Note to Self,  Parenting,  Tumbuh Kembang

Setiap Anak Unik, Jangan Dibanding-bandingkan

Papa mama, pernahkah mengamati tingkah laku anak? Saat memperhatikan perilaku anak, kita akan menemukan banyak perbedaan. 

Ya, setiap anak pasti memiliki perkembangan yang berbeda-beda dengan anak lainnya. Jadi papa mama, penting sekali untuk tidak membanding-bandingkan perkembangan anak dengan yang lainnya. 

Materi di buat oleh Ayu Andini, Psikolog

Namun ya ada juga papa dan mama yang masih tetap saja membandingkan anaknya dengan anak orang lain. Kadang kalimat membandingkan itu diucapkan dengan sadar dan sengaja, katanya anak memang harus diperlakukan seperti itu sesekali agar melek dengan kenyataan. Kadang ada juga papa dan mama yang sebenarnya tidak menyadari bahwa kalimat yang diucapkannya adalah kalimat membandingkan yang sudah pasti tidak baik untuk diucapkan di depan anak. 

Ya, apapun itu tetap saja papa dan mama harus benar-benar memperhatikan perilaku dan ucapan kepada anak-anak ya. Hal itu kita lakukan toh juga untuk kebaikan mereka dan kita sendiri sebagai orang tua. 

Yuk, mulai dengan ucapan-ucapan membangun untuk perkembangan anak yang lebih maksimal dan optimal ke depannya. Toh yang untung juga orang tuanya. 

Papa mama, ini menjadi renungan ya.

Kalimat-kalimat yang diucapkan baik dengan sengaja ataupun tidak yang terdengar membandingkan anak, memiliki pengaruh besar dan dampak negatif lho untuk anak-anak kita. 

Coba simak poin-poinnya di bawah ini:

  • Anak jadi tertekan, apalagi sering mendengar kalimat “dia aja bisa, masak kamu enggak.”
  • Anak jadi tidak mengembangkan kemampuan yang dimiliki, tapi hanya akan berusaha menyamai orang lain.
  • Motivasi rendah untuk melakukan sesuatu
  • Anak tumbuh tanpa tahu dan melihat apa kemampuan yang dimilikinya sendiri
  • Anak merasa dirinya lebih buruk dari orang lain, sehingga ia tidak memiliki kepercayaan diri
  • Anak bisa stres karena dipaksa melakukan suatu kemampuan yang belum dikuasainya. Kita sebagai orang dewasa saja pasti akan bingung dan perlu adaptasi dulu dengan tuntutan yang tidak familiar sebelumnya. Apalagi kalau dibawah tekanan, pasti juga akan stres. Apalagi dengan anak-anak.
  • Anak tidak memiliki sukacita dalam menjalani hidupnya. 

Setiap anak itu unik, istimewa, dan berbeda, begitu juga dengan kecepatan perkembangannya. Materi kali ini akan membahas mengenai kenapa ya hal itu terjadi. Check this out:

Setiap anak memiliki potensi/bakat yang berbeda 

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Ada yang berbakat di bidang seni, ada yang lebih berbakat di bidang olahraga. Ada anak yang memiliki potensi lebih besar di bidang matematika, ada juga yang memiliki potensi besar di bidang bahasa.

Tugas papa dan mama adalah mencari tahu dan memahami kelemahan dan kelebihan yang dimiliki anak. Sehingga dapat menentukan cara yang tepat untuk menarik potensi yang ada hingga mencapai hasil yang maksimal. 

Hal-hal yang harus diperhatikan orang tua :

Untuk anak yang lebih kecil, orang tua berperan penting membantu anak mengenali potensinya. Perhatikan dan dampingi kegiatan belajarnya, berikan kegiatan pengayaan serta dorong anak untuk berkomitmen mengembangkan potensinya.

Bagi anak yang sudah besar, dan mulai bisa diajak diskusi, libatkan anak dalam pengenalan potensi diri dan target pencapaian pengembangan potensinya. 

Apabila papa dan mama melihat anak memiliki potensi yang besar namun pencapaiannya belum maksimal, maka bisa mencari alternatif cara yang tepat agar dapat mencapai hasil yang lebih baik.

Penting:

Terkadang orang tua tidak menyadari, memaksa untuk menarik potensi mereka dengan cara memberikan anak-anak latihan dan stimulasi yang berlebihan sehingga anak menjadi tidak menikmati waktu belajar mereka. Dengan begitu hasil yang didapatkan juga jadi tidak maksimal. 

Setiap anak memiliki minat/kesukaan yang berbeda

Selain potensi dasar, minat yang berbeda juga menjadi faktor mengapa perkembangan setiap anak berbeda. Bahkan anak kembarpun belum tentu memiliki kesukaan dengan hal yang sama. 

Papa dan mama tentu tidak bisa memaksa anak untuk memiliki minat yang sama dengan orang tuanya. Tapi papa dan mama bisa mengarahkan dengan mengenalkan berbagai aktivitas kepada anak dan lihat anak menyukai dan tertarik dengan aktivitas yang mana. 

Penting:

Melakukan aktivitas yang sesuai dengan minat anak akan membuat ia lebih happy dan tidak terpaksa melakukannya sehingga hasil yang di dapat juga akan lebih optimal. 

Setiap anak memiliki gaya/cara belajar yang berbeda

Papa dan mama harus tahu dan memahami bagaimana dan apa gaya belajar yang cocok untuk anak. Pelajari cara dan gaya belajar anak kemudian arahkan dengan aktivitas-aktivitas yang sesuai. 

Ada 4 gaya/cara belajar anak, yaitu: VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK & TAKTIL

Penting:

Memakai gaya belajar yang tepat akan mempermudah anak dalam menyerap informasi dari aktivitas yang dilakukan sehingga hasil yang didapat juga jadi maksimal. 

Cara pendampingan dan dukungan orang tua yang berbeda 

Kecepatan perkembangan anak juga dipengaruhi oleh bagaimana orang tua mendampingi dan memberikan dukungan kepada anak.

Ada orang tua yang acuh tak acuh dengan anak, meyakini bahwa “anak akan bisa ketika sudah waktunya.” Padahal ada anak juga yang membutuhkan stimulasi lebih banyak dari anak yang lainnya karena keterbatasan yang ia miliki. 

Penting:

Pendampingan dan dukungan orang tua juga harus PAS. Dukung anak sesuai dengan kebutuhannya bukan kebutuhan orang tua. Dampingi ia untuk melakukan sesuatu sesuai dengan minatnya dan juga bakat serta potensi yang ia miliki. 

______

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *