Note to Self,  Parenting,  Titik Terang

Catatan si Mama Naira #13 | mengenalkan buku kepada anak sedari dini

Pertanyaan terbesar orang tua adalah, kapan waktu yang tepat dan terbaik untuk mengenalkan buku kepada anak? Jawabannya adalah,

SEDINI MUNGKIN

Dan ini juga yang menjadi salah satu fokus dan konsentrasiku kepada Naira. Aku tumbuh dengan bau buku yang sangat melekat, dengan genre yang terlebih dahulu dipilihkan oleh orang tuaku kemudian pelan-pelan memilih genre buku yang kuminati sendiri. Hingga pada akhirnya akupun mulai percaya diri dengan buku bacaan yang kupilih sendiri.

Membaca bukan hanya dari buku saja, yes benar sekali. Apapun itu yang penting bermanfaat baik dan menambah wawasan, yuks dilakukan, khususnya yang membaca buku ini. Aku sangat percaya dan sangat setuju bahwa buku adalah jendela dunia, dan dengan harga yang cukup terjangkau (sebenarnya menurutku sangat sangat murah) kita bisa tahu apa saja isi dunia ini, kita bisa dengan mudah mengetahui pengetahuan baru dari peneliti-peneliti yang menghabiskan bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun hidupnya untuk mencari tahu jawaban pasti akan sesuatu. Nah, kenapa aku mengatakan murah, ya kita masih bisa beli buku dan tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kemudian mengetahui isinya.

Melatih anak untuk gemar membaca akan jauh jauh terasa sangat sulit jika anak belum mengenal buku, jika kitapun tidak mengenalkan ia yang namanya buku.

Overview

Hal inilah yang kupelajari dari papa yang mengenalkan buku ini pelan-pelan kepadaku. Caranya yang smooth dan lembut mampu membuatku kemudian secinta itu kepada bau buku, kertas-kertas yang ringan dan tebal dan juga deretan kalimat-kalimat di setiap halamannya. Dulu, opanya Nai tidak memaksaku untuk membaca satu buku, ia akan mulai dengan 1 kalimat atau 1 paragraf dan memintaku untuk membacanya, atau kalau aku menolah, ia akan menjadi dengan suara nyaring di sampingku. Tujuannya adalah agar aku mengetahui ilmu atau pengetahuan atau informasi yang dirasa ia penting untuk aku tahu. Lama-lama cara dia berhasil, aku jadi tertarik dan membaca 1 buku sampai habis kemudian berdiskusi dengannya mengenai isinya yang tidak kupahami.

Buku-buku yang kubaca saat itu ya bukunya papa, Rich Dad Poor Dad, aku ingat ada bahasan mengenai gajah yang masuk ke dalam lubang jarum. Kemudian ada lagi buku-buku dari Gede Prama dan banyak lagi tentang Budha dan juga perkembangan agama Kristen di dunia.

Lama kelamaan setelah SMP, aku mencari-cari genreku sendiri, bukan lagi majalah bobo, apalagi buku-bukunya papa. Aku ingat saat itu novel pertama yang menarik perhatianku adalah buku-buku dari Mira W. Bayangkan, aku sampai menangis membaca novel karyanya di saat usiaku masih 12-14 tahunan.

Lama kelamaan aku mulai tertarik dengan buku non fiksi, lebih ke yang berbau-bau psikologi dan pengembangan diri dan sampai sekarang kebanyakan lebih ke buku parenting dan sebagainya.

Mengenalkan buku pada Nai

Harapanku tidak muluk-muluk, aku hanya berharap bisa mengenalkan buku kepada Naira dengan sangat gentle dan juga tidak terburu-buru apalagi memaksa. Aku ingin Naira mengenal buku dengan penuh kasih sayang, dan kemudian menyukainya dengan penuh cinta dari dalam dirinya.

Karena yang masih kupercaya sampai saat ini untuk bisa memberi kita wawasan yang terbaik adalah dengan membaca buku dan mendengar pengalaman-pengalaman hidup dari orang lain. 

Buku memiliki segudang manfaat dan mengenal buku sudah pasti akan mengikuti juga manfaat baik itu untuk kita. Nah apa saja manfaatnya, dan kenapa kita harus mengenalkan buku ini kepada anak, check it out ya!

Menambah kosakata

Dengan mengenal buku kemudian anak mau membaca buku, tentu ia akan banyak mendapatkan manfaat dari buku tersebut, dari isi dan juga informasi-informasi yang diberikannya. Pada anak, buku memberikan manfaat untuk menambah kosakatanya. Anak akan bisa melakukan identifikasi mengenai nama-nama benda yang ada di dalam buku, misalnya nama hewan, buah, kendaraan, warna, bentuk dan lain-lain.

Meningkatkan daya imajinasi

Jika anak memiliki daya imajinasi yang tinggi hal ini akan berbanding lurus dengan kecerdasan anak. Dengan membaca buku dan melihat gambar-gambar yang ada dibuku, anak akan mulai melakukan imajinasi atau membayangkan hal-hal tersebut di kehidupan nyatanya. Hal ini akan melatih keaktifan otak anak untuk berpikir dan sudah jelas akan membuat anak juga tumbuh dengan lebih cerdas dalam berbagai aspek.

Mengembangkan kemampuan berkomunikasi

Bahasa merupakan alat komunukasi paling fundamental, dan anak-anak yang rajin membaca secara tidak langsung atau mendengar orang tuanya membaca akan terbiasa melihat dan mendengar struktur kalimat yang baik, juga kosakata yang beragam. Hal ini akan berbanding lurus dengan cara mereka bicara untuk menjelaskan sesuatu dengan lebih baik dibandingkan anak seusianya yang tidak mengenal buku.

Meningkatkan perkembangan kognitif dan bahasa

Dengan membaca buku anak akan lebih banyak memiliki kosakata sehingga mempermudah anak melakukan komunikasi dua arah dan pemahamanpun menjadi lebih baik. Ia akan lebih mudah dalam menjelaskan sesuatu kepada orang lain, dan juga menjadi lebih mudah berbagi pengetahuan baru dengan orang lain dari hasil membaca buku. Misalnya, ia pernah membaca cara melakukan sesuatu di buku (problem solving) kemudian ia memberitahu hal tersebut kepada teman-temannya ketika sedang berada di dalam kesulitan.

Menstimulasi perkembangan sosio-emosional

Membaca buku dan mendengarkan cerita akan meningkatkan kemampuan empati pada anak. Sehingga dapat membantu anak memahami apa yang dirasakan oleh orang lain di luar dirinya. Buku-buku cerita atau story book akan memberikan manfaat ini kepada anak saat membacanya. Ia bisa mengetahui bagaimana tokoh di dalam buku sedang merasa dan berpikir sesuatu kemudian tokoh yang lain dalam hal membantu dan sebagainya.

Membantu koneksi bonding antara orang tua dan anak

Membaca buku juga menjadi salah satu aktivitas atau sarana yang baik yang dapat digunakan oleh orang tua untuk menciptakan kedekatan dengan anak. Orang tua bisa menemani anak membaca tanpa terdistraksi oleh hal-hal lain, hal ini akan membuat anak menjadi lebih dekat dengan orang tua dan sebaliknya.

Mengasah keterampilan mendengarkan

Membaca buku atau mendengar orang tua membacakan buku, membuat anak bisa melatih pendengaran bisa menjadi lebih sensitif saat mendengar informasi-informasi penting yang bisa ia dapatkan di kehidupan sehari-hari.

Meningkatkan rentang fokus dan konsentrasi anak

Dengan membaca buku anak akan duduk diam dan tenang, hal ini akan membuat anak terlatih untuk lebih fokus dan berkonsentrasi dalam hal-hal lain di kehidupan sehari-harinya.

Meningkatkan rasa ingin tahu dan memperluas minat ketertarikan

Di dalam buku anak akan mendapatkan banyak sekali informasi-informasi baru dan penting, hal ini bisa meningkatkan minat ketertarikan anak akan hal-hal khusus yang diinginkannya.

______

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam mengenalkan buku kepada anak-anaknya, hal-hal di bawah ini bisa papa dan mama lakukan ya:

  1. Contohkan
  2. Pilih buku yang tepat. Mulai dengan buku minim tulisan, gambar yang menarik dengan warna yang kontras.
  3. Ciptakan kondisi atau lingkungan yang tenang
  4. Perhatikan intonasi suara (lebih ekspresif), jangan buru-buru dan santai saja
  5. Don’t expect to much, ya papa mama. Anak tidak akan langsung duduk tenang dan diam dalam satu kali percobaan dan langsung cinta sama buku. No! Tidak apa-apa, tetap lakukan dengan KONSISTEN ya.

Goals utama:

Menumbuhkan minat anak untuk tertarik dengan buku dan mengenal buku dengan sangat baik bukan membaca buku. Semakin besar biarkan anak memilih sendiri buku yang diinginkannya. 

Semangat ya papa mama 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *