Books Review,  Parenting,  Titik Terang

Book Review | The 5 Love Languages of Children

Judul buku : The 5 Love Languages of Children : the secret to loving children effectively 
Penulis : Gary Chapman, Ross Campbell
Penerbit : Northfield Publishing Chicago 
ISBN : 978-0-8024-0347-6
Tahun : 2012 (cetakan ke - 3)
Edited : Elizabeth Cody Newenhuyse 
Cover dan interior design : Smartt Guys Gesign 
Bahasa Inggris | Ebook | Ada terjemahan bahasa Indonesia 

Overview

Gary Chapman merupakan salah satu penulis yang kusukai. Bahasanya ringan di setiap penjelasan bukunya. Seri the 5 love languages juga menjadi daya tarik sendiri untuk dibaca. Buku pertamanya yang ku baca adalah The 5 Love Languages (the secret to love the lasts) dan langsung jatuh cinta dengan buku ini karena merasa sangat dipermudah untuk mengetahui bahasa cinta sendiri dan juga pasangan, sehingga membuat kita lebih mudah juga untuk mengekspresikan cinta kita dan juga sekaligus memahami bahasa cinta milik pasangan. Dengan begitu sudah pasti mungkin adanya timbal balik yang tepat antara kita dan pasangan dalam hal mengutarakan kasih sayang dan cinta kita.

Begitu juga dengan bukunya yang ini. Seri the 5 love languages of children, dimana di buku ini lebih ditekankan untuk mengetahui bahasa cinta yang juga sebenarnya dimiliki oleh anak-anak kita. Dengan membaca buku ini kita, sebagai orang tua jadi dipermudah untuk mengetahui bahasa cinta anak-anak sehingga kita juga bisa mengekspresikannya demikian, supaya anak-anak juga merasa dicintai dan diharapkan kehadirannya oleh orang tuanya.

Di review kali ini aku akan membahas secara garis besar bab-bab atau pembahasan dari bukunya ya. Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca di bukunya. Aku yakin tidak akan menyesal setelah membaca buku ini.

Isi buku

You may truly love your child, but unless she feels it – she will not feel loved

DI awal buku, kita sudah disuguhkan dengan kata-kata di atas. Suatu pembukaan yang membuat kita, sebagai orang dewasa, dan juga aku sebagai calon mama menghela kemudian bergumam, ”iya ya, mereka, anak-anak kita, bahkan mungkin kita dulu saat menjadi anak-anak (bahkan sampai sekarang bagi orang tua kita), kita juga merasa begitu. Kita terkadang mungkin akan bertanya-tanya, “bener ga sih mereka sayang aku?”, jika orang tua kita tidak menunjukkannya dengan cara yang tepat.

Dalam membesarkan anak, semua tergantung pada hubungan cinta antara orang tua dan anak. Tidak ada yang berhasil dengan baik jika kebutuhan cinta seorang anak tidak terpenuhi, dan orang tua yang tidak memahami bagaimana cara menyampaikan dengan benar cintanya itu kepada anak-anaknya. Hanya anak yang benar-benar merasa dicintai dan diperhatikan dengan benar dan tepat, yang dapat tumbuh dan menunjukkan potensi terbaik dirinya.

Kita mungkin benar-benar mencintai anak kita, tapi kecuali dia merasakannya _ kecuali kita berbicara dalam bahasa cinta yang dengan tepat menyampaikan cinta kita padanya _ dia tidak akan merasa dicintai. 

Banyak orang tua merasa kebingungan kenapa susah sekali mengarahkan, mengatur bahkan mendisiplinkan anak-anaknya. Jawabannya ada di buku ini, menurut Chapman hal itu karena tangki emosinya kosong. Tangki emosi atau emotional tank ini adalah sebuah tangki yang berisikan cadangan tenaga untuk mendorong anak-anak kita. Seperti mobil yang memiliki tangki bahan bakar, begitu juga fungsi tangki emosi pada anak-anak ini, yang berfungsi menjadi bahan bakar untuk mendorong anak melakukan sesuatu atau memperlihatkan potensi dirinya dengan tepat dan baik.

Dengan berbicara dalam bahasa cinta anak kita sendiri, kita mengisi tangki emosi itu dengan cinta. Jika ketika tangki emosi ini penuh terisi cinta, anak akan lebih mudah didisplinkan atau dilatih daripada tangki emosinya yang hampir kosong. Kita harus mengisi tangki emosi anak-anak kita agar mereka dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan mencapai potensi mereka. 

Lalu, dengan apa kita mengisinya? Jawabannya adalah tentu dengan CINTA. Tapi cinta di sini adalah cinta jenis tertentu yang akan memungkinkan anak-anak kita tumbuh dan berfungsi dengan baik. 

Kita perlu mengisi tangki emosi anak kita dengan CINTA TANPA SYARAT. Karena cinta sejati sudah pasti tak bersyarat. Cinta tanpa syarat adalah cinta yang penuh dengan penerimaan dan lebih menekankan pada ’siapakah anak kita’ bukan pada ’apa yang dilakukannya’. Tidak peduli apa yang telah dilakukan (tidak dilakukan) orang tua tetap mencintainya. 

Namun sayangnya, beberapa orang tua memperlihatkan kasih yang bersyarat. Cinta bersyarat ini didasarkan pada kinerja dan dikuatkan dengan teknik pelatihan yang menawarkan hadiah, penghargaan dan hak istimewa kepada anak-anak yang berperilaku atau tampil dengan cara yang diinginkan orang tua.

Hanya orang tua tanpa syarat yang dapat mencegah masalah seperti kebencian, perasaan tidak dicintai, rasa bersalah, ketakutan dan ketidaknyamanan. Hanya kita memberikan cinta tanpa syarat kepada anak-anak, kita akan dapat memahami mereka secara mendalam kemudian akan membuat kita lebih mampu menangani perilaku mereka, baik atau buruk.

Di buku ini, Chapman juga akan lebih membahas mengenai setiap anak memiliki cara khusus untuk memahami cinta. Ada 5 bahasa cinta anak-anak atau cara mereka (begitu juga semua orang) dalam berbicara dan memahami cinta emosional.

5 cara atau bahasa cinta itu adalah

  • Physical touch (sentuhan fisik)
  • Word of affirmation (kata-kata afirmasi / penegasan)
  • Quality time (waktu berkualitas)
  • Gifts (hadiah)
  • Acts of service (tindakan pelayanan)

Sudah tentu atau pasti setiap anak memiliki bahasa cinta yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Karena sama dengan setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda, mereka mungkin mendengar dalam bahasa cinta yang juga berbeda.

Anak-anak perlu mengembangkan keterampilan relasional (yang diajarkan oleh orang tuanya) sehingga dia akan mampu memperlakukan semua orang sebagai individu yang memiliki nilai yang sama.

The 5 Love Languages of Children :

Physical Touch (sentuhan fisik)

Anak dengan bahasa cinta ini menunjukkan cintanya dengan sentuhan-sentuhan dan akan senang atau merasa dicintai saat orang tua juga menunjukkan cintanya dengan sentuhan-sentuhan tersebut. Ciri-ciri yang ditunjukkan anak dengan bahasa cinta sentuhan fisik adalah anak akan suka nempel dengan orang tuanya, anak suka mendekat dan melakukan intimasi dengan kedua orang tua atau pengasuh utamanya.

Hal yang harus dilakukan orang tua : usap kepalanya dengan lembut, gandeng tangan saat berjalan, peluk, pangku, cium dan dan berikan belaian lembut di kepala atau di punggung.

Hal yang tidak boleh dilakukan orang tua : orang tua mengabaikan dan cuek saat anak ingin dipeluk, dicium atau dipanggu dan digendong. Orang tua juga sepatutnya jangan memberikan hukuman fisik yang berlebih kepada anak saat melakukan sesuatu yang dirasa tidak baik oleh orang tua.

Word of Affirmation (kata-kata afirmasi / penegasan)

Bahasa cinta ini ditujukan oleh anak dengan bertanya mengenai tindakannya atau apapun yang sedang dibuatnya kepada orang tua. Misal, ia sedang membuat gambar atau mewarnai, ia akan memperlihatkan karyanya itu dan bertanya, ”pa, ma, lihat karyaku, bagus ga?”. Untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada anak, kita bisa memberikan kata-kata pujian dan manis dan tulus. Respon yang akan ditunjukkan oleh anak dengan bahasa cinta ini adalah wajahnya akan berseri-seri dan bangga dengan pujian yang kita berikan untuknya.

Hal yang harus dilakukan orang tua : ajaklah anak mengobrol, berikan pujian, dan ekspresikan rasa sayang dengan kata-kata, puji si kecil di depan orang lain, konsisten mengapresiasi usahanya. Jika anak melakukan kesalahan atau orang tua ingin memberikan saran atau pendapat atas kinerjanya, berikanlah dengan suara dan kata-kata yang lembut, tidak menghakimi, karena itu akan membuat anak jadi kecewa.

Hal yang harus dihindari orang tua : berlebihan saat mengkritik, acuh tak acuh dengan kinerja yang ditunjukkan oleh anak, memuji usaha anak namun diembeli dengan kata ’tapi’. Misalnya, ”gambarmu bagus sih, tapi lebih bagus punyanya nina, kamu harus belajar mewarnai lagi ya,”

Quality Time (waktu berkualitas)

Anak-anak kita akan merasa dicintai dan merasa berharga bagi orang tua, saat kita menyediakan atau menghabiskan waktu kita bersamanya. Namun tidak hanya memberikan waktu kita, orang tua juga memberikan kesempatan anak untuk memilih aktivitas apa yang ingin dilakukannya, atau ke mana ia ingin pergi, lalu berikan perhatian penuh kepadanya. Saat menikmati waktu bersama anak, orang tua diharapkan tidak terdistraksi oleh hal-hal lain. Jauhkan ponsel dan tidak sedang melakukan aktivitas lain di luar aktivitas yang dipilih oleh anak.

Ciri-ciri yang ditunjukkan anak dengan bahasa cinta ini adalah sering meminta sampai ’memohon’ kepada orang tuanya untuk ditemani, gigi menagih janji papa atau mamanya untuk mengajaknya jalan-jalan atau sekedar bermain seharian dan membacakannya buku.

Hal yang bisa dilakukan orang tua : ajak anak bermain tanpa diganggu oleh hal-hal lain, bacakan anak cerita sebelum tidur, ajak bermain di play ground atau di taman bermain.

Hal harus orang tua hindari : terlalu sering membatalkan janji atau tidak pernah menepati janji-janji yang dibuat. Acuh tak acuh saat anak bicara, sampa mengisolasi anak sebagai hukuman.

Gifts (hadiah)

Anak akan merasa dicintai dan disayangi oleh orang tuanya, jika kita memberinya kejutan hadiah walaupun ia belum menginginkannya. Anak dengan tipe ini melihat hadiah sebagai simbol kasih sayang orang tuanya. Tidak perlu memberi hadiah yang sangat besar, mewah dan mahal. Anakpun akan merasa sangat senang dan merasa ia istimewa dan spesial untuk orang tuanya walau kita hanya memberinya kejutan hadiah-hadiah kecil. Yang terpenting adalah kita memberikanya dengan tulus dan penuh makna.

Anak-anak dengan bahasa cinta ini akan memperlihatkan ia sangat bersemangat dan berbinar-binar saat diberikan hadiah, misalnya saat ulang tahunnya. Ia juga akan selalu mengingatkan kita hari ulang tahunnya dan menagih hadiah untuknya.

Hal yang bisa dilakukan orang tua : beri kejutan kado ulang tahun atau pada saat momen istimewa. Bungkus atau siapkan dengan niat yang tulus. Bisa seperti bekal makanan, hal-hal kecil lainnya yang bermakna.

Hal-hal yang tidak boleh orang tua lakukan : melupakan hari ulang tahun anak atau momen penting lainnya. Hindari juga memberikan kado yang terlalu berlebihan, sehingga makna spesialnya jadi hilang. Atau orang tua yag mengganti hadiah yang diinginkan oleh anak dengan hadiah lainnya tanpa kesepakatan dengan anak.

Acts of Service (tindakan pelayanan)

Anak dengan tipe bahasa cinta ini sangat senang jika ia dibantu dalam melakukan sesuatu. Ciri-cirinya, anak akan minta dibantu membetulkan mainan mereka, minta disuapi, atau menalikan sepatunya. Terkadang walau anak bisa melakukannya sendiri, ia tetap meminta bantuan dari orang tuanya.

Hal yang bisa dilakukan orang tua : mengajak anak untuk melakukan aktivitas bersama-sama. Orang tua tidak melakukan 100% untuk anak tapi bisa dengan memberikan contoh terlebih dahulu kemudian biarkan anak melakukannya. Atau dengan menuntun anak step by step dalam melakukan sesuatu.

Hal yang harus dihindari orang tua : acuh tak acuh atau mengabaikan permintaan anak, apalagi mengatakan ”hah, kamu ini pura-pura aja, kan sudah bisa sendiri, jangan manja!”. Namun orang tua juga diharapkan tidak memanjakan anak dengan mengiyakan semua permintaannya.

Best Quote

“Whatever love language your child understand best, he needs it expressed in one way-unconditionally. Unconditional love is a guiding light, illuminating the darkness and enabling us a parents to know where we are and what we need to do as we raise our child. Without this kind of love, parenting is bewildering and confusing.”

Kesimpulan

The 5 love languages of children : the secret to loving children effectively adalah buku yang patut dibaca orang tua untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana anak-anak menerima dan mengekspresikan cintanya.
Bahasa cinta anak bisa berubah seiring bertambahnya usia dan perjalanan hidupnya. Cermati ciri-ciri yang ditunjukkan oleh anak dan beri respon tepat agar ia merasa dicintai dan berharga bagi orang tuanya. 

Rekomendasi

Buku ini bisa dibaca oleh siapa saja yang ingin belajar mengenai pengasuhan anak yang lebih spesifik bagaimana menunjukkan cinta dan kasih sayangnya yang lebih tepat kepada anak-anak. Baik dibaca oleh calon orang tua, orang tua, atau tenaga ahli yang bekerja di dunia anak-anak.

______

Selamat membaca para orang tua hebat 🙂

-aa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *