God is Good,  Parenting,  Titik Terang

Catatan si Mama Naira #10 | mengenalkan Tuhan pada Naira sejak dini

Hal ini menjadi salah satu yang sangat penting dan wajib untuk kami ajarkan dan biasakan kepada Nai sejak ia kecil, pokoknya sejak dini. Hal ini juga menjadi salah satu obrolan aku dan suami saat Nai berusia 3 bulan. Karena kondisi kami yang sekarang adalah tinggal di rumah opa oma yang memiliki perbedaan agama dengan aku dan suami dan tentu juga dengan Nai. Karena kondisi inilah aku dan suami lebih aware untuk membicarakan hal ini.

Dan bersyukurnya, aku dan suami dan opa oma juga tentunya sepakat untuk mengenalkan Nai dengan Tuhan dengan cara yang universal. Tidak ingin terlalu ‘mencekoki’ Nai juga dengan agama yang menurutku ya formalitas kita di dunia, tapi aku inginnya Nai sedari kecil sudah terbiasa dengan mencintai Tuhan dengan cara yang sangat sederhana. Untuk rangkaian ibadah dan juga cara sembahyang kami yang berbeda itu beda lagi ceritanya, tapi kami pasti akan mengenalkan Nai juga dengan hal itu, dengan menyertakan Nai juga dalam setiap kegiatan agama kami.

Aku awali tulisan ini dengan cara-cara mengenalkan Tuhan kepada anak sedari dini ya, untuk kemudian baru akan menjadi sharingku, bagaimana kami melakukannya kepada Nai selama ini.

#1 Mengenalkan agama yang dianut

Ini yang kukatakan tadi, nantinya kami pun akan mengenalkan agama yang kami anut kepada Nai. Bagaimana kami menyebut Tuhan yang kami sembah, bagaimana cara kami bersembahyang, apa saja tata cara dan sarananya, dan lain sebagainya. Nantipun, aku juga akan menceritakan kenapa aku dan dia berbeda cara beribadah dengan opa dan oma dan kokonya. Nai harus tahu dan bagiku ini wajib sekali aku ajarkan, agar Nai bisa meningkatkan kecintaannya kepada Tuhan dan teleransinya kepada sesama.

Aku tipe orang yang sangat berserah, setelah berusaha semaksimal mungkin, kepada Tuhan. Sedari kecil, aku terbiasa dekat dengan Tuhan, meminta, berdoa apa saja yang kuinginkan ya kepada Tuhan. Terlebih opanya Nai sangat taat akan hal itu.

Karenanya aku juga ingin Nai tumbuh menjadi pribadi yang tidak akan pernah melupakan hal ini, bahwa kehidupan yang dia dapatkan saat ini ya karena pemberian Tuhan. Kalau Tuhan tidak merestui apapun ya akan terjadi seperti itu. Maka kita perlu berserah, berdoa dan meminta dengan tulus kepada Tuhan.

God is our center Nai, Tuhan adalah sandaran kita. Ingat itu ya. 

Papa mama bisa lakukan: ajarkan anak untuk berdoa atau sembahyang. Selain itu bisa juga dengan rutin mengajak anak beribadah ke tempat suci, menceritakan kisah Nabi dan kebaikan-kebaikan Tuhan dan juga bisa dengan menyanyika lagu rohani.

#2 Menyebut nama Tuhan sesering mungkin

Dari Nai bangun pagi sampai Nai tidur di malam hari, nama Tuhan selalu kami sebut. Setidaknya minimal kami menyebutnya sebanyak 3-5 kali sehari, dengan cara yang menyenangkan.

Saat bangun pagi, kami akan menyapanya dan mengucap syukur kepada Tuhan untuk kondisi dipagi hari yang segar dan sehat. Saat makan, minum susu, pergi ke toko atau ke tempat lain, kami akan menyebut nama Tuhan untuk berdoa mengucap syukur atas berkat susu dan makanan Nai dan meminta keselamatan saat berpergian. Saat tidur malampun, papa dan opanya selalu berdoa dulu dengan Nai agar tidur nyenyak dan mengucap syukur untuk hari yang menyenangkan.

Papa mama bisa lakukan: ceritakan tentang Tuhan dan sebut namaNya setiap hari dengan cara yang menyenangkan agar anak tumbuh dengan rasa cintanya kepada Tuhan. Anak ‘takut’ kepada Tuhan bukan karena kita menakuti-nakutinya, namun dengan hati yang tulus dan merasa ‘kecil’ dihadapan Tuhan. Ketika papa dan mama menyebut nama Tuhan sesering mungkin, anak akan merasa lebih kenal (walau tidak pernah bertemu) dan merasa bahwa Tuhan sangat penting di dalam hidupnya.

Hindari menakuti-nakuti anak mengenai Tuhan, misalnya, ‘mainannya jangan diberantakin gitu, nanti Tuhan ambil lho mainannya’. Tapi papa mama bisa menggantinya dengan, ‘Nak, mainannya dirapikan yuk, itu bentuk terima kasih kita kepada Tuhan karena sudah bisa beli mainan sebanyak ini’. Hal ini bertujuan agar anak ingin selalu dekat dan menghormati Tuhan karena kecintaannya bukan karena takut.

#3 Belajar dari keseharian

Ini yang sering kami lakukan kepada Nai. Saat bangun pagi kami akan menggendong Nai untuk keluar rumah. Ini yang sering dilakukan opa dan omanya. Mereka sering mengenalkan Nai pada benda-benda yang ada disekitar rumah dan mengatakan semua itu adalah ciptaan Tuhan.

Misalnya:

“Nai mataharinya cerah sekali, terima kasih Tuhan untuk matahari yang cerah, jadi orang-orang tidak kehujanan dan tumbuhan bisa tumbuh dengan lebih baik”

“Nai, itu ada pohon, ada bebek, semua itu ciptaaan Tuhan, sama seperti Naira, opa, oma dan semuanya.’

Papa mama bisa lakukan: kenalkan Tuhan kepada anak dengan lebih realistis dan dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari seperti yang telah kujelaskan dan yang kami lakukan kepada Nai di atas.

#4 Bangun rutinitas

Rutinitas ini yang juga sudah sedikit kusinggung di atas. Nai mendapatkan rutinitas ini saat ia bangun pagi sampai saat ia akan tidur di malam hari. Saat pagi hari kami akan menyapanya dan mengucap syukur, saat makan, minum susu, bepergian, kami juga akan berdoa, begitupun saat ia tidur malam hari. Rutinitas itu yang kami selalu jaga dan konsisten lakukan sedari Nai dilahirkan.

Hal ini juga bisa papa dan mama lakukan kepada si kecil di rumah ya, agar anak bisa lebih aware dan paham bahwa-bahwa ritunitas itu ya bukan sekedar hal yang sering dilakukan tapi juga harus dilakukan dalam bentuk syukur kita kepada Sang Pencipta.

#5 Memberi Contoh

Anak akan meniru apa saja yang orang tua ajarkan dan lakukan. Bangun hubungan yang hangat dan komunikasi yang baik dan penuh kasih sayang sehingga anak akan lebih mudah percaya kepada apa yang papa dan mama ajarkan.

Contoh yang sering kami lakukan di rumah untuk mengenalkan Tuhan kepada Nai adalah kami yang menyiram tanaman, memberi makan bebek, angsa dan ayam, dan kami yang juga memperlakukan anggota keluar lainnya dengan baik, hormat dan penuh kasil sayang. Supaya Nai paham bahwa ciptaan Tuhan memang harus dirawat dan diperlakukan dengan baik sebagai bentuk bakti dan terima kasih kita kepada Tuhan sang Pencipta.

______

Itu dia cara-cara mengenalkan Tuhan kepada anak sejak dini ya papa dan mama. Semangat untuk terus belajar dan konsisten mengajarkan, mengenalkan bahkan mencontohkan kepada anak mengenai hal ini. Menurutku ini penting dan wajib dilakukan, karena anak perlu dasar yang sangat kuat untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik sampai ia dewasa dan menua nanti.

Semangat ya.

Salam, Ayu Andini, M.Psi., Psikolog

19 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *