Note to Self,  Titik Terang

Menjadi Teman untuk Seseorang yang Ingin Bunuh Diri

Oleh : Ayu Andini, M.Psi., Psikolog

Topik ini terpikirkan bertepatan dengan World Mental Health Day (WMHD) pada tanggal 10 oktober 2022 kemarin. Sebenarnya materi ini sudah dituliskan sebelum tanggal 10, tapi baru kemudian sempat di upload. Sebenarnya juga, selain itu, baru terpikirkan juga bahwa aku (sedikit) tertarik dengan topik ini. Bunuh diri. Ada beberapa buku yang ternyata kubaca belakangan ini terkait dengan depresi berat, self harm hingga bunuh diri ini. Walau sebenarnya banyak sekali waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu buku saja, tapi tetap di cicil untuk mencari tahu sedikit kekepoan itu.

Ada beberapa hal yang kemudian akan kubagikan di tulisan ini, siapa tahu sebagai kesadaran baru bagi kita yang sebenarnya berada di tengah-tengah teman, keluarga, bahkan orang terdekat dengan kita yang memiliki kecenderungan ingin bunuh diri atau pernah mencoba untuk melakukannya.

Sebelumnya, saat aku masih kuliah dulu, sering sekali aku dengar ada idol Korea (dulu masih sangat update dengan KPop ini) yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Ada yang menyayat pergelangan tangannya, meminum racun hingga gantung diri. Keanehannya adalah mereka terlihat baiksaja. Di depan kamera

Ngeri? Iya. Padahal saat itu aku adalah mahasiswa psikologi, dan sekarang setelah memiliki pengalaman selama 6 tahun menjadi psikolog, kengerian itu menjadi satu trigger bagiku untuk mendalami topik ini, di tambah lagi beberapa klien yang sebenarnya memiliki kecenderungan melakukan ini. Bersyukurnya ia segera mencari bantuan psikolog. Lalu bagaimana kalau tidak?

Penyebab seseorang memiliki keinginan bunuh diri

Percobaan bunuh diri adalah situasi ketika seseorang melakukan sesuatu untuk mengakhiri hidupnya. Bisa dengan berbagai cara yang biasanya didapatkan dengan cara mencari tahu di internet atau mendapatkan insight dari cerita-cerita orang lain. Situasi ini dipicu karena seseorang sedang mengalami permasalahan dalam hidupnya yang menurutnya sangat berat dan tidak tahu cara atau jalan untuk keluar dari keterpurukan itu.

Keinginan bunuh diri biasanya tercetus karena seseorang memiliki masalah yang sulit diatasi. Sehingga membuatnya kehilangan harapan dan terpikir bahwa bunuh diri adalah satu-satunya cara sebagai jalan keluarnya. Selain itu juga dikatakan bahwa bunuh diri merupakan suatu upaya atas rasa putus asa untuk melepaskan diri dari penderitaan atau beban yang tidak tertahankan.

Data WHO menyebutkan angka yang fantastis, yaitu 700.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Angka itu tidak termasuk korban yang gagal melakukannya. Itu artinya ada 1 kasus bunuh diri terjadi setiap 40 detik. Dan pada tahun 2019, bunuh diri merupakan penyebab kematian terbesar ke empat dalam rentang usia 15-29 tahun.

Banyak faktor yang mempengaruhi percobaan bunuh diri ini, seperti:

  • Menderita gangguan mental seperti gangguan bipolar, depresi berat, skizofrenia
  • Akibat dari kasus bullying atau perundungan di sekolah, tempat kerja, bahkan di rumah dan lingkungan lainnya
  • Penyalahgunaan NAPZA
  • Kecanduan minuman keras atau alkohol
  • Adanya perubahan yang mendadak dalam hidup, seperti baru saja kehilangan harta benda, pekerjaan, jabatan, orang terdekat, perceraian dll
  • Sedang menderita penyakit berat seperti kanker
  • Adanya keluarga yang juga pernah melakukan bunuh diri atau percobaan bunuh diri
  • Sebagai korban dari kekerasan seksual

What To Do If You Think a Person Is Having Suicidal Thoughts

Kita tidak bisa menprediksi kematian yang dikarenakan oleh bunuh diri, tapi kita bisa mengidentifikasi seseorang yang memiliki resiko lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri. Jadi, sudah pasti kita harus segera mengambil tindakan dan ajak mereka segera mendapatkan bantuan profesional untuk menyelamatkannya.

ASK / BERTANYA

Tanyakan secara langsung mengenai pikiran bunuh dirinya. Hal ini tidak akan membuat pikiran bunuh dirinya menjadi semakin matang atau meningkat, tapi sebagai bentuk cara untuk kita mendapatkan informasi dalam mengidentifikasi seberapa kuat seseorang memiliki pikiran untuk membunuh dirinya sendiri.

Do : 
- Apa kamu memiliki pemikiran bunuh diri?
- Apa kamu memikirkan untuk mengakhir hidup?
- Apa sebelumnya kamu pernah mencoba menyakiti dirimu sendiri?
- Apa kamu berpikir untuk menyakiti dirimu hari ini?
- Pernahkah kamu memikirkan cara-cara yang mungkin bisa kamu pakai untuk menyakiti diri?
- Apa kamu punya obat atau senjata di rumahmu? 
Don’t :
- Kamu kenapa bisa mikir gitu? Ga baik lho mikir gitu. 
- Apa sih masalahmu? Jangan gitulah, masih banyak lho yang lebih susah dari kamu. 
- Kamu itu kuat lho, masak gara-gara masalah gitu aja jadi cemen gini?

Dengan bertanya secara langsung kita juga jadi tahu tingkat resiko bunuh diri seseorang. Menentukan tingkat resiko ini bisa dengan pertanyaan-pertanyaan di atas yang menggambarkan 4 hal, yaitu: NIAT (apa kamu memiliki keinginan bunuh diri), RENCANA (apa kamu sudah punya rencana untuk mengakhiri hidupmu), SARANA (dengan cara apa dan bagaimana kamu mengakhiri hidupmu), WAKTU (kapan waktu yang kamu tentukan untuk mengakhiri hidupmu).

Kita harus menganggap serius segala ancaman dan upaya bunuh diri. Jika seseorang pernah memiliki riwayat bunuh diri sebelumnya, itu merupakan faktor resiko terkuat seseorang melakukan tindakan bunuh diri lagi.

Mulailah percakapan dengan hangat dari hati ke hati. Buka percakapan dengan kalimat yang menunjukkan empati kita, seperti ”apa karena ada masalah ini kamu terpikir mengakhiri hidup?”. Pada saat bertanya usahakan dengan nada suara yang lembut dan tidak seperti menilai atau menjudge temannya ya.

LISTEN & LOOK / DENGARKAN & LIHAT

Sebagai pendamping atau teman seseorang yang ingin melakukan bunuh diri, kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi pendengar yang baik. Menjadi pendengar yang baik juga berarti kita harus menyiapkan tenaga dan juga waktu kita untuk mendengarkan dengan seksama dan tidak terburu-buru.

Do : 
- Dengarkan dengan seksama dan hadir penuh secara fisik dan mental 
- Selalu ada  menjadi pendengar cerita dan keluhan yang disampaikan
Don’t :
- Tidak buru-buru memberi nasehat
- Tidak mengabaikan, seperti sambil bermain hp, melakukan pekerjaan yang lain, atau mengobrol dengan orang lain
- Tidak meremehkan setiap cerita yang disampaikan 
- Tidak membandingkan 
- Tidak menghamiki 
- Tidak menyalahkan 

Validasi perasaan teman yang sedang menceritakan keluh kesahnya. Pahami kesedihan yang ia rasakan, bisa tunjukkan dari mimik wajah dan sikap tubuh bahwa kita memang benar-benar peduli dan mengerti perasaan dan pikirannya. Kalimat seperti berikut ini bisa disampaikan agar teman kita bisa merasa dipahami dan dimengerti oleh kita,

Aku tahu ini sangat menyakitkan. Kamu boleh sedih dan menangis kalau itu bisa membuatmu lebih tenang dan lega. Jangan khawatir ya, aku disini kok buat selalu dukung dan temenin kamu. Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?

Dukungan yang lainnya juga bisa dilakukan dengan tunjukkan kepedulian dengan selalu ada dan mengecek teman kita. Namun sebelum itu kita harus menanyakan dengan cara seperti apa yang membuatnya nyaman. Seperti apakah kita bisa menanyakan kabar dan keadaannya dengan menelpon, wa atau sms atau video call atau berkunjung kerumahnya. Kapan waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya, apakah saat pagi hari, siang, sore atau malam hari. Dan seberapa sering kita bisa mengecek atau menanyakan keadaannya.

Selain itu kita juga bisa mengajaknya mendiskusikan harapan dan motivasi untuk ke depannya. Penyebab bunuh diri terbesar adalah kehilangan harapan (hopeless). Sehingga dengan membicarakan harapan-harapan dapat membantunya dalam menemukan kembali arti hidup. Yakinkan bantuan akan selalu ada dan pemikiran bunuh diri hanyalah sementara. Hal ini akan membuatnya bangkit sedikit demi sedikit dari keterpurukan dan mulai kembali menata dan melanjutkan hidupnya.

Jadikan diri kita tempat cerita yang nyaman dan aman untuk teman yang memiliki kecenderungan ingin mengakhiri hidupnya. Kita juga bisa mengajaknya pergi menonton bioskop, makan malam di restoran atau pergi ke tempat-tempat sejuk yang bisa lebih menenangkan pikiran.

American Association of Suicidology membuat akronim yang bisa digunakan sebagai alat pengingat mengenai TANDA/SINYAL peringatan yang mengidentifikasikan bunuh diri, yaitu dengan istilah jembatan kedelai IS PATH WARM? Akronim ini bisa dipakai oleh psikolog atau orang lain secara general untuk melihat apakah teman, keluarga atau klien kita memiliki kecenderungan ingin mengakhiri hidupnya.

I — ideation (pembentukan ide awal atau keinginan untuk mati). Bisa ditunjukkan dengan mengancam akan bunuh diri, atau sering berbicara/menuliskan keinginan untuk bunuh diri, membahas tentang keinginan menyakiti diri atau bahkan sering membahas kematian, atau sering mengucapkan kalimat perpisahan. 
S — substance abuse (penyalahgunakan substansi). Ditunjukkan dengan penggunaan yang meningkat atau berlebihan NAPZA dan alkohol. 
P — purposelessness (ketiadaan tujuan). Ditunjukkan dengan seseorang yang sudah tidak memiliki alasan untuk hidup. Ia mengatakan bahwa sudah tidak memiliki tujuan, harapan dan minat untuk melanjutkan hidupnya. 
A — anxiety (kecemasan). Menunjukkan perilaku agitasi, insomnia dan gangguan panik, cemas dan depresi.
T — trapped (perasaan terperangkap). Seseorang merasakan bahwa tidak ada jalan keluar atas permasalahan yang terjadi. 
H — hopelessness (keputusasaan). Adanya perasaan putus asa untuk melanjutkan hidupnya. Terlihat dari performa yang menurun drastis dalam melakukan kegiatan di sekolah dan di tempat kerja. 
W — withdrawal (penarikan diri). Seseorang menunjukkan perilaku menarik diri dari lingkungannya. Ia sudah tidak bisa dan tidak berminat untuk melakukan sosialisasi-interaksi dengan teman, keluarga dan lingkungannya. 
A — anger (kemarahan yang tidak terkontrol). Seseorang menunjukkan kemarahan yang tidak bisa ia kontrol dan juga keinginan untuk membalas dendam kepada orang lain. 
R — recklessness (kecerobohan). Seseorang melakukan tindakan-tindakan yang beresiko dan tidak berpikir panjang terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. 
M — mood change (perubahan suasana hati). Adanya perubahan suasana hati yang tiba-tiba/dramatis. Misalnya merasa sangat senang dan tenang, sesaat setelah merasa sangat sedih.  

Selain di atas beberapa hal ini juga patut dijadikan sinyal atau tanda seseorang teridentikasi melakukan bunuh diri:

  • Ada riwayat melakukan percobaan bunuh diri
  • Memberikan barang-barang berharga miliknya ke orang-orang terdekat
  • Menunjukkan perilaku merusak diri, self harm, tidak makan, mandi dan tidur.
  • Melakukan sesuatu yang dapat membahayakan dan menyebabkan kematian, seperti mengebut di jalan raya.
  • Berpamitan dengan keluarga dan membuat surat wasiat.
  • Menyimpan pil-pil berbahaya dan senjata api.

ACT / LAKUKAN TINDAKAN

Ajak dan temani mencari bantuan profesional. Berikan pengertian kepadanya bahwa ia sudah memerlukan pertolongan dari psikolog atau psikiater. Temani ia mendatangi psikolog atau psikiater agar ia merasa aman dan nyaman. Simpan dan catat callcenter untuk penanganan cepat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bisa dengan mengucapkan kata-kata di bawah ini :

”Aku akan selalu ada disini menemani dan mendengarkanmu. Tetapi aku rasa pergi ke psikolog atau psikiater dapat membantumu lebih baik lagi. Aku temani ya.”

Selain itu tindakan nyata yang dapat kita lakukan adalah dengan menyingkirkan obat-obatan dan senjata berbahaya di dekat orang yang memiliki kecenderungan bunuh diri.

Tanda, gejala dan sinyal yang muncul dapat berbeda dari orang satu dengan yang lainnya. Sebagian orang lebih memilih untuk menyembunyikan keinginannya untuk bunuh diri, tapi sebagian juga ada yang dengan sengaja menunjukkan keinginannya itu.

Pencegahan Percobaan Bunuh Diri

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya keinginan untuk bunuh diri, yaitu:

  • Menjalani pengobatan dan psikoterapi jika seseorang mengalami gangguan mental, seperti depresi dan penyalahgunaan NAPZA
  • Mencari dukungan dengan bercerita kepada teman terdekat, kerabat atau keluarga mengenai permasalahan yang sedang dialami
  • Menjalani pengobatan yang diperlukan jika mengalami penyakit yang dapat memicu keinginan bunuh diri
  • Mendatangi tenaga profesional untuk konseling kelompok, sehingga mampu bercerita kepada orang lain yang mengalami hal yang sama, sehingga juga dapat mencari solusi bersama.
  • Ingat, dan harus selalu diingat bahwa keinginan bunuh diri hanya bersifat sementara dan dapat ditangani dan di terapi
  • Selalu menerapkan pola hidup yang sehat. Seperti mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, rutin berolahraga, istirahat yang cukup dan berlatih untuk mengelola stress dengan lebih tepat dan efektif.

______

Menjadi teman dari seseorang yang ingin mengakhir hidupnya tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ibaratnya, kita sebagai individu saja juga memiliki permasalahan dalam hidup, lalu harus lagi menjadi teman bagi mereka yang memiliki permasalahan, bahkan ada keinginan bunuh diri pula, pasti sangat berat dan membutuhkan komitmen kita yang tidak main-main. Menjadi teman bagi mereka tidak mudah, jika salah melakukan sesuatu dan berbicara maka bisa membuat gangguan mereka tambah parah. Jadi harus benar-benar hati-hati ya dan komitmen juga harus besar ya.

Referensi:
National Institute of Mental Health. Suicide Prevention 
Gerald A. et al.2007.is path warm? A suicide assesment mnemonic for counselor 
Berardelli, l.et al.(2018).Lifestyle intervention and prevention of suicide. Frontiers in psychiatry. 9.pp.567
Raypole, C.Healthline. (2020). My friend is talking about suicide. How can i help?
World Health Organization (2021).Home. suicide 
American Psychological Association.(2021).Suicide. struggling with thought of suicide. 
http://www.extention.umn.edu/youth/mn4-H/projects/healthy-living/health/helping-friends.in.trouble-stress-depression-and-suicide/.
http://suicideline.org.au/worried-about-someone/supporting-someone-after-a-suicide-attempt 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *