Books Review,  First Pregnancy,  Si Mungil Baca

Si Mungil Baca Buku #1 (berani itu bagus, tapi berani saja tidak cukup)

Buku pertama yang di baca si mungil adalah Kisah Benyamin Kelinci, buku ini dari Beatrix Potter yang kemudian di adaptasi dan diubah bahasanya ke bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama.

Tentang Cerita:

Kisah Benyamin Kelinci ini dimulai dari Benyamin melihat Peter yang sedang menangis seorang diri karena baju dan sepatunya diambil oleh Pak Mcgregor. Karena tidak ingin melihat sahabatnya menangis, Benyamin kemudian memutuskan untuk membantunya mengambil kembali baju dan sepatunya yang dijadikan orang-orangan sawah untuk mengusir burung-burung di kebun pak Mcgregor.

Awalnya Peter tidak ingin mengambilnya karena ia takut ketahuan oleh pak Mcgregor, kemudian ditangkap olehnya, atau bahkan bisa dibunuh. Peter sangat takut jadi dia meminta Benyamin untuk mengantarnya pulang. Namun Benyamin tidak menyetujui usul Peter, dengan penuh semangat ia membujuk Peter untuk ikut bersamanya. Akhirnyapun Peter menyetujui dan ikut bersama Benyamin, itu karena Benyamin juga mengatakan bahwa ia melihat pak Mcgregor dan istrinya baru saja pergi dan tidak ada di kebun.

Dengan berani dan penuh keyakinan Benyamin berjalan memasuki kebun pak Mcgregor, diikuti oleh Peter yang sebenarnya masih takut-takut. Di sepanjang jalan mereka melihat kebun bawang dan selada yang terhampar luas dan menggiurkan. Benyamin mengambil dan membungkusnya dengan kain yang dibawanya. Peter ketakutan namun ikut mengambil beberapa sambil berjaga-jaga.

Akhirnya mereka berhasil mengambil baju dan sepatu Peter lalu keduanya keluar dari kebun, karena dari kejauhan sudah terdengar suara mobil pak Mcgregor dan istrinya sudah datang. Karena mereka lari dengan kencang ada beberapa bawang dan selasa yang terjatuh. Belum lagi ada kucing yang berusaha mengejar mereka sehingga mereka harus bersembunyi di bawah keranjang. Bersyukur ayah Benyamin datang dan menyelamatkan mereka.

Akhirnya mereka bisa kembali kerumah masing-masing dengan selamat.

Makna Cerita:

Anakku, yang masih di dalam perut mama, si Mungil. Ini pesan mama untukmu ya Nak!

Menjadi pemberani memang sangat bagus, tapi nak, menjadi berani saja tidaklah cukup. Ada hal-hal lain yang juga harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Saat kamu akan melakukan sesuatu, baik itu untuk dirimu sendiri atau bahkan untuk menolong orang lain yang dalam kesusahan. Berani bertindak bukan berarti harus langsung bergerak begitu saja, perlu adanya pemikiran-pemikiran terlebih dahulu, perlu adanya pertimbangan-pertimbangan yang matang. Mama sangat bangga kalau nantinya kamu berani mengambil satu keputusan kemudian berani juga mencoba melakukannya, tapi sebelum itu, yuk kita cari tahu dulu hal-hal ini ya nak,

  • Tahu dengan jelas tujuan yang ingin kamu capai. Tetapkan tujuan dengan jelas, seperti cerita di atas ”mengambil kembali baju dan sepatu Peter” fokuslah hanya dengan tujuan itu nak. Jangan kemudian di tengah jalan menjadi berubah atau malah melenceng, seperti Benyamin yang malah mengambil selada dan bawang (jangan ditiru ya, keburukan yang dilakukan oleh orang lain, tidak harus kita balas dengan keburukan juga)
  • Tahu dengan pasti situasi dan tempat yang akan dihadapi. Ada apa saja di sana, jalannya seperti apa, rintangan dan penghalangnya seperti apa, dan sebagainya.
  • Boleh juga mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi kemudian menyiapkan solusinya. Seperti cerita di atas, ternyata ada kucing penjaga yang tidak di antisipasi oleh Benyamin dan Peter, sehingga mereka hampir saja tertangkap dan di makan oleh si kucing.
  • Setelah semua itu, lakukan dengan berani! Seperti Benyamin dan Peter yang dengan berani mengambil kembali baju dan sepatunya, yang mana itu adalah kepunyaannya.

Nak, apapun yang nantinya ingin kamu lakukan, lakukanlah dengan diawali pemikiran dan pertimbangan yang matang kemudian lakukan dengan sangat berani. Tidak ada yang perlu kamu takutkan nak, karena kamu sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang. Kalaupun mungkin saat dalam perjalananmu ternyata ada sesuatu yang terlewat olehmu sehingga ‘menganggu’ perjalananmu, tetaplah jangan takut. Tetaplah memiliki keberanian yang mula-mula kamu punyai.

Selalu ingat ini ya nak, ada papa dan mama yang akan selalu ada tidak jauh dari lintasan perjalanan hidupmu mencapai tujuanmu. Kami selalu berdiri di sana, menjadi suporter terbesarmu, menjadi penyemangatmu saat lelah dan akan selalu siap meraih tanganmu saat kamu terjatuh.

Kalau nantinya ternyata kami tidak terlalu terlihat olehmu, tetap percaya diri nak. Kamu selalu bisa mengandalkan dirimu sendiri. Dan terlebih dari itu nak, selalu ingat dan yakin bahwa TUHAN selalu beserta di setiap langkah dan ayunan tanganmu. Doa kami akan selalu menyertaimu, sehingga Tuhanpun akan selalu mendengar dan mengabulkannya.

Inilah pesanku untukmu anakku, si Mungil yang masih berada dalam perut mama. Yang keberadaannya sudah sangat jelas mama rasakan dan selalu membuat mama tersenyum penuh syukur atas kehadiranmu.

#24weeks of joy and love, Terima kasih Tuhan, terima kasih Nak!

-aa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *