Note to Self,  Parenting,  Titik Terang

Catatan si Mama Naira #11 | tips mendidik anak menjadi pribadi yang gigih dan pantang menyerah

Mengajarkan kegigihan dan sikap optimis salah satu pengajaran yang baik dan positif yang bisa diberikan oleh orang tua sejak dini kepada anak. Hal ini juga menjadi pengajaran yang membuatku terus belajar sebagai orang tua, sehingga bisa kusampaikan dengan tepat juga kepada Naira.

Tulisan inipun terinspirasi dari suatu saat aku dan Nai bermain berdua di evamet. Saat itu salah satu mainannya jatuh dari genggamannya. Nai akan ambil mainan itu tapi kesulitan karena ia belum bisa merangkak, namun hebatnya anak mama, ia berusaha dengan merebahkan badannya, jadi tengkurep dan berusaha menggapai mainan itu dengan tangannya. 

Lalu, apa yang kulakukan?

Tentu, sebagai orang tua aku menyemangati Nai untuk terus berusaha mengambil mainan itu, dan yang kedua, adalah aku membantu Nai untuk menahan mainan itu agar tidak bergerak ke tempat lain sehingga mainan itu tidak semakin jauh dan Nai bisa mengambilnya dengan usahanya saat itu (ini karena mama tahu kemampuan Nai baru bisa tengkurep dan meraih mainan dengan tangannya). 

Alih-alih langsung mengambilkan Nai mainan itu dan meletakkannya di tangannya, mama lebih memilih menahan mainan itu agar Nai juga punya usaha untuk mendapatkan mainan yang diinginkannya itu, tentu sesuai dengan kemampuan yang baru Nai miliki saat itu. 

Dua hal yang mama pelajari saat itu,

#1 sebagai orang tua, tentu kita harus selalu hadir sebagai bala bantuan untuk anak kita yang mengalami kesulitan. #2 namun, mengajari anak gigih, tidak mudah menyerah, mau berusaha dan selalu optimis juga adalah hal yang penting diajarkan sebagai bekal ia menghadapi hari-hari berikutnya dalam hidupnya.

Membantu anak sudah pasti tidak selalu dengan memberikan apa saja yang diinginkan anak dengan sangat mudah, namun bisa juga dengan mengajari ia untuk tetap berusaha menggunakan akal, tenaga dan usaha-usaha terbaiknya untuk meraih dan memiliki apapun yang diinginkannya. Dan itulah yang benar-benar ingin kulakukan untuk kubagikan makna baiknya kepada Naira.

Yang aku lakukan di atas adalah salah satu contoh untuk mengajarkan kegigihan, tidak mudah menyerah, dan optimis kepada Nai, dan masih ada beberapa cara/langkah/tips lainnya yang akan kubagikan di tulisan ini. Check this out ya!

#1 orang tua sebaiknya senantiasa terlibat pada kegiatan si kecil

Papamama, ini catatan penting untukmu ya, libatkan diri secara fisik, mental saat proses anak belajar dan bermain. Make a time! Buat waktu yang 100% bila perlu 1000000% fokus dan perhatian kita ke proses pembelajaran dengan anak. Tidak nyambi ya.

Hal ini juga membuat kita menjadi lebih mudah memberikan arahan atau pandangan atau nasehat saat anak tidak bisa atau melakukan kesalahan. Selain itu anak juga akan menjadi lebih mudah memahami arahan kita.

Hal penting yang didapatkan anak: segala hal butuh proses dan tidak apa-apa jika belum bisa atau bahkan gagal. Yang penting anak bisa atau mampu bangkit kembali.

#2 berikan pandangan/arahan/nasehat yang membangun dengan kasih sayang

Hindari memaki, menyalahkan atau mengkritik anak saat ia melakukan kesalahan ataupun gagal. Hal seperti itu sudah pasti tidak memiliki pengaruh positif untuk anak. Sebaliknya, fokus dan terapkan arahan yang positif dan membangun tentang bagaimana kesalahan itu bisa diperbaiki.

Peran penting papa mama adalah memotivasi anak pada saat mengalami masa kritis dan pimpin ia memperbaiki kesalahannya untuk menggapai tujuannya. Kemudian berikan apresiasi kepada usaha dan kemajuan anak dalam meraih tujuannya atau dalam mencari jalan keluar atas kesalahan dan kegagalannya.

Hal yang dipelajari anak: kesalahan adalah hal yang biasa terjadi dan hal itu bisa diperbaiki dan dicari jalan keluarnya kalau kita mau belajar dan berusaha melakukannya.

#3 ajari bahwa kompetisi yang adil itu lebih penting

Kompetisi yang adil hanya bisa dilakukan oleh si kecil yang sudah paham bahwa kemenangan bukanlah hal yang mutlak yang harus didapatkan. Ajarkan tentang permainan yang sehat (sesuai dengan kemampuan dan usaha yang dimiliki) jauh lebih penting. Kalah dan menang bukanlah hasil akhir dari segalanya, dan bukan juga menjadi pembentuk diri kita seutuhnya.

Hal yang dipelajari anak: bukan hasil yang utama, tapi proses kita dalam berusaha dan berjuang, dan tidak gampang menyerah itulah yang terpenting di dalam hidup.

#4 membiasakan atau mengajari anak mengambil pembelajaran dari sebuah kesalahan atau kegagalan

Papa dan mama bisa memberikan janji atau garansi ini kepada anak dengan penuh empati:

“That’s okay to be fail, I always be with you.”

Saat menghadapi tantangan, berikan ruang dan waktu jeda untuk anak memikirkan bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi kesulitan itu. Saat ia menghadapi kesalahannya, beri ruang ia untk belajar dari kesalahan itu dan memikirkan upaya agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Jelaskan juga kepada anak bahwa dia bukan satu-satunya yang membuat kesalahan, bahwa setiap orang mencoba menyelesaikan sesuatu dengan membuat kesalahan dan mengalami kegagalan.

Hal yang dipelajari anak: suatu saat kita bisa saja mengalami kegagalan atau melakukan kesalahan, hal tersebut tidak mengapa, asal kita bisa atau mau berusaha untuk memperbaiki dan belajar hal baik darinya agar tidak mengalaminya untuk kedua kalinya. Anak bisa bangkit kembali dan lebih percaya diri karena ia tahu, orang tuanya tidak akan pernah kemana-mana dan selalu ada sebagai pendukung utamanya.

#5 ajarkan anak untuk mengetahui atau memahami batas kemampuannya

Berikan rehat sejenak untuk evaluasi diri. Hal ini ditujukan agar anak paham seberapa jauh kemampuan mereka dan mulai mencari strategi baru serta pola pengajaran baru tentang keterampilan mereka. Jika cara kemarin kurang efektif maka jeda sejenak bisa digunakan untuk mencari atau memikirkan teknik baru.

Pesan untuk orang tua:

“Disukusikan kesalahan bersama si kecil dan temukan cara untuk mengatasi masalah itu bersama ya.”

#6 contohkan mengenai sikap gigih dan optimis ini pada anak

Jika bicara hubungan antara orang tua-anak dan bagaimana cara mendidik yang efektif, salah satu cara yang sangat efektif adalah memberi contoh. Ingat ya, childreen see, childreen do. Salah satunya ya dalam mendidik sikap gigih ini kepada anak. Beri contoh kepada anak untuk tekun melakukan sesuatu sampai selesai.

Orang tua sebaiknya membiasakan diri juga untuk meningkatkan ketenangan dalam melakukan sesuatu dan juga terbiasa menunjukkan kemampuan mencari solusi dalam mengatasi kesalahan dan kegagalan, hal ini akan membuat anak melihat bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, masih ada kesempatan untuk mengubahnya menjadi keberhasilan atau kesuksesan baru, jika kita tetap gigih, tekun, optimis dan tidak mudah menyerah.

______

Hah, mama semakin dan akan selalu semangat untuk terus belajar menjadi mama, menjadi orang tua yang baik dan semakin baik sehingga bisa memberikan contoh baik juga kepada Nai, dan memberikan banyak pengajaran baik juga untuk perkembangan ia dan sebagai bekal juga dalam menghadapi kehidupannya nantinya.

Semangat yaa untuk kita Nai 🙂

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *