God is Good,  Short Story,  Titik Terang

Inspirasi untuk Logo Ruang Konsultasi Titik Terang | belajar dari si SEMUT

Nama TITIK TERANG ini sudah ada sejak 2018, namun belum benar-benar ada maksud untuk bikin logo pakemnya, bahkan untuk bikin ruang konsultasinya secara mandiri saja tidak pernah kepikiran sama sekali.

Yes bener, segala sesuatu pasti ada waktuNya dan penyertaan Tuhan memang sempurna di dalam WaktuNya yang pas dan terbaik. Di akhir tahun 2022 dan di awal tahun 2023 ini pakemlah kemudian logo titik terang ini dan terwujudlah juga (mulai dengan perlahan), Ruang Konsultasi Titik Terang yang akan kurintis secara mandiri. Ternyata butuh waktu 6 tahun ya?!

Sempat maju mundur memang, takut-takut untuk memulai sendiri, apalagi di kota yang belum terlalu gaung untuk kesehatan mentalnya. Tapi bersyukurnya semua mendukung dan mulailah langkah-langkah kecil ini untuk membuat jejak pondasinya. Semoga semakin hari akan menjadi semakin kokoh.

Memulai sendiri, ternyata asik-asik membingungkan, susah-susah gampang, banyak perintilan-perintilan yang harus dibuat, disediakan dan dipikirkan sendiri. Tapi, seni dan serunya ya disana, yang penting selalu bilang sama diri, ‘it’s okay, pelan-pelan saja!

Mulai dari alat-alat tes, buku terapi atau konsultasi, informed consent, mainan, alat-alat terapi dan sampai pada logo ini. Yes, LOGO. Yang satu ini paling menguras banyak energi hati dan pikiran. Bahkan sebenarnya sudah ada sejak 6 bulan yang lalu.

Mau bikin logo! Ternyata tidak berhenti disana, deretan pertanyaannya kemudian, mau bikin bentuknya seperti apa? Maknanya gimana? Warnanya apa saja? Dan banyak lagi, karena setelah pertanyaan demi pertanyaan itu terjawab, kemudian ada lagi pertanyaan lanjutannya. Ya, segalau dan sebingung itu ternyata, hanya untuk membuat logo saja. Ternyata bikin logo saja cukup berat dan jadi beban tersendiri.

Tapi masak mau nyerah? Baru bikin logonya aja lho, untuk ke depannya tentu akan semakin membingungkan, galau dan juga tidak mudah pastinya. Jadi, kuputuskan untuk memikirkannya lebih pelan agar benar-benar yakin dan pas semuanya.

Akhirnya, di awal 2023 ini ketemulah bentuk dan makna yang aku rasa sudah pas dan aku yakin untuk memakai itu seumur hidupku untuk Ruang Konsultasi Titik Terang ini. Berawal dari paraf yang kemudian setelah dilihat-lihat ‘kok mirip sesuatu ya?’ Tapi apa? Pita? Tunas?

OOHH, INI SEMUT!

Berawal dari sana kemudian mulailah mencari-cari hal-hal tentang semut ini. Dan nemulah kemudian bejibun artikel yang dengan judul ‘filosofi semut’ atau ‘belajar hal baik dari semut’ dan masih banyak lagi. Yang kemudian dari banyak artikel itu aku simpulkan beberapa makna yang pas untuk makna dari logo titik terang yang kudapatkann inspirasinya dari semut.

#1 Semut tidak pernah menyerah

Bagaimanapun kita berusaha untuk menghalangi jalan semut, ia pun akan selalu berusaha untuk mencari jalan yang lain untuk mencapai tujuannya. Semut tidak akan menyerah pada jalan yang tertutup, ia akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah, atau mengelilinginya.

Begitupun sebaiknya kita sebagai manusia bisa belajar hal ini dari semut. Tentu kita harus punya waktu untuk istirahat di kala lelah, tapi tidak mudah menyerah lain lagi ceritanya. Pantang menyerah, sebelum melakukan usaha yang maksimal. Kita juga bisa berusaha mencari jalan lain, pintu terbuka yang lain dengan cara-cara mencari tahu dan mencoba.

#2 Semut selalu bersalaman saat bertemu dengan temannya

Saat semut berjalan berlawanan arah dan bertemu dengan semut lain, ia akan seperti berciuman atau bersalaman, seperti saling menyapa.

Hal ini pula yang menjadi harapan dari Ruang Konsultasi Titik Terang, bahwa kita harus menyadari kita butuh orang lain untuk mencapai tujuan kita. Atau sekedar menjadi teman cerita sampai teman berfikir. Kita mungkin sedang memiliki kesulitan, atau sedang tidak nyaman akan sesuatu, akan lebih tepat kemudian kita berusaha menyelesaikannya.

Kadang ada hal-hal yang tidak bisa kita atasi sendiri, kita butuh orang lain, teman bahkan tenaga profesional, sebagai teman kita mencari pola atau menunjukkan pandangan atau jalan lain bahkan menjadi cermin atas diri kita.

Belajarlah dari semut mengenai hal ini, mereka selalu sadar bahwa penting untuk membangun kerja sama dengan orang lain, penting untuk merawat silaturahmi, dan juga kesadaran ini membuat kita lebih aware bahwa pergi ke profesional saat kita mengalami ketidaknyamanan terhadap perasaan dan pikiran adalah hal yang wajar dan seharusnya dilakukan.

#3 Sifat semu adalah selalu berusaha, kerja terus, ketekunan dan ulet namun ia juga melakukan segala sesuatu, SEMAMPUNYA.

Dari filosofi dan kebaikan semut ini kita belajar bahwa mereka tidak pernah diam. Selalu bergerak untuk menggapai tujuannya seperti mencari, menemukan, dan mengumpulkan sumber makanan.

Kita sebagai manusia bisa belajar mengenai melakukan usaha terbaik dan maksimal yang kita punya. Tekun dan ulet dalam menggapai tujuan bahkan dalam menyelesaikan tantangan yang ada.

Benar, kita harus berusaha sekuat dan semaksimal yang kita bisa, ya semampunya kita sudah pasti. Jika sudah diluar kemampuan yuk kita istirahat dulu ya. Dan sudah pasti juga kita harus diam sejenak saat lelah, istirahat sebentar untuk kembali mengisi tenaga sebelum bergerak atau berusaha kembali.

#4 Semut tidak pernah memikul beban sendiri

Jika semut tidak kuat memikul beban sendiri, ia akan mengajak temannya, ia selalu menjalin kerja sama atau meminta bantuan pada temannya.

Begitu pula kita, kita sebagai manusia tentu tidak bisa hidup sendirian, kita butuh manusia lainnya juga. Perlu diakui, diterima dan disadari bahwa saat beban kita terlalu berat dan kita tidak bisa memikulnya sendiri lebih lama, carilah teman, carilah profesional untuk membantumu.

Janji ya! Kamu berhak kok melakukannya.

#5 Semut menganggap semua musim panas adalah musim dingin.

Semut mengumpulkan makanan mereka untuk musim dingin, di musim panas. Hal ini dapat dikatakan bahwa semut sudah memikirkan jauh ke depan dan sudah mengumpulkan kebutuhan yang dibutuhkan di masa yang akan datang. Semut bekerja keras di masa sekarang, karena ia memikirkan masa di depan sana sehingga berusaha untuk melakukan sesuatu agar di masa yang akan datang apa yang dibutuhkannya sudah ada dan dimilikinya.

Dari filosofi ini kita bisa belajar bahwa kita perlu mawas diri untuk memikirkan hal-hal yang ada di depan. Makanya kita perlu bertanya pada diri, kita mau jadi apa 1 tahun ke depan, atau 5-10 tahun lagi. Pemikiran ini akan membuat kita melakukan usaha-usaha terbaik kita dihari ini untuk kemudian kita bisa nikmati di masa yang akan datang dengan tujuan-tujuan yang telah kita tetapkan di saat ini.

#6 Semut ternyata memberikan manfaat bagi sesamanya.

Semut tidak menghabiskan makanannya sendiri, ia membagikannya kepada semut lainnya. Begitu juga kita sebagai manusia, kita bisa sharing atau berbagi kepada sesama kita mengenai apapun. Namun sebelum kita berbagi dengan yang lain, ayo kita isi dulu diri kita sendiri ya. Supaya modal kita bisa lebih banyak untuk juga bisa berbagi dengan yang lain.

______

Kemudian, dari filosofi dan hal-hal baik dari semut itulah yang kemudian memberikan inspirasi kepada Ruang Konsultasi Titik Terang, dimana kami berharap,

Siapa saja yang masuk ke dalam ruang konsultasi Titik Terang ini bisa menjadi seperti semut. Tidak pernah menyerah untuk mencapai titik terang dari segala kesulitan, tantangan, beban dan kebingungan yang sedang dilanda. Semoga kesadaran bahwa selalu ada pintu terbuka dan masih ada jalan lain, menjadi hal yang utama.

Kesadaran-kesadaran yang lain adalah bahwa tidak apa-apa saat kita tidak baik-baik saja, jadilah seperti semut yang selalu semangat, gigih, dan ulet dalam mencapai tujuannya. Tapi selain itu juga paham dan sadar bahwa segala sesuatu harus dilakukan semampunya diri. 

Tidak apa-apa membutuhkan bantuan dan itu sangat wajar dan normal untuk dilakukan. Kita adalah manusia, dan sebagai manusia tentu kita punya batas kemampuan, maka meminta bantuan orang lain untuk ikut membantu memikul, menjadi cermin, pemberi saran dan juga pandangan baru hingga menjadi teman berfikir adalah hal yang menjadi hak sekaligus kewajiban untuk dilakukan. 

Kita butuh orang lain dalam menjalani hidup, iyes itu benar. Karena itu kita juga kemudian bisa berbagi atau sharing kembali kepada sesama atau orang lain. Entah itu ide, semangat, kelegaan atau yang lainnya. Sharing is caring, ingat itu ya. 

Hal lainnya yang menjadi harapan kami adalah, kita bisa belajar dari semut yaitu bisa mawas diri dan bisa berpikir jauh ke depan. Jadi membuat kita tahu tujuan apa saja hidup kita dan bagaimana kita bisa meraihnya. 

______

Dengan makna itu dan harapan-harapan yang terkandung di dalamnya semoga Ruang Konsultasi Titik Terang ini bisa menjadi wadah yang memfasilitasi teman-teman untuk selangkah demi selangkah menuju titik terang, kemudian bersukacita menikmati cahayanya.

Semoga kami selalu bisa membantu dan lebih banyak lagi memberi manfaat.

Salam, Ayu Andini, M.Psi., Psikolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *