Parenting,  Titik Terang,  Tumbuh Kembang

Peran Psikolog Klinis Terkait Kesehatan Mental Anak & Remaja

Sebelum mempelajari mengenai peran psikolog klinis, kita sebaiknya lebih dulu diingatkan mengenai apa itu Psikologi. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mental dan perilaku manusia. Baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungan. Psikologi tidak hanya mempelajari mengenai mental dan perilaku manusia dewasa, tapi anak-anak dan remajapun bisa memperoleh manfaat dari psikologi ini.

Sedikit berbeda dengan psikolog yang menangani klien dewasa, psikolog anak dan remaja membutuhkan bantuan dari orang tua, orang terdekat anak, bahkan guru saat melakukan asesmen kepada anak. Anak-anak cenderung tidak bisa menjelaskan dengan tepat dan rinci mengenai permasalahan yang dihadapinya baik itu yang dirasakannya secara mental dan fisik. Orang tua dan guru dapat membantu menjelaskan saat dilakukan wawancara dan observasi oleh psikolog, sehingga informasi yang didapatkan akan lebih terperinci.

Selain itu anak-anakpun bahkan remaja kebanyakan mengalami kesulitan menyelesaikan beban psikologis yang dihadapinya seorang diri. Sehingga dalam menjalani proses intervensinya pun perlu bantuan dari orang tua, guru atau tenaga profesional lainnya. Biasanya psikolog anak akan bekerja sama dengan dokter anak, psikiater, guru, terapis wicara, terapis perilaku, fisioterapi dan okupasi sehingga didapatkan penanganan yang holistik, sehingga kesejahteraan dan kesehatan mental anak juga jadi tercapai dengan lebih baik dan maksimal.

Seperti orang dewasa, anak-anak dan remajapun berhak mendapatkan layanan untuk meningkatkan kesehatan mentalnya. Peran orang tua lagi-lagi sangat dibutuhkan sebagai orang terdekat yang dapat lebih dulu mendeteksi adanya indikasi masalah kesehatan mental pada anaknya. Selain itu, manfaat lain seorang anak pergi ke psikolog adalah sebagai tindakan pencegahan. Orang tua bisa segera mengajak anak untuk bertemu dengan psikolog jika menilai ada kondisi atau situasi yang berpotensi mengganggu mental anak.

Anak bisa jadi membutuhkan bantuan psikolog, bila:

Mengalami masalah tumbu kembang, seperti keterlambatan bicara, motorik dan lain sebagainya.

Mengalami masalah akademik yang bisa diakibatkan karena tidak fokus, kesulitan dalam menerima pelajaran. Juga bisa karena ingin mengetahui bakat atau potensi dan juga minat anak. 

Mengalami masalah emosi seperti sering sedih dan putus asa, mudah marah, reaksi cenderung berlebihan terhadap situasi tertentu, trauma dan juga mengalami kecemasan.

Mengalami masalah perilaku, seperti perubahan pola makan dan tidur, jadi menyendiri, dan terlibat aksi kekerasan.

Memiliki masalah perkembangan seperti ADHD, hambatan intelektual, autisme, disleksia, dan masalah komunikasi. 

Adanya masalah kondisi kesehatan mental termasuk depresi, kecemasan, fobia, gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan gangguan pascatrauma (PTSD) karena bencana alam, kecelakaan dan sebagainya.

Stres terkait dengan perubahan besar dalam hidup seperti bullying, perceraian, pindah sekolah atau ke kota yang baru.

Anak yang mengalami masalah keluarga seperti perpisahan orang tua, KDRT

Penyintas pelecehan baik seksual, fisik, emosional serta penelantaran

Anak yang memiliki gangguan kesehatan atau penyakit kronis.

Apa saja peran dari Psikolog anak dan remaja:

Psikolog anak dan remaja berperan dalam menangani permasalahan psikologis dari usia anak-remaja yaitu dari usia 0-18 tahun.

Psikolog juga berperan membantu melakukan evaluasi tumbuh kembang, memberikan arahan stimulasi kepada orang tua, melakukan pendampingan pada anak dalam menghadapi tekanan atau masalah mental yang mempengaruhi kehidupan.

Selain itu, Psikolog juga dapat menilai kondisi mental anak dan memberikan diagnosis serta menawarkan solusi dan intervensi jika ditemukan masalah, antara lain lain lewat terapi.

Tes psikologi untuk anak juga bisa diberikan oleh psikolog untuk menambah informasi mengenai keadaan anak. Tes psikologi untuk anak berbeda dengan orang dewasa dan diberikan secara individual. Pendekatannya juga berbeda.

Jenis-jenis tes psikologi anak:

  1. Kecerdasan. Tes ini untuk mendeteksi atau menilai perkembangan anak dalam hal intelektual, bahasa, komunikasi dan penalaran verbal.
  2. Prestasi. Mengukur kemampuan anak dalam hal membaca, menulis dan matematika.
  3. Memori dan perhatian. Mengukur kemampuan anak dalam mengingat, menalar sesuatu, juga dalam berorganisasi. Dapat juga untuk mengidentifikasi anak dengan ADHD.
  4. Perkembangan emosional, sosial dan perilaku. Tes psikologi diberikan untuk mengevaluasi kepribadian sehingga dapat memeriksa masalah kecemasan, depresi, masalah sosial atau permasalahan lain yang membuat anak mengalami kesulitan dalam berinteraksi di rumah dan di sekolah atau di lingkungan lainnya.

Kolaborasi:

Psikolog anak dan remaja bersama dokter anak melakukan diagnosis dan evaluasi mengenai tumbuh kembang anak. Untuk meningkatkan kesehatan mental anak dan remaja, psikolog juga merujuk dan berkonsultasi dengan anggota tim perawatan kesehatan pasien seperti dokter anak, psikiater, dan para terapis.

Referensi:
Royal College of Paediatric and Child Health UK. Child Mental Health-sub-specialty 
American Psychological Association. diakses tahun 2022. clinical child and adolescent psychology
Https://raising children.net.au/guides/a-z-health-reference/psychologist

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *