First Pregnancy,  Parenting,  Titik Terang

Catatan si Mama Naira #5 | bau tangan, katanya.

Suatu hari aku cerita ke teman kantor, saat mereka lebih dulu menanyakan bagaimana perkembangan Nai. Akupun kemudian cerita kalau Naira adalah bayi yang anteng, nangisnya jarang, kecuali kalau mau bobo aja, agak rewel pas cari posisi wenak mau tidur, kadang ya mintanya di gendong dan jalan-jalan dulu, harus di timang-timanglah pokoknya, harus di goyang-goyang dulu dengan lembut.

Kemudian setelah aku menceritakan itu, celetukan ini cepat sekali terucap dan terdengar, “hah, bau tangan itu, jadi manjalah nanti.” Kemudian yang lainnya meneruskan, “iya itu bau tangan, manja namanya. Makanya jangan suka digendong.”

Mendengar pernyataan itu membuatku memikirkan dua hal: pertama, bau tangan, apakah itu? Kedua, bayi tidak boleh di gendong? Lalu diapain? Di suruh jalan sendiri gitu? Bingung mamak.

Segitu bingung dan amazenya akutu dengan pernyataan itu. Dan lagi-lagi yang mengucapkannya adalah mama-mama (yang sok senior) dan belajar psikologi pula. Jadi bertanya-tanya mamak, itu konsep dari siapa dan dari dunia bagian mana? Bayi jangan digendong? Lalu diapain dong, dibiarin gitu aja sampai berhenti sendiri nangisnya dan akhirnya tidur?

Memang ada salah satu buku parenting yang kubaca mengatakan bahwa bayi jangan langsung di gendong saat ia menangis ketika tidur, bisa jadi dia belum bangun, bisa jadi itu hanya karena dia ingin merubah posisi tubuhnya. Menggendongnya hanya akan membuat ia terbangun dan itu mengurangi jam tidurnya, yang sudah pasti tidak baik untuk kesehatan bayi. Aku setuju hal itu, tapi saat bayi menangis bukan ketika tidur, apakah tidak boleh di gendong? Itu yang masih belum bisa kusetujui.

Lagi-lagi, tulisanku ini hasil pemikiranku dan membaca-baca juga ya, dan hasil dari pengalamanku sendiri, jika papa dan mama memiliki pandangan lain monggo boleh di sharingkan denganku, aku sangat terbuka dengan ilmu baru yang membuat kita sama-sama belajar menjadi orang tua yang jauh lebih baik kedepannya.

Mungkin ada mama-mama yang membaca tulisanku ini memiliki pandangan yang sama denganku, atau bahkan dengan dua mama di luar sana, menurutku tidak apa-apa, its okay. Aku percaya apapun pilihan yang dilakukan oleh orang tua itu pure adalah untuk kebaikan anaknya sendiri dan tentu tidak akan dengan sengaja menyakiti dan melukai anak-anaknya. Tapi kalau aku, punya pemikiran sendiri dan akan kutuangkan di tulisanku edisi ini.

Boleh dibaca, boleh diskip ya!

Satu hal yang pertama dan ingin sekali kukatakan dengan lantang kepada mama-mama senior barusan adalah, bau tangan adalah MITOS belaka! Dan kemudian sebagai psikolog dan lebih sering di dunia anak, inilah yang kutahu dan yang menjadi keyakinanku.

Tidak ada yang namanya bau tangan setelah anak digendong, dan menggendong anak bukanlah satu-satunya alasan membuat anak menjadi manja. Dan ini terpenting, menggendong anak itu wajib, harus dan tidak boleh tidak dilakukan kepada bayi yang baru lahir. Banyak manfaatnya loh.

Orang tua bahkan malah di anjurkan untuk menggendong dan memeluk bayi sesering mungkin. Terlebih ketika bayi sedang rewel atau merasa kurang nyaman. 

Bau tangan itu sudah pasti tidak benar adanya apalagi di hubungkan dengan menggendong anak. Yang ada itu adalah fase ‘the fourth trimester’ dimana bayi sedang beradaptasi dengan dunia barunya dan kita sebagai orang tuanya adalah tempatnya bernaung dan mendapatkan kasih sayang.

Di buku ‘the book you wish your parents had read’, aku baca menekankan bahwa membesarkan anak itu tidak hanya bicara mengenai memberinya makan dan memandikan, tapi lebih dari itu, seperti salah satunya memberikannya physical touch yang cukup.

Pun dibuku lain yang kubaca, ‘yes, your baby is a jenius’, mengatakan bahwa bayi kita itu sebenarnya ‘mati rasa’ dan tugas kita sebagai orang tuanyalah agar membuatnya dapat merasa aman dan nyaman dengan salah satu caranya yaitu dengan sentuhan, gendong dan pelukan.

Kemudian, aku tidak lagi menjadi insecure setelah menerima celetukan-celetukan seperti itu, apa lagi merasa rendah diri setelah anakku dikatakan bau tangan, manja dan lain sebagainya. Aku mamanya, dan bersyukurnya aku sudah cukup membaca dan tahu bahwa ada teori-teori yang lebih masuk akal dan dapat diterima oleh akal sehatku dari pada mitos belaka yang mengatakan bahwa jangan menggendong anak nanti jadi bau tangan dan manja.

Beginilah aku kemudian mengisi kepalaku : 

Saat Nai meminta aku menggendongnya, itu artinya ia merasa nyaman dan aman berada di dekapanku. Itu artinya dia bisa mempercayaiku untuk menyamankan kembali dirinya yang mungkin merasa sakit, takut, cemas, atau hal lainnya. So, congrats to me! Artinya aku berhasil menjadi seorang mama yang mampu membuat anaknya merasa nyaman, aman, tenang dan tetram berada di dekatnya, dipelukannya, didekapannya, digendongannya.

Dan lagi, yang paling tahu anakku ya aku, sebagai mamanya. Dan juga orang-orang terdekat kami di rumah yang sering bersama Nai di rumah. Setauku sebagai mamanya Nai, ia tidak selalu selama 24 jam minta aku menggendongnya. Ia hanya menangis dan minta digendong saat sedang sakit, tidak nyaman dengan badan dan situasinya, mengantuk atau sedang sedih. Bahkan saat sudah akan tidurpun saat kami menaruhnya di tempat tidur, ia akan tidur dengan sendirinya. 

So, saat Nai minta aku menggendongnya sudah pasti aku harus menggendongnya karena ia sedang memerlukan itu untuk membantunya menyamankan diri dan menenangkan tubuhnya. Jadi, akan selalu dan tetap kulakukan walaupun ada embel-embel ‘nanti manja’ dan lain-lainnya dari orang lain. 

Maaf, aku hanya percaya mengenai fakta dan juga instingku sebagai seorang mama. Aku cukup percaya diri untuk itu. Because, I am Nai’s mother. 

Yes, Selamat ya untuk aku!

Yap, tujuan aku membuat tulisan ini sebenarnya ya memang ingin menekankan dan sharing kembali mengenai menggendong anak memang hanya mitos belaka kok papa dan mama, jadi jangan berhenti melakukannya ya. Sebelum kemudian aku sharing mengenai manfaat menggendong yang sudah dari tadi ku sounding bahwa banyak manfaatnya, sebelumnya aku akan sharing dulu kenapa sih bayi sukanya di gendong?

Ada yang namanya fenomena Fourth Trimester atau trimester ke empat setelah bayi dilahirkan ke dunia, keluar dari rahim mamanya. Saat itu bayi membutuhkan kontak fisik dalam jumlah yang cukup untuk beberapa bulan pertama kehidupannya.

9 bulan dalam kandungan atau rahim mama yang hangat, nyaman, gelap dan aman lalu juga selalu merasa diayun-ayun membuat bayi merasa sangat nyaman. Kemudian, setelah ia lahir, ia harus beradpatasi dengan dunia yang suhu lingkungannya tak menentu. Kadang dingin, kadang panas, dan juga harus berada sendiri di boks tidurnya tanpa merasa dipeluk atau merasa hangat dan tidak merasakan juga diayun-ayun seperti saat di dalam rahim mama. Inilah yang kemudian membuat bayi jadi kaget. Sehingga, saat ia dilahirkan bayi jadinya butuh tempat yang aman dan nyaman dan hangat seperti di dalam rahim, makanya ia sangat membutuhkan pelukan orang tuanya. Dan itulah sebabnya juga kenapa bayi jadi suka digendong.

Di dalam dekapan dan pelukan kita juga bayi kemudian belajara mengetahui dan merasakan apa itu cinta dan disayang, ia juga kan belajar mengenai rasa percaya. 

Jadi, sekali lagi, jangan takut untuk menggendong bayi ya. Bayi baru lahir selalu ingin digendong, itu adalah hal yang wajar dan itu bukanlah kebiasaan. Menggendong bayi adalah keharusan karena sudah pasti hal itu sangat penting untuknya. 

Sekarang kita bicarakan mengenai manfaatnya ya.

  1. Bayi membutuhkan perhatian melalui sentuhan langsung secara fisik, termasuk dengan cara menggendong. Sentuhan fisik pada bayi dapat memberi stimulus yang baik bagi tumbuh kembang bayi dan tingkat kecerdasannya kelak
  2. Menggendong bayi dapat memperkuat hubungan atau ikatan emosional dan mendukung interaksi antara bayi dan orang tuanya. Dengan digendong ia akan merasa dicintai dan belajar rasa percaya. Bayi juga butuh kehangatan dari pelukan orang tuanya agar ia merasa aman dan nyaman
  3. Menggendong bayi dapat meningkatkan kesehatan fisik bayi, mengurangi bayi muntah dan memiliki GERD. Menggendong bayi juga bisa membantu perkembangan otak dan tubuh yang lebih baik dan sehat bagi bayi.
  4. Menggendong sambil mengajak bicara, akan membuat bayi memiliki perkembangan bicara yang jauh lebih baik
  5. Dapat pula mengurangi stress pada mama. Penelitian baru dari American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa kontak kulit ke kulit dapat mengurangi stress pada mama pasca melahirkan atau disebabkan oleh hal-hal lain.

Menurut papa dan mama, apa manfaat lainnya dari menggendong bayi? Atau apakah masih belum percaya bahwa menggendong bayi itu perlu? Sharing di kolom komentar ya.

Salam hangat,

Andini Ayu, Psikolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *