God is Good,  Note to Self,  Titik Terang

Atasi Masalahmu Seorang Diri atau Ceritakan?

Dulu, seseorang membagikan sebuah video dengan mengatakan “Jangan Ceritakan Permasalahanmu dengan Orang Lain, Atasi Seorang Diri!”

Pada awalnya, aku sangat sangat sangat tidak menyetujui kata-kata itu. Karena sebenarnya, setiap orang perlu bercerita dan “menumpahkan” segala permasalahannya atau keluh kesalnya mengenai apapun, kepada orang lain. Karena dengan bercerita, seseorang bisa menyadari banyak hal:

  1. Dengan bercerita dan seseorang menjadi “tempat sampahnya”, maka kita akan menjadi semakin lega. Walau hanya dengan mengoceh untuk menumpahkan semua permasalahan yang membebani pundak kita. Karena menceritakan atau curhat dengan orang lain, tidak hanya membicarakan mengenai mencari solusi. Kadang kala kita tidak membutuhkan solusi, tapi hanya dengan adanya orang lain dalam mendengarkan perasaan dan pikiran kita.
  2. Dengan bercerita dan memperkatakan segala keluh kesah, membuat kita mendapatkan ‘insight‘ mengenai permasalahan atau kesulitan yang kita sedang hadapi. Dengan bercerita kita bisa jadi mendapatkan pemecahan masalah atau solusinya. Secara tidak langsung saat memperkatakan sesuatu kita jadi “oh gini aja ya?” dan nemu sendiri jalan keluar atas masalah itu.
  3. Kadang seseorang sudah mempunyai solusi atas permasalahannya, namun dengan bercerita dan memperkatakannya secara verbal dan terdengar lebih nyata, membuat kita semakin yakin akan solusi itu. Kemudian memakai solusi yang sebenarnya dari awal sudah ada dari kita sendiri bukan dari orang lain. 

Karena kita adalah makhluk sosial, jadi aku berpikir masih membutuhkan orang lain dalam menghadapi masalah kita. 

Itu pada awalnya. 

Tapi sekarang, setelah aku memikirkan dan selalu memikirkan video itu, dan segala kata-katanya, aku jadi 50% menyetujuinya. Ya, kadang kala, di situasi-situasi tertentu kita memang harus menyelesaikan permasalahan kita seorang diri, bukan menceritakannya dengan teman, sahabat, saudara bahkan kedua orang tua. Aku yakin kita sebagai pribadi yang jauh lebih lengkap (dalam segala hal) dibandingkan makhluk hidup lainnya, mampu mengatasi sendiri tanpa koar-koar mengenainya. 

Karena terus memikirkannya, aku mendapatkan beberapa alasan ini, kenapa (disituasi tertentu) kita memang harus mengatasi permasalahan kita seorang diri:

Menceritakan permasalahan kita kepada orang lain bisa membuat kecewa ketika ternyata respon mereka tidak sesuai harapan kita. 

Teman, saudara bahkan orang tua kita, memiliki permasalahan mereka sendiri. Setiap orang, selama mereka hidup, pasti memiliki “masalah”. Jadi jangan merasa bahwa hanya kita yang punya masalah dan hanya kita yang harus didengarkan. Walau sedang kesusahan, dan diliputi masalah bukan berarti kita boleh egois ya.

Kita bisa jadi kecewa kalau respon dari orang lain tidak sesuai dugaan dan yang kita harapkan. Biasanya kalau tidak siap dengan respon yang ternyata tidak sesuai harapan, kita bakalan baper, semakin sedih, merasa tidak dimengerti dan dipedulikan, kemudian masalah akan bertambah berkali-kali lipat. Hal ini akan merugikan kita sendiri. Dalam kondisi seperti ini, lebih baik memang selesaikan masalah itu seorang diri.

Bisa jadi suasana hati atau keadaan kita saat itu berbeda dengan suasana hati dan keadaan orang lain.

Misalnya suatu hari, kita yang sedang ada masalah dan bersedih kemudian menceritakannya dengan orang lain, bisa kepada teman, saudara atau orang tua. Tapi ternyata saat itu, orang tersebut sedang dalam suasana hati yang gembira dan bahagia. Bisa dikatakan jauh dari rasa sedih apalagi kesusahan. Saat itu, bisa jadi dia tidak akan memahami kesedihan kita dan inilah yang membuat responnya tidak akan sesuai harapan kita. Ini berlaku untuk kebalikannya. Suasana hati dan keadaan yang berbeda diantara kita dan orang lain akan memperumit keadaan. Karena tidak mampu saling memahami.

Tidak semua orang tahu, apa itu empati dan dapat melakukannya kepada orang lain.

Ini juga menjadi sebab kenapa respon orang lain menjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Saat dia senang, sebagian besar emosi senang akan meliputi dan mempengaruhi sebagian besar dirinya, sehingga tidak ada tempat untuk merasakan kesedihan, apalagi kesedihan orang lain. Got it? Ini berlaku sebaliknya. Jadi, lebih baik ceritakan dan selesaikan masalah kita dengan diri kita sendiri. Mau yang lebih tepat? Dengan Tuhan kita. Ia adalah empunya yang memiliki empati yang tak terbatas.

Sayangnya tidak semua orang (yang dekat atau yang kita kenal) dapat menangis bersama kita yang sedang menangis, atau dapat tertawa bersama kita yang juga tertawa. Tidak semua orang juga bisa merelakan waktu dan tenaga mereka hanya untuk mendengarkan keluh kesah kita. Banyak orang yang masih tidak mampu mengesampingkan kepentingannya untuk hadir penuh dalam kepentingan orang lain.

Tidak semua orang dapat memahami dan memperdulikan kita seperti mereka memperdulikan dirinya sendiri.

“Masalah kita bukanlah masalah mereka”. Pikiran itu harus selalu ditanamkan dalam hati. Kalau sudah sadar dan paham akan itu, kita akan jadi paham dan dapat menerima juga, bahwa orang lain tidak akan mampu memahami 100% permasalahan kita, dan sudah pasti tidak akan merasakan 100% perasaan kesal kita, marah, jenuh atau putus asa kita.

Sayangnya tidak semua teman, bahkan sahabat berpikir bahwa memikul permasalahan sahabatnya adalah kewajiban. Sudah pastinya adalah tidak ada satupun orang yang mau rela sepenuhnya menanggung beban orang lain. Dan memang bukan tanggung jawab mereka menanggung beban kita. Begitu juga sebaliknya kita tidak berkewajiban menanggu beban orang lain sepenuhnya.

Jadi, jangan berharap banyak saat menceritakannya kepada orang lain. Tidak semua orang, misalnya sahabat kita saja, merasa dan berpikir bahwa persahabatan kalian adalah segalanya, dan dia selalu menyediakan waktu dan tenaganya sepenuhnya untuk kita. Dan memang lagi-lagi orang lain tak harus melakukan itu untuk kita.

______

Pada akhirnya, sekarang, aku menyetujui kata-kata di video itu, tapi ingat hanya 50% saja.

50% yang lain, kita tetap WAJIB menceritakan permasalahan yang kita hadapi dan mencari bantuan kalau memang sudah mentok, tidak menemukan solusi yang tepat setelah mencoba beberapa kali, dan tidak bisa hanya menanganinya seorang diri. Itu berarti masalah kita cukup besar dan kita berkewajiban mencari bantuan dan juga tentu berhak mendapatkan bantuan. 

Teman, saudara atau orang tua kita mungkin masih dipengaruhi oleh 4 hal di atas sehingga ‘kurang mampu’ mendengarkan dengan baik. Cobalah (oh tidak, kita harus!) mencari tenaga profesional untuk itu. Kalau kita memiliki masalah mengenai ekonomi, cari pakar ekonomi. Kalau masalah kita mengenai hubungan dengan pasangan, cari tenaga profesional yang memahami mengenai permasalahan itu. Just simple like that!

So, the conclusion adalah alangkah baiknya kalau kita mampu memikirkan dan menyelesaikan permasalahan kita sendiri. Aku yakin kita semua pasti bisa! TAPI, ada kalanya setelah sekian lama kita sudah mencoba tapi belum juga menemukan jalan keluar dari goa masalah kita, maka segeralah cari bantuan profesional. Ini berlaku jika teman, sahabat dan kedua orang tua kita masih dipengaruhi oleh 4 hal di atas. 

"Hanya kamu yang dapat menciptakan kebahagiaanmu sendiri. Hanya kamu pribadi yang mampu menemukan jalan keluar atas goa masalahmu. Entah itu menghadapi dan menyelesaikannya sendiri atau dengan mencari bantuan menceritakannya dengan orang lain.”

Yakin dan percaya, Keep Fighting! 

Permasalahan kita pasti menemukan jalan keluarnya karena Tuhan tidak akan memberikan masalah yang melebihi kekuatan kita, kita pasti selalu bisa mengatasinya.

______

Photo by Ida Andersen Lang on Unsplash

Pesan dariku untuk orang-orang di luar sana, yang aku yakin sedang berjuang dengan masalah-masalah dan tantangan hidup masing-masing. Tapi aku kembali mengingatkan bahwa seburuk-buruknya kehidupan kita, kita masih memiliki kewajiban bahkan hak untuk menjadi saluran berkat untuk orang lain, untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong orang lain.

Jadi, alangkah lebih baiknya, walaupun tidak sepenuhnya, kita bisa memberikan waktu kita untuk sekedar mendengarkan ‘curhat’ atau keluh kesah orang lain, apalagi orang yang kita kenal dan dekat dengan kita. Berikan sedikit saja tenagamu untuk mencarikan jalan keluar atas kebuntuan yang mereka ceritakan atau hadapi. Dan setidaknya, walau tidak bisa melakukan apa-apa, kita bisa memberikan semangat, doa terbaik untuk mereka agar lebih kuat dalam menjalani kehidupannya, seperti yang kita lakukan untuk diri kita sendiri.

Aku percaya, kita sebagai manusia, tahu betul bahwa ada hukum tabur tuai yang Tuhan sudah adakan sejak dulu sekali. Apapun yang kita tabur itulah yang kita tuai. “menangis saat ia menangis dan tertawa saat ia tertawa” biarlah menjadi bentuk keimanan kita untuk nanti akhirnya kita juga yang menikmati buah manisnya.

Hidup ini tak selalu tentang ‘harus menerima’ sebanyak yang kita beri diwaktu itu juga. Kadang ketika kita memberi 100, kita akan hanya mendapatkan 20 diwaktu itu, tapi begitulah Tuhan menyayangi kita. Karena ia akan memberikan sisanya diwaktu-waktu nanti saat kita benar-benar membutuhkannya. Bisa jadi 20 nya 5 tahun lagi, bisa jadi sekalian 80 nya 1 minggu lagi.

Tuhan punya rencana, dan Tuhan selalu tahu kapan waktu terbaik untuk kita.

Selalu semangat dan kuat ya kalian dalam menjalani segala perjuangan dalam hidup. Tapi tetap ingat memberi diri untuk mengembalikan senyum dan tawa orang lain merupakan juga sumber berkat yang nanti kita akan terima kelak.

-aa- 

3 Comments

  • Hi Hairstyles

    We are a gaggle of volunteers and starting a brand new scheme in our community. Your site offered us with useful info to work on. You have done a formidable task and our whole community will likely be grateful to you.

  • 15 Hottest Short Bob Haircuts with Bangs

    I might also like to convey that most of those that find themselves without the need of health insurance are usually students, self-employed and people who are unemployed. More than half of those uninsured are really under the age of Thirty five. They do not sense they are looking for health insurance because they’re young and also healthy. Its income is generally spent on houses, food, plus entertainment. Many people that do work either whole or part-time are not provided insurance by means of their work so they move without owing to the rising cost of health insurance in the us. Thanks for the tips you share through this blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *