Parenting,  Tumbuh Kembang

Manfaat Meronce Bagi Anak

Haii mampap, ketemu lagi di bahasan mengenai parenting. Kali ini aku pengen sharing mengenai manfaat meronce bagi anak.

“meronce? permainan apa itu tante?” begitu mama atau papa bertanya saat mengantarkan anaknya terapi atau konsultasi. Saat aku mengatakan bahwa ada permainan yang memiliki banyak manfaat dan dapat dikreasikan sendiri oleh orang tua dengan media atau alat-alat yang juga gampang didapatkan dan terjangkau pastinya, tapi memiliki banyak manfaat untuk anak-anak.

Apa itu meronce?

Meronce adalah kegiatan atau aktivitas yang bisa dilakukan oleh siapa saja, baik itu kita sebagai orang dewasa ataupun anak-anak. Meronce adalah aktivitas menguntai atau menyatukan benda-benda yang memiliki lubang kemudian disatukan menggunakan benang atau tali. Memasukkan benang atau tali kedalam lubang-lubang benda yang diinginkan bisa dengan bantuan jarum ataupun tidak. Hasil akhir dari aktivitas ini berupa cincin, gelang, kalung hingga bisa juga ikat pinggang.

Sedangkan menurut Pamadi, meronce merupakan menata dengan bantuan mengikat komponen dengan seutas tali. Dengan teknik ini seseorang akan memanfaatkan bentuk ikatan menjadi lebih lama dibanding dengan benda yang ditata tanpa ikatan.

Meronce bisa menggunakan berbagai bahan, seperti kertas origami yang berwarna warni, plastik, bisa dari sedotan, atau stick es krim yang sudah tidak dipakai, bisa juga dengan tanah liat, manik-manik dan bahan alam lainnya yang mudah sekali ditemukan disekitar kita dan anak-anak. Tak perlu yang mahal, asalkan dapat dibuatkan lubangnya kemudian di jalin atau ditata dan diikat dengan tali atau benang.

Manfaat kegiatan meronce bagi anak

Mampap, meronce tidak hanya sekedar menjalin sesuatu, tidak hanya sekedar memasukkan benang atau tali kedalam lubang benda kemudian menyatukannya membentuk sebuah benda. Ternyata meronce memiliki banyak manfaatnya. Karena hal inilah kegiatan meronce menjadi salah satu kegiatan yang wajib aku lakukan saat melakukan terapi kepada anak-anak. Saat kegiatan ini dilakukan berulang dengan konsisten, baik yang kulakukan di kantor ataupun di rumah yang dilakukan oleh orang tua, perkembangan anak menjadi jauh lebih baik di dalam berbagi aspek. Berikut akan kujelaskan mengenai manfaatnya ya mampap.

Meningkatkan fokus dan konsentrasi

Pada saat meronce anak membutuhkan konsentrasi dan fokus yang baik, ia harus berkonsentrasi memasukkan benang atau tali kedalam lubang benda yang bisa berukuran besar sampai pada ukuran yang sangat kecil. Lubang benda dan ukuran benda dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak dan juga usianya. Selain itu dalam kegiatan meronce anak diminta fokus dan konsentrasi mengingat instruksi diawal sebelum memulai aktivitas. Misalnya, anak diminta untuk memasukkan benang kedalam benda tertentu, bisa manik-manik dengan tulisan angka atau huruf di atasnya. “ayo sekarang ronce manik-manik huruf a” begitu instruksi yang bisa diberikan.

Melatih daya ingat

Pemberian instruksi tertentu sebelum anak memulai aktivitas meronce dapat meningkatkan daya ingatnya. Misalnya, mampap meminta anak untuk meronce berpola tergantung warna atau bentuk atau jenis bendanya. Berikut jenis-jenis instruksi yang dapat diberikan kepada anak. (1). Ayo ronce dengan pola warna merah-kuning-hijau-merah-kuning-hijau ya; (2). Sekarang ronce dengan pola bentuk segitiga-lingkaran-segitiga-lingkaran; (3). Kamu boleh ronce gajah-kelinci-gajah-kelinci saja ya. atau masih banyak lagi jenis instruksi berpola yang dapat diberikan diawal untuk melatih daya ingat anak.

Sebagai stimulan kesiapan membaca pada anak

Saat meronce dan kita memberikan instruksi berpola kepada anak misalnya pola warna, pola bentuk atau benda-benda tertentu ini akan membantu anak juga dalam mengenali pola-pola dalam membaca. Karena suatu kata dalam bacaan terdiri dari rangkaian huruf-huruf yang berjajar rapi sesuai pola tertentu. Diawal anak mungkin akan meronce secara acak saja, apalagi kita yang masih membebaskannya untuk menjalin apa saja. Namun jika kita berikan instruksi dengan pola tertentu anak juga otomatis akan belajar mengenai pola. Misalnya, ia harus memasang merah dulu kemudian biru, atau lingkaran dulu baru segitiga atau bisa juga memasang bunga dulu kemudian bijinya.

Meningkatkan kemampuan kognitif

Melalui aktivitas meronce kita dapat melatih kognitif anak juga lho mampap, anak-anak bisa menambah wawasannya dengan kosakata yang beragam mengenai identifikasi warna, bentuk, pola-pola tertentu, ataupun mengenai konsep jumlah. Akan menjadi lebih menarik juga bagi anak untuk melakukan identifikasi dengan benda-benda yang beragam dan dengan warna warni juga. Misalnya, kita ajak anak untuk membuat gelang bentuk-bentuk. Anak akan belajar mengenai beragam bentuk, mulai dari lingkaran sampai bentuk hati, ovale atau bentuk lainnya. Begitu juga yang lain. Kita juga bisa mengajarkan anak mengenai angka atau huruf, misalnya, “ayo kita ronce huruf a-z ya,” atau “hari ini kita akan membuat kalung dengan angka-angka, dari angka 1-30 berurutan, sekarang ambil dulu angka 1, mana ya?”. Mampap juga bisa mengajari anak untuk berhitung, setelah selesai meronce anak diminta untuk menghitung pelan-pelan jumlah benda yang sudah dironcenya sebelumnya.

Selain itu, anak dapat belajar memahami berbagai macam perintah atau instruksi yang diberikan dengan tingkat kesulitan perintah itu sendiri. Bisa dengan hanya satu perintah saja, misalnya, ayo kita pasang warna merah saja ya. Atau bisa juga dengan dua perintah sekaligus, misalnya, kita akan pasang warna merah dan biru. Dan bisa juga dengan dua perintah yang berbeda, misalnya, sekarang ambil warna merah dan biru kemudian dironce ya. Anak akan terlatih mengenal dan memahami jenis-jenis perintah yang mana ini juga akan meningkatkan kemampuan kognitifnya.

Melatih koordinasi mata dan tangan

Saat meronce, anak membutuhkan kontak mata yang baik, ia akan mencari-cari benda yang diminta sebelumnya ditumpukkan benda-benda lain, kemudian menggunakan kedua tangannya untuk memasukkan benang atau tali kedalam lubang benda tersebut. Anak juga harus benar-benar melihat lubang yang terdapat di benda sehingga bisa memudahkannya memasukkan bendanya. Selain itu, mampap juga bisa meminta anak berhitung benda dengan menunjukkan dengan jari, disana akan berperan koordinasi antara mata, mulut dan juga jari dalam menunjuk benda. Koordinasi yang bagus, maka ketiganya akan sinkron.

Melatih kesabaran, ketelitian, ketekunan dan pemecahan masalah

Sejalan dengan konsentrasi, anak juga dapat melatih kesabaran, ketelitian dan ketekunan pada saat melakukan aktivitas meronce. Anak diminta duduk tenang, kemudian teliti dalam mengambil benda yang menjadi instruksi sebelumnya kemudian melakukannya sampai selesai, sampai semua benda terjalin menjadi satu dengan bantuan benang dan tali membentu sebuah benda yang memiliki makna. Kesabaran dapat dilatih ketika anak memasukkan benang kedalam lubang benda, butuh kesabaran dan ketelitian agar benda dapat masuk dengan mudah. Jika anak-anak kurang sabaran dan tidak bisa duduk tenang maka akan sulit baginya memasukkan benang yang kecil kedalam lubang yang kecil.

Dengan meronce anak juga bisa berlatih mengenai pemecahan masalah. Ia harus memutar bentuk-bentuk sehingga lubangnya terlihat dan sejajar dengan benang, agar benang bisa masuk dengan tepat dan mudah. Anak juga harus mendorong dan menarik ujung benang setelah melewati lubang kemudian menyatukan benda-benda itu dengan yang lainnya. Untuk menjadi sebuah benda yang indah, menarik dan bermakna, anak harus melewati usaha-usaha agar dapat mencapainya, disanalah anak belajar mengenai problem solving dan proses berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.

Melatih motorik halus

Selain bisa untuk stimulan kegiatan membaca, meronce juga bisa diberikan untuk persiapan menulis yang mana butuh kekuatan dan kelenturan otot-otot jari dan tangan. Meronce membutuhkan kelincahan tangan dalam mengambil benda yang diminta kemudian memasukkannya ke dalam benang satu persatu. Semakin sering anak melakukannya, maka akan semakin mudah anak melakukannya, dengan begitu otot tangan anak juga menjadi semakin kuat. Ini akan sangat bagus untuk mempersiapkan anak-anak kita dalam kegiatan menulis, karena butuh kekuatan tangan khususnya jari-jari dalam memegang dan memainkan pensil dan pulpen.

Melatih imajinasi dan kreatifitas anak

Kita juga bisa membebaskan anak untuk berkreasi sendiri mengenai benda-benda apa yang akan dibuatnya. Misalnya membuat kalung dengan manik-manik bunga, dengan warna merah saja atau dengan banyak perpaduan warna. Dari sana kita bisa lihat bagaimana imajinasi dan juga kreatifitas yang dimiliki anak. Susunan benda-benda atau bentuk-bentuk atau bahkan warna-warna bisa jadi tidak kita duga sebelumnya. Namun semakin sering ia meronce maka anak juga akan terlatih untuk melihat mana bentu atau warna yang indah menurutnya. Ia juga bisa mengganti-ganti atau mencoba-coba mengganti dengan manik-manik lain agar menghasilkan hasil karya yang indah menurutnya.

Melatih komunikasi anak

Setelah meronce anak bisa diminta untuk menceritakan hasil ronceannya. Jika ia meronce dengan imajinasi dan kreatifitasnya sendiri, anak bisa diminta untuk bercerita mengapa ia memilih bentu atau warna tertentu dan membuat benda tertentu. Dari sana kita dapat melihat bakat dan minat anak menuju kearah mana, dan bisa melatih anak untuk mengutarakan apa yang disukainya dan diinginkannya tanpa paksaan dari orang lain.

Mungkin menurut mampap atau teman-teman yang membaca artikel ini, masih ada lagi maafaat yang lain, feel free untuk menambahkan atau sharing ya.

Manfaat meronce sudah kita bahas ya mampap, lalu bagaimana seharusnya mampap dalam menemani anak melakukan aktivitas meronce?

  1. Untuk melatih kesabaran anak, mampap harus sabar lebih dulu. Diawal-awal akan kesulitan dalam meminta anak untuk duduk tenang, apalagi anak yang super aktif, tetap sabar dan tenang dan lakukan konsisten, dan bertahap ya. Jika belum sampai selesai, minimal target meronce dengan jumlah tertentu dapat terpenuhi. Kemudian tingkatkan lagi targetnya sampai anak bisa duduk tenang dan fokus sampai selesai.
  2. Berikan instruksi yang jelas, dengan kata-kata yang tidak bertele-tele ya mampap. Agar anak dapat dengan mudah memahami instruksinya dan tidak merasa terbeban juga dengan instruksi yang jelimed dan terkesan panjang, padahal yang kita minta ia harus memasukkan benda ke dalam benang.
  3. Temani, berikan contoh, dan jangan salahkan anak jika ia belum bisa dengan mudah memasukkan benang ke dalam lubang benda. Tarik nafas yang panjang dan latih anak pelan-pelan. Hindari kata-kata “aduh, masak gitu aja ga bisa sih,” ya mampap.
  4. Berikan apresiasi dan pujian saat anak bisa memasukkan benang kedalam benda, apalagi sampai selesai dan anak bisa membuat gelang atau kalung dengan imajinasi dia sendiri ataupun dengan instruksi yang kita berikan diawal.
  5. Mampap bisa menyediakan manik-manik yang disukai anak, agar anak juga lebih tertarik untuk melakukan aktivitasnya. Bisa juga ajak anak memilih media apa yang diinginkannya.

Selalu semangat dalam melatih si kecil ya. Dan yang lebih penting serta utama yang harus kita lakukan sebagai orang tua kepada anaknya adalah SEDIAKAN WAKTU kita untuk mereka. Kita tidak tahu kapan kita akan berpisah dengannya, yang paling penting berikan waktunya diwaktu-waktu yang penting baginya, agar anak juga bisa menjadi pribadi yang baik dan tangguh saat kita tidak ada disisinya kelak.

Kita selalu bisa!

-aa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *