, kita malah jadi membandingkan apa yang kita miliki dengan kepunyaan orang lain. Semua itu bukan seutuhnya punya kita, tapi atas kemurahan pemberian Tuhan yang sudah pastipun hanya dititipkan pada kita. Kalau kita tidak pandai bersyukur dan menjaganya dengan baik, maka Tuhan tidak memiliki kesulitan apapun untuk segera mengambilnya kembali.

Tujuan lain adanya perbedaan pada setiap kita adalah, agar kita bisa tahu dan menyadari bahwa ada banyak cara Tuhan menunjukkan kuasanya. Tuhan pun ingin mengajari kita dengan menunjukkan sesuatu yang lain, yang berbeda dari orang lain. 

Seperti halnya si Mot, yang tahunya menulis hanya menggunakan jari-jari tangan saja. Sedangkan kemudian dia tahu, Bona si gajak tidak menulis menggunakan jari-jari tangan melainkan menggunakan belalainya. Dan walaupun tidak menggunakan jari-jari (mungkin hal biasa yang kita tahu), menggunakan belalaipun tidak menyusahkan Bona dalam menulis, bahkan sebaliknya, Bona mendapatkan nilai paling bagus dari gurunya karena tulisannya kecil-kecil, bagus dan rapi.

Dari pengalaman itu, Tuhan mengajarkan kita melalui si Mot dan Bona, bahwa walaupun teman kita berbeda dengan kita, belum tentu ia tidak bisa melakukan sesuatu seperti yang kita lakukan, bahkan akan ada yang malah memiliki kemampuan yang melebihi kemampuan kita dalam melakukan satu hal. 

Karena itu sudah pasti, kita harus saling menghargai, saling menghormati, bahkan saling bekerja sama dalam melakukan sesuatu, agar kita mampu sampai pada tujuan baik kita bersama-sama. 

Nak, dalam perjalanan hidupmu kelak, kamu akan menemukan banyak sekali jenis manusia yang sudah pasti berbeda-beda dari kamu dan dari satu sama lainnya. Ada yang memiliki jenis rambut yang berbeda, ada juga yang memiliki tinggi yang tak sama. Bahkan ada juga akan yang akan melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dengan kita, dikarenakan kemampuan atau keadaan fisik yang berbeda dengan yang kamu miliki.

Mungkin ia adalah disabilitas yang harus menggunakan tongkat saat berjalan, atau mengambil sesuatu dengan kakinya karena ada kekurangan di tangannya. Atau bisa saja, teman sebangkunya menulis dengan tangan kiri sedangkan kamu menulis dengan tangan kanan.

Kamu selalu memiliki banyak pilihan baik nak, dan kamu pun memiliki kebebasan untuk memilih respon seperti apa yang bisa kamu tunjukkan. Yang pasti pesan mama, respon baik itu BUKAN meremehkan apalagi mengejek.

Sebagai penutup tulisan mama, ini adalah respon-respon baik yang bisa kamu pilih untuk merespon segala perbedaan yang kamu temui di perjalanan hidupmu nanti (papa juga menyelipkan pesannya untukmu) :

  1. Hargai dan hormati setiap perbedaan
  2. Menerimanya sebagai keberagaman yang indah
  3. Tidak membeda-bedakan dan mengotak-ngotakkan seseorang dengan perbedaannya
  4. Berteman dengan siapa saja, karena sudah pasti ada maksud Tuhan dalam setiap pertemuan
  5. Bantu dan berikan pertolongan dengan tulus saat diminta karena perbedaan atau kekurangan orang lain
  6. Tidak membandingkan keadaan diri sendiri dengan orang lain
  7. Hindari komentar basa basi mengenai keadaan fisik, mental, sosial ekonomi, agama dan ras orang lain yang berbeda dengan kita

______

Nak, semoga pesan dari cerita ini bisa kamu resapi dengan baik dan tanamkan di hati ya. Sebagai bekalmu dalam menjalani kehidupan ini 🙂

-aa-

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *