Note to Self,  Titik Terang

Comfort Zone, Bikin Nyaman tapi Bisakah Bertumbuh?!

Postingan ini berawal dari satu quote sekaligus dijadikan judul dari tulisannya Gina Milicia, begini katanya:

“A comfort zone is a beautiful place, but nothing ever grows there” __ Gina Milicia

Kata-kata di atas itu juga memberi dampak untukku, sebagai pengingatku juga mengenai zona nyaman ini. Kita semua pasti memilikinya, a comfort zone. Tempat atau zona yang sangat aman dan bisa memberikan kita kenyamanan yang benar-benar cocok dan yang kita inginkan.

Menurutku memiliki tempat nyaman atau zona nyaman ini penting untuk kita hampiri atau kita jadikan ‘tempat tinggal’ bagi tubuh dan pikiran, namun sebaiknya jangan menetap. Sesekali, di situasi tertentu, dengan batas waktu tertentu, kita bisa mendekam disana, menyerahkan tubuh dan pikiran dan perasaan, segalanya yang kita miliki disana tanpa memikirkan dan memperhatikan yang lain. Sekali lagi, jangan sampai menetap ya.

Beberapa orang mengabaikan dan tidak mencoba mengambil kesempatan atau peluang-peluang yang datang menghampiri mereka karena takut keluar dari zona nyaman ini. Takut keluar dari lingkaran ketenangan, takut melangkah melewati pagar batas keamanan diri kemudian ‘mati’ di luaran sana karena jauh dari ‘rumah’ kenyamananya.

Beberapa orang lebih memilih melakukan rutinitas aman mereka yang itu-itu saja, yang sebenarnya membuat bosan dan juga jenuh. Ada beberapa orang yang, ya sudah menerima tingginya pertumbuhan merekaa saat ini, panjangnya langkah mereka hari ini, padahal yang sebenarnya masih disitu-situ saja. Berapa angkanya? 1 meter, 100 meter kemudian terdiam disitu.

Padahal mereka masih bisa bertumbuh lebih tinggi, melangkah lebih jauh, bahkan bermil-mil panjangnya. Tapi, tidak bisa mereka alami karena ada rasa enggan, takut, cemas jika keluar dari comfort zone itu.

Jadi renungan kemudian,

“Tempat nyaman kita memang tempat yang indah untuk kita. Kita bisa aman, tenang dan tentram berada di sana. Tapi, sudah pasti juga tidak akan ada pertumbuhan yang seharusnya di sana.”

Sayangnya hidup ini terdapat kata ‘penyesalan’. Takutnya, kata-kata itu malah menemani kita setiap hari sampai kaki dan tangan tidak kuat lagi mengayun. Bahkan sampai mata tertutup dan jiwa terpisah dengan raga.

Tentu pilihan untuk kita ada di tangan kita sendiri, makanya ada juga kata-kata ‘pilihlah dengan bijak’. Lalu, apakah melepaskan kesempatan atau peluang hanya karena takut mencoba dan tetap diam tinggal di comfort zone, adalah pilihan yang bijak?

Sekali lagi, ini jadi renungan buat kita ya.

Bahasan berikutnya, kenapa ya keluar dari zona nyaman ini perlu dipertimbangkan, apa saja manfaatnya? Check this out ya.

Setelah tahu manfaatnya kita pasti akan memiliki keinginan untuk mencoba, namun perlu diperhatikan lagi ya untuk langkah-langkahnya. Aku share di bawah ini, kalau ada tambahan silahkan tuliskan di kolom komentar ya.

Langkah-langkah keluar dari comfort zone / zona nyaman

#1 akui, kenali, terima dan atasi yang membuat kita merasa takut. Setelah itu lepaskan dan merelakan ia pergi. Lalu lebih fokuskan diri untuk meningkatkan semangat dan positive thinking dengan hal-hal diluar comfort zone kita.

#2 membuat rencana yang jelas. Membuat planing atau rencana dengan jelas dan matang membuat kita lebih yakin karena kita lebih percaya diri mengendalikan situasi kita. Pelajari dengan baik dengan cara membaca lebih banyak dan bertanya lebih dalam. Dengan begitu kita bisa lebih memahami apa yang ingin kita tuju, bagaimana kita bisa melakukannya dan resiko apa saja yang mungkin terjadi dalam perjalanannya.

#3 fokus pada hal-hal positif dalam diri untuk meningkatkan motivasi dan semangat dalam melakukan hal baru di luar comfort zone. Hal lain adalah selalu ingat bahwa sebelumnya kita pernah berhasil dalam menghadapi tantangan-tantangan sulit sebelumnya, makanya untuk sekarang dan seterusnya kitapun masih bisa.

#4 tinggalkan zona nyaman dengan perlahan dan bertahap. Coba-coba dulu boleh kok. Lakukan adaptasi perlahan dan jangan memaksa diri terlalu keras ya. Buat ekspektasi dan juga harapan yang realistis dengan diri sendiri.

#5 mencari dukungan dari orang terdekat. Hal ini membuat kita merasa bahwa kita didukung oleh orang lain yang dekat dengan kita yang bisa selalu mengingatkan kita jika kita mulai lelah, menyerah atau kehilangan arah sesaat. Dukungan dari orang lain akan bisa mengembalikan kembali semangat kita.

#6 berikan reward pada diri karena sudah mau mencoba. Ketika kita berani memberikan langkah awal untuk mencoba, berikan reward kepada kita untuk lebih memotivasi diri untuk langkah-langkah berikutnya ya.

______

Jadi, bagaimana denganmu? Apakah sudah mulai terpantik keinginan dan motivasi untuk keluar dari zona nyamanmu? Sharing di komentar ya.

Salam, Ayu Andini, M.Psi., Psikolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *