Note to Self,  Titik Terang

5 Pelajaran Baik dari Jalan Raya

Sebagai pengguna tetap jalan raya, dari senin sampai sabtu (sebelum pandemi) kadang minggu juga, dan sekarang jadi senin-jumat (karena pandemi). Diantara aku dan keluargaku sepertinya aku yang lebih sering berada di jalan raya, yang memakai jalan raya ini paling lama dari yang lainnya.

Rumahku cukup jauh dari kota denpasar, dari kantorku, jadi butuh 2 jam perjalanan kalau lagi macet-macetnya, minimal 1,5 jam harus di siapkan hanya untuk di jalan raya agar sampai dikantor dengan selamat, tanpa kurang satu apapun, dan tentu saja tidak terlambat.

Aku tumbuh besar dengan aturan yang sebenarnya tidak tertulis mengenai “on time” dalam melakukan apapun dan kemanapun. Aku memiliki orang tua yang selalu melakukan persiapan apapun dengan matang, dan selalu tidak pernah terlambat pergi kemanapun. Sejak kecil aku tidak terbiasa terburu-buru, tidak ada yang namanya ketinggalkan pesawat, berlarian di bandara, atau ngos-ngosan berlarian karena sudah ditunggu oleh rekan meeting, guru atau bahkan dosen.

Aturan tidak tertulis itu sudah mendarah daging dan itu menjadi salah satu pembentukku sampai saat ini. Tahu tidak, aku selalu mendengar kata-kata ini dimanapun, “ayu rumahnya paling jauh, tapi selalu paling cepat dan paling pertama sampai,” kata-kata itu membuatku senang dan menjadi salah satu kelebihanku sudah sejak lama. Mereka mengenalku selalu on time, mereka mengenalku tidak pernah terlambat, dan aku menyukai julukan itu.

Karena selalu spend waktu lebih banyak di jalan raya, juga membuatku berkendara dengan tenang, santai dan jadi cukup menikmati hal-hal atau sesuatu yang kulewati. Memang ada satu atau dua kali harus tergesa-gesa karena ternyata macet banget, atau harus segera memutar arah mencari jalan yang lain karena ternyata kok stucknya cukup lama. Tapi itupun memberi kenikmatan sendiri.

Sebagai pengguna jalan raya tetap, aku mendapatkan banyak sekali pelajaran baik darinya. Tidak hanya menjadi jalan penghubungku dari rumah ke kantor, atau ke tempat tujuan lainnya, tapi jalan raya juga sebagai guru yang mengajariku banyak hal. Karena itu akan kubagikan pula disini untuk kalian semua.

Semoga dengan ceritaku mengenai guruku ini bisa juga memberi kesadaran baru untuk kalian dalam menggunakan jalan raya, terlebih lagi dalam menjalani perjalanan hidup kita ini. Karena ternyata, pelajaran baik dari jalan raya ini bisa dihubungkan juga pelajaran baik yang bisa kita terapkan dalam perjalanan hidup kita.

Selamat menikmati pelajaran berhargaku 🙂

#1 Giant truck dan bus besar = tantangan dalam hidup

Ini yang kusadari, bahwa pengguna jalan raya tidak hanya kita. Kita berbagi dengan banyak jenis orang, dengan banyak juga jenis kendaraannya. Sayangnya, tidak hanya kita saja yang membayar pajak, mereka juga, jadi ya kita harus berbagi. Lagipula jalan raya milik kita semua. Karena milik semua orang, maka akan banyak juga jenis kendaraan di dalamnya, mulai dari sepeda motor, sampai truck dan bus besar.

Para pejalan kaki, para pesepeda, yang menggunakan motor, mobil, bus, hingga truk besar, mereka bisa diibaratkan sebagai tantangan dalam kita menggunakan jalan raya. Sekarang, aku akan lebih fokus pada truk dan bus yang besar. Mereka menjadi salah satu tantangan besar di jalan raya. Giant truck misalnya, jalannya yang pelan dan ukurannya yang besar memenuhi jalan raya juga membuat kita kesulitan mendahuluinya. Kalau diam saja dan diikuti, kemungkinan besar akan lebih lama sama di tujuan.

Belum lagi bus besar yang sopirnya aduhai, bisanya nyalip sana, nyalip sini tanpa rasa takut, kadang bahkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu seperti menghidupkan lampu sein atau membunyikan bel. Kadang kelakuannya itu membuat kita terkaget-kaget dan sering-sering harus mengelus dada untuk membuat diri kembali tenang.

Perjalanan dari rumahku ke kantor bisanya juga akan dilewati oleh truk-truk besar ini karena menjadi jalan utama dari pelabuhan jawa-bali ke pelabuhan bali-ntb. Saat aku berhasil melewati satu giant truck, ternyata itu bukan akhirnya, masih ada lagi giant truck yang lain yang membuatku masih mencari celah dan cara tepat dan aman untuk mendahuluinya, begitu terus sampai aku sampai tujuan.

Aku menyadari, hal ini sama dengan proses kehidupan yang kita jalani. Tantangan selalu ada setiap harinya selama kita bernafas, selama kita hidup. Mulai dari yang sangat kecil yang mungkin menyelesaikannya tidak sangat membutuhkan tenaga yang super dan waktu yang lama, sampai yang sangat besar sekalipun yang ternyata perlu usaha-usaha super extra dari kita untuk menaklukkannya.

Tapi ada kabar baiknya, daripada kita menganggap bahwa giant truck sebagai penghalang kita, atau bus besar sebagai hal yang membuat kita takut, lebih baik kita fokus dengan pikiran yang tenang, kewaspadaan yang tinggi untuk mencari jalan, celah dan cara yang tepat untuk mendahului mereka. Setelah kita bisa mendahului dan berada selangkah, dua langkah atau sepuluh langkah di depan mereka, kita akan merasa lebih percaya diri untuk terus berjalan, dan menghadapi lagi tantangan lain di depan sana.

Di sepanjang hidup ini, sangat banyak tantangan yang harus kita hadapi. Berikan apresiasi dan pujian untuk diri kita yang telah menyelesaikan satu tantangan. Tapi jangan kemudian lengah dan berpuas diri, di depan sana masih banyak lagi tantangan-tantangan lain yang menuntut kita semakin kreatif menghadapinya. Sampai nanti kita tiba pada tujuan akhir dan keberhasilan sepanjang jalan hidup kita itu akan menjadi cerita dan karya yang tertinggal untuk generasi dibawah kita, dan itu bisa mengharumkan nama kita. 

Semangat ya, tidak ada tantangan yang benar-benar besar dan tidak bisa kita hadapi. Kata Tuhan, tantangan dalam hidup kita tidak akan melebihi kekuatan yang kita miliki. Tuhan janjikan, kita pasti akan selalu kuat menghadapinya.

#2 Jalan yang satu VS jalan yang lain

Ada begitu banyak jalan menuju roma, begitu kata pepatah. Ada benarnya juga, karena kusadari lagi ternyata ada banyak juga jalan menuju kantorku atau tujuanku yang lain dari rumahku. Minimal pasti ada 2 jalan yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain.

Yang pasti adalah kita akan memilih satu jalan untuk kita lalui dalam satu waktu itu, tidak mungkin kan kita melewati dua jalan yang berbeda dalam satu waktu. Kita bukan naruto yang bisa membelah diri. Tapi, sadar tidak, hemm, ini biasanya sesekali lewat sih dalam pikiranku. Ketika aku sudah memilih satu jalan, kemudian tiba-tiba aku mengingat dan memikirkan jalan lain yang tidak menjadi pilihanku sebelumnya.

Akupun mulai berandai-andai, apa jalan yang satu itu lebih lengang ya? Apa jalan yang itu lebih indah ya? Apa jalan yang itu lebih mulus dan tidak terjal ya? Begitu dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang kesannya meragukan kemudian menjurus ke penyesalan. Begitu terus kita menggerutu, membayangkan pilihan lain yang sudah sangat jauh dari angan apalagi dari genggaman. Sampai-sampai kita lupa menikmati pilihan yang sudah kita pilih dan sedang kita jalani saat ini.

Jalan-jalan itu melambangkan pilihan-pilihan yang kita sering buat dalam kehidupan kita. Dari banyaknya pilihan, kita pasti memilih satu pilihan yang kita lakukan dalam satu waktu. Ketika sudah memilih satu pilihan ini, sebaiknya kita tidak lagi memikirkan pilihan atau jalan yang lain. Yang sebaiknya dan seharusnya kita lakukan adalah malah menikmati pilihan dan jalan yang sudah kita pilih, yang sedang kita jalani saat ini. 

Dengan menikmati, kita bisa tahu apa saja yang ditawarkan jalan atau pilihan itu untuk kita. Kita bisa menikmati pemandangannya, kita tahu hal-hal baru yang ada di jalan itu, hingga apa saja pelajaran baik yang ditawarkan pilihan dan jalan itu untuk kita. Saat kita sampai ditujuanpun, kita tidak hanya berterima kasih karena pilihan untuk mengantarkan kita dengan selamat, tapi juga ia memberikan banyak bonus hal baik karena kita yang menikmatinya.

Tips agar kita tidak menyesal setelah memilih:

  • Jangan tergesa-gesa dalam memilih. Berikan cukup waktu untuk kita berpikir. Berikan ketenangan hati kita untuk memilih dengan bijak
  • Bisa mulai dengan membuat list kelebihan dan kekurangan dari pilihan-pilihan yang ada. Bisa juga cari hal-hal yang ada dalam pilihan itu yang lebih kita perlukan. Misal, aku pilih jalan satu karena aku ingin beli sarapan dulu di toko A, makanan disana enak.
  • Bisa menggunakan riset, pendapat orang lain atau pengalaman sebelumnya dari orang lain atau dari diri sendiri. Misalnya, pengalaman sebelumnya memilih jalan ini, ternyata macet parah, lalu pilih yang lain.
  • Percaya diri sendiri, dan jangan juga terlalu keras dengan dirinya sendiri untuk membuat keputusan atau memilih salah satu dari banyaknya pilihan dengan sempurna.
  • Sadar apapun yang sudah dipilih dan dilakukan tidak bisa diulang lagi, kalaupun diulang akan mengorbankan lebih banyak tenaga dan waktu.
  • Sadar bahwa apapun itu pasti membawa kebaikan juga untuk kita. Kita bisa belajar hal-hal baru yang sudah pasti mengisi tangki kita untuk lebih bertumbuh.
  • Setelah memilih, jangan lagi melihat ke belakang. Hindari gerutu-gerutu tidak perlu, yang menanyakan kemungkinan-kemungkinan baik yang ditawarkan pilihan lainnya yang tidak menjadi pilihan.
  • NIKMATI pilihanmu!

Selamat memilih ya, apapun itu pilihanmu selalu benar dan tepat. Seseorang yang tidak bisa menjerumuskan kita ke jurang kematian adalah diri kita sendiri. Begitupun pilihan yang kita buat, kalau dibuat dengan baik dan bijak, apapun itu pasti akan selalu membawa kebaikan dan menibakan kita di tujuan dengan selamat dan aman.

#3 Respon kita terhadap pengemudi lain yang berhenti mendadak di depan kita

Ada kalanya satu situasi ini muncul saat kita berkendara. Satu pengemudi di depan kita, entah kenapa berhenti mendadak, lalu juga membuat kita mengerem mendadak, bisa jadi dengan kejadian itu, dampak dari yang dilakukannya dan yang kita lakukan akan berentet ke hal lain. Bisa jadi, kita menabrak orang itu, bisa juga jadi kita yang ditabrak dari belakang karena juga mengerem mendadak.

Banyak juga respon dari orang-orang, tapi mungkin yang lebih sering adalah mereka marah-marah, keluar dari mobil, kemudian mengamuk dan memaki-maki. Please, jangan lakukan!

Apapun yang terjadi, baik di jalan raya, atau dimanapun itu, sebaiknya respon kita tetap tenang, agar kita bisa melihat dan memahami apa yang sedang terjadi. Marah-marah, menuding, menyalahkan apalagi mengamuk tidak akan serta merta menenangkan keadaaan, tidak akan serta merta membuat mobil kita yang tergores jadi mulus lagi.

Ini yang kusadari, ada banyak alasan kenapa satu pengemudi tiba-tiba diam mendadak, atau berhenti mendadak di tengah jalan, di depan kita, yang mungkin tingkahnya itu juga merugikan kita.

Bisa jadi kendaraannya tiba-tiba rusak, yang juga diluar kuasanya, bisa jadi bahan bakarnya habis, bisa jadi karena ada hewan atau hal-hal lain yang juga melintas mendadak di depannya, dan bisa juga, mungkin pengemudi itu sedang sakit mendadak. Kita tidak pernah tahu apa yang sedang terjadi, sebelum kita mencari tahu dengan tenang kan?

Dalam kehidupan juga ada yang seperti ini. Hal-hal mendadak terjadi di depan kita yang bisa karena disebabkan oleh orang lain atau hal-hal lain. Alih-alih kita marah-marah dan mengamuk, yang sudah pasti menguras tenaga dan energi kita, lebih baik kita sabar dan tenang menghadapinya. 

Lihat dulu, apa yang kita hadapi, kenapa hal itu datang menghampiri kita, kemudian bagaimana dan apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah itu. Dengan begitu kita tidak hanya membantu diri kita sendiri keluar dari kesulitan tapi juga bisa membantu masalah yang orang lain hadapi yang ternyata juga berdampak pada kita. 

#4 Budayakan antri! Jangan menerobos orang di depan kita yang sudah menyalakan sein ke kanan, walau kita juga akan ke sana.

Contoh yang sering terjadi. Misalnya ni, Seseorang di depan kita sudah menghidupkan lampu sein ke kanan, dan bersiap melaju ke kanan, kemudian kita yang dibelakangnya, menerobos agar kita ke kanan lebih dulu. Hal ini bisa jadi kita yang merasa orang di depan kita itu terlalu pelan dan membuang waktu, atau kita melihat hanya satu tempat parkir yang tersedia di sana, kemudian dengan tidak tahu dirinya, kita serobot aja, supaya kita yang mendapatkan parkir itu.

Dalam kehidupan ini juga, tidak jarang kita temui orang-orang yang menerobos kita dalam mendapatkan sesuatu. Seperti kesuksesan, bahagia atau berkat lainnya. Jangan seperti mereka!

Segala sesuatu sudah diatur Tuhan sebagai mana mestinya. Bahkan segala berkat dan hal-hal lainnya. Suatu yang jadi milikmu akan jadi milikmu, seberapa keraspun kita menolaknya. Suatu yang tidak diperuntukkan untukmu, tidak akan pernah jadi milikmu, seberapa kuatpun kita memintanya. 

Dan satu lagi hal yang kupelajari, saat kita memiliki sesuatu dengan mengambil milik orang lain, sudah pasti yang kita dapatkan itu tidak akan bertahan lama, dan biasanya tidak akan memberi manfaat terhadap hidup kita. Lalu buat apa dilakukan?

Tenang, santai, sabar, antri, dan tetap berhati-hati dalam berkendara di jalan raya, begitu juga dalam perjalanan hidup ini.

#5 Bukan mengenai orang lain, tapi mengenai diri kita sendiri.

Kita tidak bisa menuntut atau meminta orang lain untuk berhati-hati, untuk pelan-pelan, untuk mengikuti aturan rambu-rambu lalu lintas, hingga untuk selalu waspada. Tapi yang bisa kita lakukan adalah menjaga diri kita sendiri, tetap waspada, mematuhi rambu-rambu, fokus dan tenang saat mengemudi di jalan raya.

Manfaatnya sudah pasti kita akan selamat sampai tujuan, tanpa kurang satu apapun. Dan lagi, minimal keberadaan kita dimanapun, termasuk di jalan raya tidak merugikan orang lain.

Begitu juga dalam kehidupan ini, kita tidak bisa menuntut orang lain melakukan apapun yang kita mau, kita tidak bisa mengontrol sikap dan tingkah laku mereka hanya melakukan hal-hal baik dan positif untuk kita. Karena memang sebenarnya mengontrol orang lain itu tidak perlu.

Yang perlu malahan mengontrol diri kita sendiri untuk selalu waspada dan melakukan hal-hal baik untuk (minimal) diri kita sendiri. Akan jadi lebih baik kalau kitapun bisa menjadi terang dan garam dalam keberadaan kita di dunia ini. Memberi manfaat baik dan positif untuk orang lain, orang-orang terdekat kita, teman-teman bahkan yang kita belum kenal sekalipun. 

Yuk mulai dari diri sendiri dulu yuk!

-aa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *