Note to Self,  Parenting,  Titik Terang

Catatan si Mama Naira #12 | 4 kata ajaib (maaf, tolong, terima kasih, permisi)

Aku percaya menstimulasi anak bisa dimulai sejak kapanpun. Akupun selalu bilang ke orang tua klienku (misal yang speech delay) bahwa stimulasi anak dengan sebutkan nama-nama benda di sekelilingnya, mungkin belum ada respon saat itu juga, tapi aku percaya anak sudah menyerap informasi itu dan memasukkannya di kepala. Itulah sebagai bekal atau tabungan ingatan yang akan di recall kembali oleh anak suatu saat nanti kalau dibutuhkannya.

Sebagai seorang mama dan juga psikolog anak, aku menerapkan stimulasi ini pada Nai sejak ia bayi. Mengajaknya bicara, membaca hingga mengenalkan dan konsisten menerapkan hal-hal atau pengajaran baik padanya. Salah satunya adalah 4 kata ajaib ini:

Maaf, Tolong, Terima Kasih, dan Permisi. 

Tentu, Nai tidak akan secara gamblang dan serta merta memahami pengajaran ini, tapi hal ini akan terserap dan jadi tabungan ingatan untuknya. Sehingga, ketika tiba saatnya, saat ia membutuhkannya, Nai akan menjadi lebih muda memahami hal itu dan pun tidak akan sulit melakukannya.

Sebelum bagaimana cara melatih anak mengenai 4 ajaib ini, aku ingin membagikan dulu mengapa 4 kata ajaib ini sangat penting diajarkan untuk anak bahkan sedini mungkin.

MAAF

Kata ajaib yang pertama adalah kata maaf. Saking ajaibnya kata ini, dengan mengucapkan ‘maaf’ saja bisa mengubah persepsi seseorang terhadap kita atau bahkan bisa meluluhkan hati yang sedang kecewa, marah dan membenci.

Anak perlu diajari mengucapkan kata maaf ini untuk kesalahan yang ia lakukan baik disengaja ataupun tidak. Misalnya, merusak mainan teman, menyakiti teman atau bahkan tidak sengaja menumpahkan makanannya. Anak harus mengetahui bahwa ucapan maaf ini dapat membantu mengobati rasa sakit si pihak yang tersakiti oleh perilaku dan perkataan kita baik itu sengaja ataupun tidak. Dengan demikian, dengan perkataan maaf ini orang yang mungkin awalnya marah, akan jadi luluh.

Mengucapkan ‘maaf’ dengan tulus dan sungguh-sungguh juga melatih anak untuk memahami kesalahannya, tidak egois dan mau menang sendiri, meningkatkan empati dan simpati, serta membantunya memperbaiki perilaku di kemudian hari. Selain itu mengakui kesalahan dengan meminta maaf juga akan membangun kepercayaan orang lain terhadap kita.

TOLONG

Kata ajaib yang kedua ini yaitu ‘tolong’ juga tidak kalah pentingnya. Seperti kata maaf, kata tolong ini juga perlu diajarkan kepada anak sejak dini agar ia terbiasa mengucapkannya hingga dewasa nanti.

Selain menunjukkan rasa hormat kita kepada orang lain, kata tolong ini juga dapat membantu membangun hubungan baik dengan orang lain. Dengan kata tolong ini, kita menunjukkan bahwa kita membutuhkan bantuan mereka tanpa bermaksud untuk membuatnya merasa dimanfaatkan atau diperintah. Dan ajaibnya lagi, dengan mengucapkan kata tolong ini, orang akan lebih mudah untuk membantu dan memberikan pertolongannya kepada kita.

Namun perlu diperhatikan bahwa ajarkan kepada anak mengenai menempatkan kata ‘tolong’ ini di kalimat yang tepat dan diikuti dengan kata positif setelahnya. Beberapa penerapan yang salah seperti, “tolong diam! Aku jadi tidak bisa berpikir” atau “tolong minggir! Aku mau lewat.”

Berikut contoh penerapan kata ‘tolong’ yang tepat:

“Nak, boleh ga mama minta tolong ambilkan sendok?”

“Papa, tolong kecilkan volume TV dong, besok aku ada presentasi penting, jadi harus fokus belajar.”

TERIMA KASIH

Kata ‘terima kasih’ perlu diasah dan diajarkan kepada si kecil agar dapat dengan konsisten diucapkan saat orang lain membantunya. Hal ini menunjukkan bahwa kita sangat menghargai bantuan dari orang lain tersebut.

Banyak manfaat dari mengucapkan kata ‘terima kasih’ ini, seperti kita membuat lawan bicara kita jadi senang, ia merasa bahwa kita juga senang atas bantuannya, dan juga tidak akan menutup kemungkinan, ia akan bersedia kembali membantu kita dikemudian hari. Manfaat ini tidak hanya berdampak positif bagi yang mendengar tapi juga berdampak baik bagi yang mengucapkannya.

Bagi pembicara, kata ‘terima kasih’ ini akan menciptakan emosi positif, meningkatkan kesejahteraan, serta memicu hormon ‘merasa baik’. Sedangkan bagi yang mendengar kata ini akan meningkatkan harga diri, memicu keinginan lebih besar untuk berbuat baik khususnya membantu, dan merasa lebih dihargai secara sosial.

Ajarkan kepada anak untuk mengucapkan terima kasih kepada siapa saja yang sudah membantunya ya, tak terkecuali. Tidak hanya kepada orang tua, guru, dokter, tapi juga kepada pelayan di supermarket, tukang bersih-bersih dan juga asisten rumah tangga.

PERMISI

Kata ajaib yang terakhir adalah ‘permisi’. Kata ini juga penting diajarkan kepada anak sejak dini agar ia tumbuh menjadi pribadi yang mengetahui dan memahami bahwa tata krama itu sangat penting apalagi kita sebagai makhluk sosial. Membiasakan anak mengucapkan kata ajaib ini dapat mendidik anak untuk meminta ijin terlebih dahulu kepada orang lain saat akan melakukan sesuatu.

Manfaat dari kata ‘permisi’ ini adalah melatih anak untuk tidak bertindak sesuka hatinya, dan selalu menghargai orang lain. Kata ‘permisi’ ini penting digunakan saat ingin orang lain memberi jalan untuk kita atau saat ingin memotong pembicaraan orang lain.

Contoh penggunaannya:

“Permisi, bolehkah saya ijin ke kamar mandi?”

“Maaf permisi, aku mau lewat sebentar.”

“Permisi, maaf memotong pembicaraan, tadi saya lihat ada yang lewat di taman.”

______

Lalu, bagaimana cara kami melakukan atau menstimulasi Nai mengenai 4 kata ajaib ini:

#1 mengucap kata-kata itu sesering mungkin sesuai kondisi dan situasinya

Kami sering sekali mengucapkan 4 kata ajaib ini di dalam rumah, yang mana pasti ada Nainya. Bisa bicara langsung kepada Nai, atau bicara kepada anggota keluarga lainnya. Misalnya:

“Terima kasih ya Nai, sudah bantu oma jaga toko hari ini.” Atau “Nai maaf ya, mama ambil sendoknya, soalnya Nai jatuhin terus, sudah kotor. Tidak dipegang lagi ya.”

“Permisi Nai, maaf ya, mama pinjem tangannya dulu boleh? Mama pijit dulu ya.” Atau “mama pinjam kakinya ya Nai, pakai sabun dulu ya.” Dll

Katakan 4 kata ajaib ini sesering mungkin kemudian dengan kata-kata dan intonasi yang jelas juga sehingga Nai akan lebih mendengarkan kemudian menyerap kata-kata tersebut.

#2 memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari

Selalu ingat ini yaa papa mama, childreen see, childreen do. Jadi, untuk mengajari hal-hal baik pada anak, ya memang harus dimulai dari kita sebagai orang dewasa di sekitarnya, sebagai orang tuanya. Semakin konsisten kita melakukannya sehingga menjadi kebiasaan baik, maka anak juga akan lebih mudah untuk meniru, melakukan sehingga pun akan menjadi kebiasaan baik untuknya kelak.

Hal yang sering kami lakukan adalah,

“Papa/mama, tolong ambilkan tisu dong.” Atau “terima kasih ya oma sudah masak buat papa dan mamanya Nai,” atau juga, “permisi ya oma dan Nai” saat mama melewati mereka yang sedang duduk di evamet.

Selain di rumah, tentu kita juga melakukannya di luar rumah. Biasanya saat Nai di toko, kami akan menyebutkan, “terima kasih ya kakak sudah belanja di toko Nai,” atau saat kita ke dokter untuk imunisasi, sebelum pulang, kami akan menyebutkan, “terima kasih om dokter sudah suntik Nai, biar jadi semakin sehat.”

#3 membaca buku tentang 4 kata ajaib ini

Walau Nai belum paham banget maksud dari ceritanya, karena ia baru berusia 8 bulan, namun setidaknya ia telah mendengar dari mamanya yang read aloud untuknya. Sambil Nai belajar untuk lebih melihat gambar-gambarnya.

Membaca buku dengan teman ini kemudian dengan gambar-gambar yang lucu, warna yang menarik dan kontras, akan membuat Nai juga semakin tertarik dengan ceritanya, mendengar kata-kata itu dengan lebih sering dengan lebih menarik, jadi ya akan semakin mempermudah ia mempelajari dan juga memahami kata-kata itu kelak.

Jadi, itu dia 3 hal yang sering kami lakukan sebagai tabungan ingatan baik bagi Nai, sehingga nanti ia akan menjadi lebih mudah juga mempelajarinya kemudian menerapkannya di kehidupannya.

______

Ada lagi hal-hal atau langkah yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak mengenai 4 kata ajaib ini, dan ini juga akan menjadi langkah-langkah yang akan kuterapkan sesuai dengan usia tumbuh kembang Nai. Simak beberapa tambahan langkah berikut ini ya:

#4 beri tahu alasan atau manfaat kenapa anak harus mengucapkan 4 kata ajaib itu

Mengajari saja tanpa menjelaskan kenapa hal tersebut penting dilakukan akan menghasil sesuatu yang tidak maksimal efektif. Anak akan menjadi semakin termotivasi melakukan sesuatu jika ia tahu bahwa alasannya adalah hal baik dan memberi manfaat baik untuknya. Papa mama bisa mengatakan bahwa ketika anak mengatakan 4 kata ajaib itu, ia akan menjadi disukai oleh teman-teman, menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan yang dilakukannya itu bisa membuat orang lain senang dan bahagia.

#5 tunjuk idola anak dan ceritakan hal-hal baik yang dilakukannya

Tentu anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki idola dalam hidupnya. Bisa jadi orang tuanya, opa atau omanya atau bahkan seorang artis atau aktor di televisi. Papa dan mama bisa memulai dengan menyebutkan bahwa idola mereka juga selalu mengucapkan dan melakukan 4 kata ajaib tersebut.

Hal ini akan membuat anak semakin termotivasi melakukannya dengan penuh semangat dan juga akan menjadi lebih mau untuk meniru hal-hal baik itu karena dilakukan oleh idolanya.

#6 tetaplah bersabar dalam mendidik anak

Mendidik dan mengajarkan anak mengenai hal baik termasuk 4 kata ajaib ini tentu tidak sangat mudah, bisa jadi ada saja kesulitan yang akan ditemui. Bisa jadi anak kurang memahami, tidak mau melakukan atau hal-hal lainnya.

Sebagai orang tua harus bisa lebih bersabar dan tetap konsisten mengajarkan anak dan juga memberi contoh baik itu agar anak bisa terus meniru dan melakukannya ya.

Itu dia alasan kenapa 4 kata ajaib ini penting diajarkan oleh anak, dan bagaimana cara atau langkah-langkah dalam mengajari anak sejak dini mengenai 4 kata ajaib yang penting ini. Pesanku untukmu, selalu dan terus semangat ya papa dan mama.

Salam, mamanya Nai 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *