God is Good,  Titik Terang

Bersahabat dengan Kesulitan dan Tantangan

Kesulitan dan tantangan pasti selalu ada. Selama kita hidup, selama kita bernafas, kita pasti akan pernah saja menemukan, menghadapi atau dihampiri oleh kesulitan dan tantangan itu. Wajar. Tapi bukan maksud mengecilkan, APALAH ARTI KESULITAN DAN TANTANGAN itu, kalau kita tahu bagaimana mengatasinya, kalau kita tahu bahwa kita pasti akan selalu menang atasnya.

Dalam hidup ini memang ada hal-hal yang tidak bisa kita prediksi, kemunculannya bisa sangat tiba-tiba, tanpa peringatan, dan sudah pasti membuat kelimpungan, bahkan mungkin putus asa. Kalau kita tidak benar-benar paham bagaimana menghadapinya, mungkin kitapun akan kalah olehnya.

Seperti kita yang tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di esok hari, kitapun tidak pernah tahu kapan kesulitan atau tantangan hidup akan menghampiri kita. Kita buta terhadap segala sesuatu yang belum terjadi, dan kita tidak punya kuasa untuk menolak atau menghindarinya. Mungkin, ada kesulitan dan tantangan yang bisa kita prediksi sebelumnya dengan adanya klue atau gejala-gejala kemunculannya, tapi sekali lagi kita tidak bisa menolak atau menghindarinya, jika memang sudah ditakdirkanNya, kita bertemu dengannya.

Kesulitan atau tantangan yang menghampiri kita bisa saja ringan, kita bahkan bisa menyelesaikannya dengan hanya menggunakan kemampuan kita sendiri, dan juga dengan waktu yang sangat singkat untuk mengalahkannya. Tapi mungkin akan ada juga waktunya kita diijinkan Tuhan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan yang sangat berat, yang perlu waktu lebih lama untuk mengalahkannya dan juga mungkin perlu kekuatan yang lebih dari kekuatan kita untuk mengatasinya.

Banyak jenisnya, beragam beratnya, dan juga berbeda-beda waktunya, tapi satu yang pasti yang Tuhan selalu ingatkan, selalu dan selalu, bahwa kita memiliki kekuatan untuk menghadapi apapun.

Kekuatan apa saja yang kita miliki?

  1. Kekuatan untuk bangkit kembali setelah terjatuh
  2. Kekuatan untuk mencari jalan keluar atas masalah yang kita hadapi termasuk meminta bantuan dari orang lain
  3. Kekuatan menerima segala sesuatu sebagai bagian dari perjalanan hidup yang membentuk kita menjadi lebih baik dari sebelumnya
  4. Kemampuan untuk selalu bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidup kita sebagai pemberian dari yang Kuasa untuk proses pendewasaan diri
  5. Kekuatan untuk lebih fokus dan tidak melupakan hal-hal baik yang Tuhan telah berikan untuk kita. Hal-hal positif yang sudah kita miliki.

Dengan kekuatan-kekuatan itu kita bisa lebih semangat dalam menghadapi tantangan hidup dan lebih merasa tenang saat menemukan kesulitan. Kita tahu, kita pasti bisa, kita pasti bisa selalu menang. Entah dengan waktu yang sangat singkat dengan hanya kekuatan kita sendiri, atau butuh waktu yang lebih panjang dengan orang lain sebagai tempat kita meminta tolong. Entah itu berperang dengan kesulitan yang diberikan oleh orang lain kepada kita, atau berperang dengan diri sendiri, dengan segala hal-hal kurang tepat, emosi-emosi, pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan yang tidak seharusnya, untuk kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Satu lagi, Tuhan selalu janjikan bahwa dibalik tantangan atau kesulitan, Tuhan juga sertakan kenikmatan atau kebaikannya untuk kita. Karena itu kita lebih baik tidak terlalu fokus hanya pada susahnya saja atau sulitnya saja. Fokuslah juga pada apa maksudnya, kenapa tantangan dan kesulitannya ini ada untuk kita. Coba pikirkan hal-hal baik apa yang dibawanya serta saat kita bisa menang atasnya. Itu salah satu kekuatan yang bisa kita asah, agar tidak langsung atau buru-buru terpuruk ketika kesulitan datang. Alih-alih takut duluan, kita malah akan lebih bersemangat mengatasinya karena kita tahu kita akan mendapatkan hal-hal baik lainnya kalau kita melakukannya.

Ada begitu banyak nikmat Tuhan yang bisa kita rasakan, lihat bahkan telah banyakpun menjadi milik kita. Dari hal-hal baik yang kecil, bahkan sampai yang besar. Banyak contohnya, seperti gas yang selalu berbarengan habis dengan masakan terakhir yang juga sudah matang. Atau lagi, saat kita merasa lapar tapi sedang malas masak atau keluar rumah, ada orang lain yang mau memasakkan makanan atau membelikannya keluar. Atau lagi, saat kita kekuarangan uang, kemudian kita mencari-cari recehan yang mungkin kita tidak inginkan dulu, kemudian kita temukan lagi di saku-saku kecil tas kita lalu melengkapi yang kita miliki. Belum lagi kesulitan-kesulitan besar yang mungkin membuat seluruh fisik rasanya sakit semua, tapi pasti Tuhan sediakan juga kemudahan-kemudahan yang bisa kita miliki dengan kekuatan-kekuatan yang diberikanNya kepada kita.

Masih ada banyak hal yang patut kita syukuri walau dalam kesulitan sekalipun!

Baik, buruk, kesuksesan, kegagalan, kesulitan, kemudahan bahkan tantangan dan rintangan yang kita hadapi, memiliki tujuannya sendiri-sendiri untuk kita.

Dan ajaibnya kalau kita mau,

mengakui keberadaannya,

menerimanya,

mengucap syukur atas hadirnya,

memahami maksud tujuannya

dan bersedia mengatasinya dengan perlahan, satu persatu,

menggunakan kekuatan yang kita miliki, maka kitapun akan melihat dan merasakan hal-hal baik yang dibawanya serta.

Yang nantinya kita akan pakai untuk kemajuan hidup kita sendiri.

Aku yakin, kalau kita memiliki mental bahwa tantangan dan kesulitan juga memiliki tujuan baik untuk kita, bahwa kita selalu punya kekuatan menghadapinya, kita pun akan menganggap kesulitan dan tantangan itu sebagai teman hidup kita. Sebagi bagian dari pembentukan diri kita yang sudah patutnya kita terima dan syukuri kehadirannya.

Memang ada kesulitan yang tidak bisa kita menangkan, seperti kehilangan atau perpisahan dengan orang-orang terkasih karena kematian. Akupun masih memiliki ketakutan atas itu, masih sangat mencemaskan jika waktu itu datang kepadaku. Aku mungkin tidak akan pernah menang untuk menghidupkan kembali orang-orang yang kukasihi, atau pergi ke alam sana dan membawanya kembali ke dunia. Mustahil aku menang atas itu.

Tapi yang kutahu, aku punya kekuatan untuk (sekali lagi) menang atas pertempuran dalam diriku sendiri. Dengan kesedihanku, dengan perasaan kehilangan yang mungkin tidak akan cepat hilang seperti aku membuka mata di keesokan harinya. Aku juga tahu aku bisa menang dengan perasaan-perasaan takut dan negatif lainnya setelah aku ditinggalkan, atau malah dengan kemarahan kepada Tuhan kenapa memisahkan kami dengan cara itu. Yang aku tahu, aku masih memiliki (walaupun mungkin sedikit saja, untuk saat itu) kekuatan yang telah kumiliki sejak lama untuk membuatku kembali bangkit dan meneruskan hidupku.

_____

Kata-kata ini untukmu dariku yang mungkin lebih dulu menyadarinya.

Pelan-pelan diurai, satu persatu, 
saat buntu dan semangat mulai kendor, istirahat dulu, tenangkan diri, 
minta pertolongan juga sangat boleh. 
Siapa tahu orang lain punya pandangan baru yang membukakan mata kita. 
Tak ada jalan? 
Benang benar-benar kusut dan tak bisa diurai, 
tetap tenang, 
bisa dipotong kemudian disatukan lagi dengan benang yang lain. 
Sambungan benang itu memang terlihat tidak indah, 
tapi ia ada sebagai pengingat bahwa kita pernah memiliki usaha yang sangat besar untuk memperbaiki, sebagai pengingat bahwa kita berhasil melakukannya dan menang atasnya. 
Bahwa kita memiliki kekuatan dan keberanian menaklukkan kekusutan yang dengan berani-beraninya menghampiri. 
Kalau sekarang saja bisa kita lewati, untuk seterusnya akan selalu begitu. 

TETAP SEMANGAT! 

Tanpa kita tahu, atau mungkin lebih sering terabaikan, sebenarnya kita jauh lebih kuat dari yang kita tahu. Kita jauh lebih pintar dari yang kita yakini, dan kita jauh lebih bijak dari yang kita pikirkan. Satu lagi, kita bisa jauh lebih baik dari yang kita lakukan sebelumnya.

Jadi, tantangan apapun akan bisa kita atasi. Kesulitan apapun akan bisa kita cari caranya. Kitapun bisa mendapatkan makna positif dari setiap hal yang kita hadapi. Lalu, kitapun bisa berbagi apapun kepada siapapun, karena kita memang sebaik itu.

Lalu, setelah tahu hal ini, tantangan dan kesulitan apa lagi yang bisa mengalahkanmu?

-aa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *